Home / Kesehatan Islam / Beberapa Masalah Kesehatan Yang Sering Muncul Di Pondok Pesantren

Beberapa Masalah Kesehatan Yang Sering Muncul Di Pondok Pesantren

health-promotion-industry

Muqaddimah

Hendaknya kaum muslimin memberikan perhatian yang lebih terhadap pondok pesantren dan perhatian tersebut bukan hanya monopoli para ustadz dan pengurus pondok pesantren, akan tetapi semua kaum muslimin memberikan perhatian terhadap keberlangsungan dan perkembangan pondok pesantren, kemudian mencurahkan apa yang ia bisa curahkan berupa tenaga, ilmu dan materi. Arsitek memperhatikan bangunan pondok, tenaga kesehatan memperhatikan kesehatan pondok, ahli lingkungan memperhatikan lingkungan pondok dan seterusnya. Karena pondok pesantren merupakan benteng Islam dan dari pondoklah lahir pejuang-pejuang Islam yang membela agama ini. Di pondoklah Al-Quran di hapal, di pondoklah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan dan di pondoklah tertanam tauhid dan manisnya iman. Demikianlah seharusnya kita menolong agama Allah ini. Allah Ta’ala berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ} [محمد: 7

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” [Muhammad:7]

 

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-syingkity rahimahullahu  menafsirkan,

ومعنى نصر المؤمنين لله – نصرهم لدينه ولكتابه، وسعيهم وجهادهم في أن تكون كلمته هي العليا، وأن تقام حدوده في أرضه، وتمتثل أوامره وتجتنب نواهيه، ويحكم في عباده بما أنزل على رسوله – صلى الله عليه وسلم

 

Makna dari kaum mukmin menolong [agama] Allah adalah menolong untuk agama dan kitab-Nya, berusaha dan berjihad untuk meninggikan kalimat Allah, ditegakkannya batasan-batasan syariat-Nya di bumi, dilaksanakan perintah-perintahnya dan dijauhi larangan-larangan-Nya serta berhukum dengan apa yang diturunkan kepada rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam”[1]

Syaikh Muhammad bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu  menafsirkan,

فإنهم إذا فعلوا ذلك، نصرهم الله وثبت أقدامهم، أي: يربط على قلوبهم بالصبر والطمأنينة والثبات، ويصبر أجسامهم على ذلك، ويعينهم على أعدائهم، فهذا وعد من كريم صادق الوعد، أن الذي ينصره بالأقوال والأفعال سينصره مولاه، وييسر له أسباب النصر، من الثبات وغيره.

“jika mereka melakukan hal tersebut, Allah Akan menolong mereka dan meneguhkan kaki-kaki [kedudukan] mereka, yaitu mengikat hati mereka dengan kesabaran, ketenangan dan keteguhan, memberikan kesabaran terhadap diri mereka. Membantu mereka menghadapi musuh-musuh. Ini adalah  janji yang paling benar, bahwasanya orang yang menolong gama Allah dengan perkataan dan perbuatan maka ia akan di tolong oleh Maulaa-nya, akan dimudahkan baginya sebab-sebab kesabaran berupa keteguhan dan lain-lainnya.”[2]

 

Masalah-masalah kesehatan di pondok pesantren

Permasalah kesehatan cukup banyak, berikut beberapa poin-point permasalahan kesehatan secara umum di pondok pesantren:

Berkaitan dengan kesehatan lingkungan

  1. Sampah yang berserakan di lingkungan pesantren
  2. Lantai asrama jarang dipel
  3. Air limbah tidak mengalir kedalam got sehingga menjadi sarang nyamuk
  4. Bak mandi jarang di kuras Saluran air mandi tersumbat oleh sampah
  5. Kasur tidak dijemur

Bekaitan dengan masalah tingkah laku

  1. Piring tidak segera dicuci sebelum dan sesudah makan
  2. Sisa makanan yg berserakan di asrama
  3. Pakaian yang sudah digunakan bergantungan di dalam asrama
  4. Santri tidur dilantai, tanpa selimut dan alas tidur
  5. Ember sabun, sepatu dan sandal diletakkan sembarangan di dalam asrama.
  6. Bantal sering dipakai bersama-sama
  7. Menghidangkan makanan tidak ditutup
  8. Sesudah BAB tidak cuci tangan dengan sabun dan WC tidak disiram sampai bersih
  9. Pakaian basah dijemur di dalam asrama.

Berkaitan dengan masalah Gizi

  1. Mie dijadikan makanan pokok
  2. Menu makanan kurang bervariasi
  3. Santri tidak sarapan pagi
  4. Mengambil porsi makanan yang tidak sesuai

Berkaitan dengan masalah sarana dan prasarana

  1. Ruang asrama tidak sesuai dengan jumlah penghuni
  2. Kurangnya obat-obat ringan dan P3K
  3. Kurangnya tempat menjemur pakaian

 

Beberapa penyakit yang sering muncul di pondok pesantren

1.       Gatal-gatal dan scabies [gudiken]

Gatal secara umum banyak penyebabnya bisa karena jamur, bakteri, serangga, parasit serta kutu. Untuk membedakannya perlu mempelajarinya lebih dahulu atau dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ahli. Perlu dibedakan karena ini berkaitan dengan diagnosis dan pengangannya nanti yang berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Bahkan jika salah maka penyakit tersebut  bisa bertambah parah misalnya gatal karena jamur jika diberi salep kortikosteroid maka akan bertambah parah.

>penanganan umum gatal-gatal ringan

-sebisa mungkin jangan digaruk-garuk

-dicari penyebab gatal, jika alergi terhadap sesuatu maka jauhi alergen tersebut

-keringkan keringat, gunakan bedak tabur atau bedak kocok untuk memberikan cooling effect

-Boleh juga diolesi dengan minyak tawon, telon  minyak lainnya. jangan berlebihan karena bisa menimbulkan iritasi·

-bantu  agar “lupa” pada rasa gatalnya, bisa dialihkan perhatiannya pada kegiatan lain

-diberi obat ringan:

1. Antihistamin

-Antihistamin golongan 1 [membuat mengantuk] seperti

  • CTM 3-4 x1
  • Diphenhidramin 3-4 x 1
  • Dimenhidrinat [antimo] 3-4 x 1

- Antihistamin golongan 2 [tidak membuat mengantuk] seperti

  • Cetirizin 1-2 x 1
  • Loratadin 1-2 x1
  • Mebhydrolin napasidilat 3×1

2.kortikosteroid

Digunakan sebagai terapi tambahan pada kasus gatal yang agak berat seperti

  • Deksamethason 3×1
  • Metilpredsisolon 3×1
  • Prednison 3×1

NB: tidak boleh diberikan pada kasus gatal karena jamur dan penderita maag

3.Kombinasi antihistamin dan kortikosteroid

Dengan merek dagang seperti,

-cortamine 3×1

-dextuson 3×1

-lorson 3×1

 

Scabies/gudiken

sering dibilang penyakitnya anak pondok karena penyakit yang paling sering dan paling banyak terkena anak pondok. Sampai ada ungkapan bahwa “belum afdhol bagi seseorang yang nyantri di pondok pesantren bila belum terkena gudiken.”. ditambah lagi rasa malu memberi tahu sakitnya terutama wanita. 

Penyebab:

-disebabkan tungau (kutu/mite) Sarcoptes scabei

-Kecil ukurannya, hanya bisa dilihat dibawah lensa mikroskop

-hidup didalam jaringan kulit penderita

-hidup membuat terowongan yang bentuknya memanjang dimalam hari. Itu sebabnya rasa gatal makin menjadi-jadi dimalam hari, sehingga membuat orang sulit tidur.

-penyakit kulit dengan rasa gatal nomor satu

Penularan:

-menular dari hewan ke manusia manusia ke hewan, bahkan dari manusia ke manusia

-penularannya lewat kontak langsung maupun tak langsung antara penderita dengan orang lain, melalui kontak kulit, baju, handuk dan bahan-bahan lain yang berhubungan langsung dengan si penderita. anak pesantren suka bertukar, pinjam-meminjam pakaian, handuk, sarung bahkan bantal, guling dan kasurnya.

-Tempat favorit adalah daerah-daerah lipatan kulit, seperti telapak tangan, kaki, selakangan, lipatan paha, lipatan perut, ketiak dan daerah vital.

-sering digaruk sehingga muncul infeksi sekunder

Diagnosis:

Diagnosis pasti dengan membuat kerokan kulit, dikerokan hingga kulit mengeluarkan darah karena Sarcoptes betina bermukim agak dalam di kulit dengan membuat terowongan. Dilarutkan dengan larutan KOH 10 persen. Dilihat dengan mikroskop perbesaran 10-40 kali.

Ada 4 tanda utama:

  1. Pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari.
  1. Menyerang manusia secara berkelompok
  2. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm. Terkadang disertai infeksi sekunder
  3. Menemukan tungau/kutu

Terapi:

-obat gatal histamin dan kortikosteroid

-minyak gosok dan minyak angin bisasanya tidak mempan

-jenis obat: Permetrin, Malation, Emulsi Benzil-benzoas (20-25 %), Sulfur, Monosulfiran, gameksan, Krotamiton 10 %,

-obat yang mudah didapat:

1.       salep 2-4

2.       scabisite

3.       scabimite

cara penggunaan: dioleskan pada hampir seluruh tubuh [jika bisa] dan biarkan selama 1 hari penuh

 

pembasmian:

perlu dibasmi secara serentak dan bersamaan supaya tidak menjadi fenomena “ping-pong” . pembasmian berupa:

-semua yang terkena wajib diobati

-membersihkan semua tempat yang dicurigai, kasur dijemur, pakaian, selimut jika bisa dicuci dengan air hangat/panas

-memperbaiki pola hidup sehat

 

sebab lain gatal:

jamur, virus, alergi, dermatitis kontak [gatal karena sering terkena sabun cuci, sering tertekan oleh jam tangan dan lain-lain]

catatan:

jika gatal menyebar cepat ke seluruh tubuh dan muncul bentol-bentol banyak dan merah-merah segera bawa ke rumah sakit

 

2. Sesak napas

PENTING: untuk membedakan sesak napas patogenik/karena penyakit atau sesak napas psikogenik

>Sesak napas psikogenik:

-akibat psikologis, stress, kaget dan depresi

-tidak mempan diberikan obat antisesak/obat asma

-lebih sering mengenai wanita, karena wanita lebih lemah jiwanya dan labil.

Sebab secara kedokteran: pengaruh ketidakkeseimbangan [naik-turunnya] hormon estrogen dan progesteron yang berkaitan dengan siklus haid

-tidak terlihat otot bantu pernapasan, pembesaran cuping hidung, tidak ada suara “wheezing” jika menggunakan stetoskop

 

Terapi:

-segera ditenangkan, ganti suasana, pindah tempat, dengarkan curhatnya dan alihkan perhatian dengan obrolan ringan

-jika perlu bisa diberi antihistamin golongan 1, efek samping mengantuk sehingga bisa tenang 1-2 tablet

-obat penenang, atas instruksi dokter

 

>sesak napas patogenik:

-sebabnya bermacam-macam bisa karena ada penyakit yang mendasari seperti PPOK, bronkitis dan asma

-asma berkiatan erat dengan alergi dan pencetusnya, misalnya dingin, debu, stres dan makanan

- terlihat otot bantu pernapasan, pembesaran cuping hidung, tidak ada suara “wheezing” jika menggunakan stetoskop

 

Penanganan awal:

-jika di pondok ada alat nebulizer, maka gunakan karena ini terapi terbaik line pertama

-jika penyebabnya alergi maka hindari secepatnya

-ditenangkan

-diberikan obat-obat ringan [sebaiknya tetap konsultasi ke dokter]:

1. salbutamol 3×1

2. theopilin 3×1

3. bisa dikombinasi dengan kortikosteroid

 

3. Demam

-suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius dan diukur menggunakan termometer bisa di ketiak

-penyebabnya cukup banyak seperti penyakit: thipoid, malaria, demam berdarah dan hepatitis A dan masuk angin/kecapekan, tersengat matahari dan lain-lain

Penanganan awal:

- menurunkan demam secepat mungkin untuk menghindari timbulnya efek samping seperti kejang atau penurunan kesadaran.

-kompres memakai air pada dahi, belakang kepala, kedua ketiak, dan kedua lipat paha. masih terjadi perdebatan antar para ahli apakah memakai air dingin/air es/alkohol 70% atau memakai air hangat.
-diberi obat penurun panas:

1. Paracetamol 3-6x 1, paling aman dan fisrt line terapi demam

misalnya Panadol, Bodrex, Paramex, Tempra

2. Golongan Aspirin  3×1

Misalnya Aspilet, Naspro, Aspro, puyer bintang tujuh dsb

3.Golongan Ibuprofen 3-4 x 1

Misalnya Proris. Fenris dsb

-jika demam karena sengatan matahari maka, teduhkan di tempat yang dingin, buka baju yang menutup belebihan seperti jaket, sweater, jilbab dan lain-lain, lap dengan kain basah

NB:

-Hati-hati demam tinggi diatas 39 derajat celcius, bisa jadi malaria atau demam berdarah, sebaiknya segera dibawa ke dokter

 

4.Pingsan

-Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.

-Pingsan merupakan suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur pada seseorang akibat sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget, lapar/haus, kondisi fisik lemah, kepanasan, dan lain sebagainya.

-untuk lebih pasti dideteksi dengan penilaian GCS [glaslow coma Scale], bagi orang awam bisa dicek dengan cara mencubit di lengan atau paha dan mengajak berbicara. Bedakan dengan pingsan “psikologis”

Gejala akan pingsan:
Gejala sebelum pingsan: merasa takut, gemetar yang diikuti dengan sensasi lingkungan sekitar terasa berputar-putar. Selain itu mata mungkin berasa berkunang-kunang. Telinga berdenging, Nafas tidak teratur, Muka pucat, Keringat dingin, Denyut nadi lambat, lemah
Saat pingsan: wajah menjadi pucat, keluar ludah dan keringat dingin, badan lemas dan terjatuh. Kesadaran bisa menurun
·

Pencegahan:

Diistirahatkan, buat suasana santai. cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatiannya

Penanganan awal:

- dapat menggunakan bau-bauan yang menyengat dan merangsang seperti minyak wangi, minyak nyong-nyong, anomiak, durian dan lain-lain.

- jika wajah pucat pasi. sebaiknya buat badannya lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban pingsan tersebut.

- Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.

- Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar untah orang itu bisa keluar dengan mudah sehingga jalur penapasan orang itu bisa lancar kembali.

- Bila pakaian atau aksesoris yang dipakai di tubuh terlalu ketat maka kita bisa mengendurkan agar darah dapat mudah mengalir dan korban mudah bernafas serta udara bisa menyegarkannya

- Jika orang yang pingsan sudah siuman maka bisa diberi minum seperti kopi atau teh hangat secara perlahan

- Apabila tidak sadar-sadar dan berangsur-angsur membaik / pulih maka sebaiknya hubungi ambulan atau dibawa ke pusat kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, dokter, rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.

 

5. Batuk pilek

-perlu dibedakan antara batuk pilek dengan influenza

 

>Batuk pilek/common cold/nasofaringitis

-batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya infeksi.

-Gejala khasnya, yaitu bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk, suara serak

-berlangsung kurang lebih seminggu atau 2-3 hari bila gejalanya ringan

-jika lebih dari 2 minggu belum hilang juga, bisa jadi penyebabnya adalah alergi.

-Terkadang muncul juga gejala lain seperti sakit kepala, demam, otot kaku dan nyeri, lelah dan hilang nafsu makan.

 

>Influenza:

-Gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batu pilek lebih ringan dibandingkan influenza.

-Influenza cenderung menimbulkan demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah.

Penyebab:

-batuk pilek maupun influenza sama-sama disebabkan oleh berbagai virus, jadi antibiotic seperti amoxisilin tidak berguna, antibiotik berguna jika ada infeksi sekunder bakteri

-ditambah juga turunnya daya tahan tubuh karena stres, dingin, perubahan cuaca, kurang gizi, kecapekan dan lain-lain

-menular baik langsung dan tidak langsung

Terapi:

-secara umum bisa sembuh sendiri dengan istirahat, imunitas/daya tahan tubuh yang baik bisa menyembuhkan

-meningkatkan daya tahan tubuh

-cara tradisional/bahan alami:

  • Minumlah banyak cairan, terutama air putih, jus buah segar atau teh herbal panas.
  • Mengkonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat membantu. Karena bawang putih banyak mengandung bahan kimia yang berfungsi antimikroba, antivirus dan antiprotozoa.
  • Vitamin C dalam dosis tertentu, buah yang mengandung vitamin C
  • Untuk mengatasi batuk, buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika cukup parah buatlah ramuan lidah buaya dan madu.

 

Obat alami dahulu baru obat kimia

Salah satu kampanye yang digaungkan kembali di zaman modern ini adalah “back to nature”, sangat baik  terlebih-lebih jika menggunakan thibbun nabawi dan zat-zat yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah seperti Madu dan Habbatus sauda.

Seorang ulama besar sekaligus dokter di zamannya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata,

وقد اتفق الأطباء على أنه متى أمكن التداوي بالغذاء لا يعدل عنه إلى الدواء، ومتى أمكن بالبسيط لا يعدل عنه إلى المركب.قالوا وكل داء قدر على دفعه بالأغذية والحمية، لم يحاول دفعه بالأدوية

“Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi, pent.). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan, ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan dan diet tertentu, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”[4]

 

Oleh karena itu jika sakit maka sebaikinya jangan langsung mengkonsumsi obat-obat kimia, sebaiknya menggunakan bahan alami dahulu. Atau jika penyakitnya cukup ringan tidak perlu menggunakan obat, biarlah imunitas tubuh yang bekerja sehingga imunitas tubuh juga tidak manja dan terlatih melawan penyakit. Tetapi ini adalah pilihan karena pengobatan juga melibatkan faktor sugesti, ada yang sugestinya sembuh jika menggunakan obat alami tertentu, sembuh dengan sugesti dengan obat kimia tertentu.

 

Tingkatkan daya tahan tubuh:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّا

”Sesunggunya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian” [Muttafaqun ‘alaihi HR. Bukhori no. 5687, Muslim no. 2215]

 

Ulama dan dokter muslim yang terkenal Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullahu dalam kitab tibbun nabawi menjelaskan tentang habbatus sauda:

وَهِيَ كَثِيرَةُ الْمَنَافِعِ جِدًّا، وَقَوْلُهُ: «شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ» ، مِثْلُ قَوْلِهِ تعالى: تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّها «2» أي: كلّ شيء يقبل التَّدْمِيرَ وَنَظَائِرَهُ، وَهِيَ نَافِعَةٌ مِنْ جَمِيعِ الْأَمْرَاضِ الْبَارِدَةِ، وَتَدْخُلُ فِي الْأَمْرَاضِ الْحَارَّةِ الْيَابِسَةِ

“Habbatus sauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “obat untuk segala macam penyakit”, sebagaimana firman Allah, “Menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya”. Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dan semisalnya. Dan habbatus sauda bermanfaat menyembuhkan segala macam penyakit yang bersifat dingin dan penyakit yang bersifat panas dan kering.”[5]

Secara kedokteran: bisa diberikan immunomudolator, dengan merek dagang: imunos, formuno, stimuno, imbost dan lain-lain.

 

6. penyakit lainnya [penjelasan ringkas saja]

>gastritis/ maag

-Secara umum menurut orang awam adalah perasaan tidak enak di perut/lambung berupa nyeri/kembung/panas dan lain-lain

-sebab umumnya, terlambat makan, riwayat maag, makan yang pedas, asam dan merangsang pencernaan berlebihan

-terapi umum:

1. antasid tablet atau sirup 3×1, bisa diulang perempat jam

Misal promaag, sanmaag, lagesyl

2. ranitidin dan cimetidin 2×1, lebih baik dari antasida

3. omeprazole dan lanzoprazol 1×1, lebih baik dari antasida

 

>nyeri-nyeri ringan

  • nyeri umum

-Seperti sakit gigi, sakit bengkak, sakit luka

-terapi awal:

1. paracetamol 3-4×1

nyeri ringan aman untuk penderita maag

2. NSAID seperti asam mefenamat 3×1, Na Diclofenac 3×1, Antalgin 3×1, Meloxicam 1×1

Jangan diberi untuk nyeri akibat maag

3. tramadol 3-4 x1, untuk nyeri kuat

 

  • Nyeri kolik

-nyeri yang hilang muncul dan sangat sakit ketika muncul

-misalnya nyeri haid, mules mencret dan nyeri infeksi saluran kencing

-terapi awal:

1. antinyeri

2.ditambah antikolik/antispasmodik

Seperti hyosin 3×1, pavaverin 3×1 dan lain-lain [spasminal, gitas plus, scopma plus dll]

 

CATATAN PENTING

Obat-obat ringan yang digunakan maksimal 3 hari, dan Sebaiknya jika memungkinkan, tetap konsultasi ke dokter atau tenaga medis, setiap pondok punya nomor telpon tenaga kesehatan/ dokter yang bisa di hubungi. Karena image orang bahwa, orang yang sakit di pondok kalau sudah parah baru dibawa berobat

 

Beberapa solusi:

  1. Pembentukan dan Pelatihan tim UKS
  2. Penyuluhan kesehatan secara berkala
  3. Poliklinik pondok pesntren
  4. pelatihan bekam dan thibbun nabawi
  5. penyediaan obat yang cukup lengkap

 

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walamdulillahi robbil ‘alamin.

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

27 Rabiul Akhir 1433 H, Bertepatan  21 Maret 2012

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Semoga Allah meluruskan niat kami dalam menulis.

artikel www.muslimafiyah.com

Makalah Penyuluhan Kesehatan Di Ma’had Abu Hurairah Mataram Lombok

 

Maraji’:

  1. Adhwa’ul Bayan Darul Fikr, Beirut, 1415 H, Syamilah
  2. Taisir karimir rahmaan, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet. I, 1424 H
  3. Tibbun Nabawi, maktabah Ats-Tsaqofiy, Koiro, Tahqiq Dr. Hamid Muhammad Ath-Thohir]
  4. Makalah Pembentukan poskestren  pesantren al-munawarah kabupaten merangin
  5. http://sweetspearls.com/health/mengatasi-batuk-pilik-secara-alami/
  6. http://drhandri.wordpress.com/2008/04/24/scabies-penyakit-kulit-khas-pada-warga-pesantren/
  7. http://abusalma.wordpress.com/2007/03/10/petunjuk-nabi-dalam-mengobati-demam/
  8. Dan lain-lain

 


[1] Adhwa’ul Bayan 7/525 Darul Fikr, Beirut, 1415 H, Syamilah

[2] Taisir karimir rahmaan hal 751, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet. I, 1424 H

[3] Tibbun Nabawi hal 20, maktabah Ats-Tsaqofiy, Koiro, Tahqiq Dr. Hamid Muhammad Ath-Thohir]

[4]Thibbun Nabawi lii Ibnil Qayyim hal. 9, Maktabah Ats-Tsaqafi, Kairo

[5] Tibbun Nabawi hal 287, maktabah Ats-Tsaqofiy, Koiro, Tahqiq Dr. Hamid Muhammad Ath-Thohir

 

2 Comments

  1. Ronggo Ardhianto says:

    Bismillah…
    Ana pernah ikut daurah di sebuah pesantren dimana waktu itu utk makan dilakukan dengan satu nampan utk 5-7 orang selama hampir 20 hari…qadarallah di akhir2 daurah ana sakit demam,akhirnya pulang sblum daurah berakhir..sampai di rumah,demam ana tdak kunjung sembuh dan akhirnya ke RS dan divonis terkena Hepatitis A…apakah termasuk salah satu penyebabnya adalah karena makan bareng dengan satu nampan itu ya?mohon penjelasan

    • raehan says:

      hepatitis A menular salha satunya melalui makanan yang tercemar kemudian daya tahan tubuh sedang turun, jadi bukan karena makan bareng akhi

Leave a Reply