Home / Adab / Perayaan Maulid: Mau Merayakan Kelahiran Atau Kematian?

Perayaan Maulid: Mau Merayakan Kelahiran Atau Kematian?

was-was

 Perlu kita meninjau kembali perayaan bid’ah maulid, terutama tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan momentum perayaan bid’ah maulid. Tanggal yang diklaim sebagai hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah12 Rabiul Awal dan dipakai hingga saat ini sebagai momentum maulid. Ternyata tanggal tersebut bukanlah tanggal yang pasti sehingga perlu kita kaji ulang.

 

Ada pendapat bahwa tanggal 12 Rabi’ul awwal tidak shahih

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu,

وقد حقق بعض الفلكيين المتأخرين ذلك; فكان في اليوم التاسع لا في اليوم الثاني عشر.

“Sebagian ahli falak belakangan telah meneliti tentang tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabi’ul Awal, bukan 12 Rabi’ul Awal.” [Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitab Tauhid 1/238,  Darul Aqidah, Koiro, 1425 H]

 

Berkata ulama ahli sejarah Ibnu Katsir rahimahullahu mengenai atsar berikut,

عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ. قَالَا: وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفِيلِ

يَوْمَ الِاثْنَيْنِ الثَّانِيَ عَشَرَ مِنْ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ وَفِيهِ بعث، وفيه عرج به إلى السماء،

وفيه هَاجَرَ، وَفِيهِ مَاتَ. فِيهِ انْقِطَاعٌ

“Dari Jabir dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun Gajah, hari senin, tanggal 12 Rabi’ul Awwal, dan pada tanggal tersebut diutus menjadi nabi, melakukan isra’ ke langit, berhijrah dan meninggal. Sanadnya terputus [Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir 3/135, Dar Ihya’ At-Turats, 1408 H, Asy-Syamilah]

 

Ikhtilaf ulama mengenai tanggal lahir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Berkata Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullahu,

ثم اختلفوا فقيل: لليلتين خلتا منه وقيل: لثمان خلت منه وقيل: لعشر

وقيل: لاثنتي عشرة وقيل: لسبع عشرة وقيل: لثماني عشرة

“kemudian para ulama berselisih [mengenai tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam], dikatakan tanggal 2 Rabi’ul Awwal, tanggal 8 Rabi’ul Awwal, tanggal 10 Rabi’ul Awwal, tanggal 12 Rabi’ul Awwal, tanggal 17 Rabi’ul Awwal, dan tanggal 18 Rabi’ul Awwal” [Lathaa’iful Ma’aarif hal. 93, Dar Ibnu Hazm, cet. Ke-1, 1424 H, Asy-Asyamilah]

 

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu,

أن هؤلاء الذين يحتفلون بمولد النبي صلى الله عليه وسلم لا يقيدونه بيوم الاثنين،

بل في اليوم الذي زعموا مولده فيه

“Mereka berselisih mengenai waktu kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , perselisihan tidak hanya terbatas mengenai hari senin saja, bahkan mereka juga berselisih pada tanggal yang mereka sangka sebagai tanggal kelahiran beliau” [Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitab Tauhid 1/238,  Darul Aqidah, Koiro, 1425 H]

 

Ada klaim kesepakatan ulama tanggal wafat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Perlu diketahui bahwa pendapat tanggal kematian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengklaim bahwa disepakati yaitu 12 Rabi’ul Awwal. Para ulama berusaha mencari tanggal pastinya Karena ada kepentingan syariat di sana, yaitu sejak tanggal tersebut terputuslah wahyu sehingga jika ada klaim turun wahyu setelah tanggal tersebut maka tertolak. Walaupun ada ikhtilaf juga dalam hal ini. Berbeda dengan tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak ada kepentingan syariat pada tanggal tersebut.

 

Berkata ahli sejarah Ibnu Hisyam rahimahullahu,

واتفقوا أنه توفي – صلى الله عليه وسلم – يوم الاثنين … قال أكثرهم

في الثاني عشرمن ربيع ولا يصح أن يكون توفي صلى الله عليه وسلم إلا في الثاني

من الشهرأو الثالث عشر أو الرابع عشر أو الخامس عشر لإجماع المسلمين

على أن وقفة عرفة في حجة الوداع كانت يوم الجمعة وهو التاسع من ذي الحجة

“Para Ulama bersepakat bahwa Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  wafat pada hari senin… Mayoritas mereka berkata: pada tanggal dua belas Rabiul Awal. Dan tidak shahih tentang tanggal wafatnya kecuali pada hari kedua atau ketiga belas, atau keempat belas, atau kelima belas, karena sudah disepakati bahwa wuquf di arafah pada haji wada’ terhadap pada hari Jum’at, yaitu hari kesembilan bulan Dzulhijjah… “ [Ar-Raudh al-Anfu Syarhu Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam karya Imam as-Suhaili 4/439, Asy-Syamilah].

 

Merayakan kelahiran atau kematian?

Jadi perayaan bid’ah maulid setiap tanggal 12 Rabiul Awal itu, mereka harus bergembira dengan kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau harus bersedih dengan wafatnya beliau? Jika kita lihat bahwa ternyata hari kelahiran beliau diperselisihkan akan tetapi ada klaim kesepakatan tanggal wafatnya beliau, maka mereka yang merayakan maulid itu, sedang bergembira dengan memperingati kelahiran atau sedang bersedih? Jika bersedih mengapa terkadang acaranya meriah dan bersenang-senang seperti makan-makan, kasidah, nasyid dan lain-lain?

 

Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu Masjid

8 Rabiul Awal 1433 H bertepatan 1 Februari 2012

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel http//muslimafiyah.com

 

28 Comments

  1. murhaban bin idris says:

    Makanya kalau ngaji jangan dibukua… Belajarlah dikitab n al-quran

  2. sabiq says:

    Kalo kalian ga suka g usah kalian menjelekan agar g d sukai,,,

    Smwa pasti ada alsan nya[dalil]
    jgn buat perbedaan jd sebuah perpecahan yg berujung laknat jadikaan sebuah wrna yg akan menjadi rahmat

    • Raehan says:

      kmai tidak menjelekkan, kami hanya menjelaskan seseuai dgn penjelasan ulama (kami sertakan rujukannya)
      maaaf, semua belum tentu ada alasannya (dalil), syiah mengtakan abu bakar kafir tidak ada dalilny
      perbedaab ada yg bisa jadi perpecahan ada yg tidak jadi perpecahan (misalnya masalah fikih ijtihadiyah)

  3. vee says:

    Maulid itu bukan bersenang2..melainkan menjujung tinggi nabi Muhammad SAW..bershalawat kepada nabi…Ъќ αԃΔ ȵά̲̣̥ϻαnya memperingati kelahiran nabi itu bid’ah…belajar itu jgan bertumpu dengan satu ajaran..belajarlah dengan para2 ulama,ustad,para habaib..mudah2, bisa menjelaskannya..

    • Raehan says:

      silahkan mencermati lagi tulisan di atas,
      mempeingati tetapi harinya belum tentu benar/salah, apakah logis?
      kami hanya menyampaikan, di terima Alhamdulillah, klo tidak anda tetap maasih saudara kami seiman

  4. barakwan says:

    orang yg paling kontra dan dirugikan dengan adanya peringatan maulid adalah yahudi, karena dgn adanya peringatan maulid yg di rintis oleh salahuddin ayyubi, dengan maulid al-barzanji karangan asseyaikh assayyid Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji Al-Musawwa pasukan muslimin dapat bersatu mengalah kan yahudi pada perang salib. sekarang yahudi tidak mau islam bersatu. jika itu terjadi maka hancur/kalah lah yahudi di palistine, makanya yahudi melarang pelaksanaan peringatan maulid(secara tidak langsung)dengan kata2 “BID’AH”.agar umat islam sibuk mengkajinya. wallahua’lam…

  5. udin says:

    waduh…
    bingung juga kalo cari
    tanggal lahir dari nabi
    Adam AS sampai nabi
    Muhammad SAW, ada yang
    tahu tidak ya (maksudnya
    biar adil tidak cuma
    maulid nabi Muhammad
    SAW saja, contohnya
    keutamaan nabi Ibrahim
    AS adalah sebagai bapak
    para nabi dan rasul)?
    umumnya yang diketahui
    kan 25 nabi dan rasul,
    padahal nabi dan rasul
    yang saya tahu lebih dari
    25 orang yang tidak
    diketahui, tambah bingung
    juga ya kemana saya harus
    cari tanggal lahir mereka,
    kalo ketemu juga bisa2
    tiap hari kita rayakan.
    maaf pak tidak masuk akal
    sepertinya.
    pusing.
    sebelum menulis artikel
    mohon dipikir dulu ya
    pak, tq.

    • Raehan says:

      maaf mas, klo baca dengan teliti, anda dapatkan apa yg sya maksud sama dengan pemikiran mas, tak perlu cari2 tanggal kelahiran dan merayakan…

  6. muslimedica says:

    baarokallaahu fyk ustadz

  7. Azizah says:

    Syukron atas ilmunya.. lagipula,jika dipikir secara logika, bukankah kita tahu bahwa merayakan ulang tahun itu diharamkan? sama saja seperti kaum yahudi.. kalau begitu, merayakan maulid nabi sama saja seperti merayakan ulang tahun Rasulullah.. jika memang ingin menjunjung tinggi beliau shallAllahu ‘alaihi wasallam, kenapa harus beramai-ramai dan menunggu hari lahir beliau?

  8. Ana yaqin, bahwa Sdr. Raehan bermaksud baik, yaitu menjelaskan tentang Perspektif hukum MAULID NABI MUHAMMAD SAW. Tapi sayang, beliau tidak dapat mengupasnya secara “OBYEKTIF” yaitu dengan menyertakan pendapat ulama’ yang membolehkan.

    ***

    Contoh :(pendapat)Ibnu Hajar Al Asqolani berkata:
    “Pada dasarnya peringatan Maulid adalah bid’ah karena tidak seorangpun dari ulama salafusholih 3 abad pertama yang melakukannya . Akan tetapi, bagaimanapun peringatan itu telah mencakup kebaikan dan juga kejelekan, maka barangsiapa bisa mengambil baiknya dan membuang jeleknya, peringatan Maulid itu menjadi bid’ah hasanah; jika memang tidak maka tidak menjadi bid’ah hasanah” (Al Haawi I/196). Kemudian Ibnu Hajar berdalil dengan hadits puasa Asy Syura.

    ***

    Sehingga pembaca artikel/ pengunjung Web ini dapat melihat berbagai pendapat yg ada dikalangan Para Ulama’ dan menyimpulkan sendiri mana pendapat terkuat & valid, karena para pembaca masa sekarang ini adalah para pembaca yg CERDAS dg daya intelektualitas masing2.
    Sehingga ke “BERPIHAKAN” yg sangat kentara ditambah dg “tuduhan” pada kelompok2 tertentu justru akan menimbulkan kontra produktif dari tujuan artikel ini dibuat.
    Seandainya ini dapat dilakukan oleh Shohibul Web, Insya Allah artikel2 yg ada di Web ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh ummat Islam, membuka cakrawala pemikiran mereka yg mungkin sebelumnya hanya “ikut2an” mengamalkan, menjadi tahu hukum yg sebenarnya. Dan sebenarnya inilah DAKWAH yg dilakukan Rasulullah SAW yakni “BIL HIKMAH WAL MAU’IDZATIL HASANAH”

    Apalagi ana lihat, Akhi Shohibul Web ini tidak hanya seorang “pencari Ilmu Agama” yg tekun, tapi juga berprofesi seorang dokter. Sehingga dua hal ini jika terdapat pada seorang “penulis”, tentu akan menghasilkan “analisis” ilmiah yg sangat berharga bagi ummat.
    Tentu ini Hanya sebuah “USUL” yg tidak “ASAL” … semoga bermanfaat, Yahdikallah wa Barakallah fiik.

    • Raehan says:

      terima kasih sudah memberi masukan al-akh abu daffa
      mengenai perkataan ibnu hajar
      1. saya minta tlong didatangkan teks arabnya, mngkin dgn mebacanya saya bisa berubah pikiran
      2.dalil dgn perkataan ibnu hajar tersebut masih umum:
      “maka barangsiapa bisa mengambil baiknya dan membuang jeleknya, peringatan Maulid itu menjadi bid’ah hasanah”
      jika memang tidak maka tidak menjadi bid’ah hasanah”

      komentar saya: kata “jika memang tidak,tidak menjadi bid;ah hasana”, maka jika tidak ada baiknya (sebagaimana realita, tidak menjadi bidah hasanah)

      wa fik barakallah

  9. achmad says:

    Kalo di tempat saya peringatan maulid tuh di isi dengan ceramah bagaimana perjalanan dakwah rasul yang penuh perjuangan, cobaan,.. Dengan tujuan semoga jadi contoh bahwa dakwah itu tidak mudah dan Jgn sampai menyerah. Banyak hikmah lainnya bisa jadi media mengenal rasulullah bagi anak anak khusus nya umumnya bagi semua pihak yang menghadiri perayaan maulid,.. Tidak ada salah nya merayaka kelahiran atau memperingati wafatnya rasul. Semua tergantung pada niat.. Kita hanya menerka, menilai sebagai seorang manusia padahal yg paling berhak menilai adalah Allah. Semuanya bermaksud baik semoga Allah jadikan maksud kita semua jadi ibadah

    • Abu Nabil says:

      Semua tidak tergantung pada niat. Ibadah itu harus ikhlas (karena Allah) & ittiba (kepada Rasul). Kalo Rasulullah tidak mengajarkan maulid, buat apa kita mengada-adakan? Sedangkan budaya/ritual memperingati/merayakan kelahiran asalnya adalah dari kaum kafir/paganist.

      Betul yg paling berhak menilai ibadah adalah Allah, karena itu kita beribadah harus sesuai Allah yg membuat syariat yg semuanya sudah dijelaskan oleh utusanNya yaitu Rasulullah junjungan kita. Rasulullah jg katakan agar tidak berbuat bid’ah (dalam agama). Jadi ga bisa kita mengada-adakan ibadah dgn dalih niat baik. Demikian.

      Untuk admin, maju terus untuk dakwah sunnah nya. Syukron utk artikelnya.

  10. yanis says:

    Menurut Ana semua itu nggak perlu diperdebatkan yang penting untuk memperingatinya adalah Kita sebagai ummat Islam harus mengikuti apa yang dikerjakan, dilakukan dan disabdakan oleh Rasulullah. Karena semuanya itu adalah Wahyu dari Allah. Bukan sebaliknya. Kalo memang pernah dilakukan/dikerjakan dan disabdakan oleh Rasulullah ya…. kita ikuti dan bila tidak maka jangan dilakukan……. Barakallahu fik

    • maulid tidak pernah dilakukan oleh rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan sahabat dan imam yg empat,
      jadi kita tidak bisa mengikuti karena tidak ada yang diikuti

      barakallahu fikum

      • akhul says:

        Kedangkalan dalam memahami maulid berakibat pengurangan amal pada diri seseorang, sudah jelas Allah berfirman “Sesungguhnya Allah dan mailaikat-Nya bersholawat kepada nabi ( Nabi Muhammad),hai orang2 beriman bersholawatlah kamu sekalian kepada nabi maka kamu akan selamat”, apakah masih kamu ingkari Alquran ini ?, apakah kamu masih ragu dengan al quran ini ?, apakah masih engkau perdebatkan dalil al quran yang terang benerang ini..?, knp hatimu sulit untuk bisa menerima dengan adanya maulidur rasul…?.

      • Mohon maaf ayat dalil yg anda sampekan, cma perintah agr bershalawat bukan perintah merayakan maulid,

        Silahkan baca lagi dalil2 yg telah dusmpaikan

  11. Raisha says:

    Syukron… semoga yg belum memahami maksud dr artikel ini segera diberi petunjuk sehingga tidak ada lagi bid’ah2 yg sudah dianggap hal biasa dan benar.. aamiin..

  12. husnul yakin says:

    untuk admin dan yang laen

    sesungguhnya amalan ibadah tidak hanya niat baik saja tetapi harus juga sesuai dengan tuntun rosul SAW.. buat Admin.. semangat

  13. husnul yakin says:

    kalau kita benar-banar cinta sama nabi muhammad SAW… apa yang di kerjakan nabi, bisa dikerjakan dengan istikomah dan apa yang tidak ada tuntunannya maka jangan dikerjakan. jangan taklid buta sama Kiyai, ustadz dan yang laen

  14. panji says:

    Kalo seandainya hal/perkara itu baik, pasti para sahabat sudah lebih dulu melakukannya. Nyatanya hal itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi sendiri atau oleh sahabat yg lain. Syukron Ustadz ilmunya, semoga senantiasa mendapat perlindungan Allah.

  15. hafied syamsi says:

    Akhy yg suka maulidan….
    Klo memang maulid nabi itu baik ato mnggap suatu ibadah yg besar,tlong berikan dalil yg shohih donk,jgn hanya mengklaim tnp dalil,klo mngklaim tanpa dalil smw org jg bisa,tp,untuk ibadah haruslah d’sertakan dalil yg shohih…
    Klo lh maulid nabi suatu amalan yg baik maka Kita scara tdk langsung sudah menuduh nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam menyembunyikan amalan yg baik…..
    Klo maulid nabi d’isi dgn ceramah2 knp nga’ stiap hari saja,kan lbh manfaat….

Leave a Reply