Home / Bahasa Arab / Benarkah Susu Sapi Tidak Bermanfaat atau Bahaya?

Benarkah Susu Sapi Tidak Bermanfaat atau Bahaya?

Tersebar tulisan yang mengenai “kebohongan manfaat susu”,  yatu susu sapi. Mengenai manfaat secara medis, bisa jadi ada perbedaan pendapat karena itu adalah penelitian manusia. Akan tetapi kita katakan bahwa susu sapi memiliki manfaat. Jika memang memang benar tidak ada kandungan gizinya, mininal ia adalah sebagai minuman yang bisa memberikan rasa kenyang dan bermanfaat. Sehingga kami tidak setuju jika dipandang dari sisi medis bahwa susu sapi benar-benar tidak bermanfaat sama sekali bahkan berbahaya.

Terdapat beberapa hadits mengenai susu sapi, karenanya kita akan bahasa bagaimana penjelasan ulama mengenai hal ini:

Beberapa hadits Shahih mengenai susu sapi sebagai berikut,

Hadits pertama:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ، لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً إِلا الْهَرَمَ ، فَعَلَيْكُمْ بِأَلْبَانِ الْبَقَرِ ، فَإِنَّهَا تَرُمُّ مِنْ كُلِّ الشَّجَرِ

“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla ketika menurunkan penyakit pasti juga menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua. Lalu hendaklah kalian meminum susu sapi, karena ia terkumpul dari berbagai macam tumbuhan” [1]

Hadits kedua:

عليكم بألبان البقر فإنها شفاء وسمنها دواء ولحمها داء ‌

“Minumlah susu sapi karena dalamnya ada kesembuhan , lemaknya adalah obat sedangkan dagingnya adalah (sumber) penyakit”[2]

Hadits ketiga:

ألبان البقر شفاء وسمنها دواء ولحومها داء

“Susu sapi adalah obat kesembuhan, lemaknya adalah obat dan dagingnya adalah (sumber) penyakit”[3]

Catatan:

1. Jika memang adalah obat, maka berita ini masih bahannya saja, butuh dosis dan indikasi serta cara meraciknya agar menjadi obat

2. Mengenai “daging sapi sebagai sumber penyakit” dalam hadits adala ulama yang menjelaskan bahwa itu seruan khusus bagi penduduk hijaz[4] dan ada ulama menjamaknya yaitu jika berlebihan akan membahayakan[5] (insyaAllah kami akan bahas pada kesempatan lainnya)

Susu sapi ada manfaatnya dan tidak berbahaya
Karena hadits tersebut shahih maka ada anjuran untuk minum susu sapi. Apakah anjuran Dari syariat akan berbahaya atau tidak ada menfaat sama sekali? Tentu tidak

Bahkan ada anjuran dalam syariat agar meminum susu dan doa minum susu.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya” (QS. An Nahl: 66)

Disebutkan meminum susu dari binatang ternak. Sapi termasuk binatang ternak bahkan termasuk tiga dari “bahimatul an’am” dalam sembelihan (unta, sapi dan kambing).

Ibnu Katsir menjelaskan maksud dari “dari perut”, beliau berkata,

إذا نضج الغذاء في معدته تصرف منه دم إلى العروق ، ولبن إلى الضرع وبول إلى المثانة

“Jika makanan telah tercerna diperut, maka (makanan adalah bahan) yang menjadi darah ke pembuluh darah, menjadi susu ke puting dan menjadi air kencing ke kantung kemih”[6]

Bahkan ada doa minum susu yang menunjukkan ada keberkahan padanya, doanya adalah:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa,

 “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu”

 (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya)[7].

 

Susu adalah hadiah yang sebaiknya jangan ditolak

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda,

ثلاث لا ترد: الوسائد والدهن واللبن

Tiga hal yang tidak boleh ditolak jika diberi: bantal, minyak wangi dan susu[8]

Maka kurang tepat jika dikatakan bahwa susu sapi tidak bermanfaat bahkan berbahaya. Karena alam semesta ini diciptakan Allah untuk dimanfaatkan oleh manusia baik berupa hewan, tumbuhan, barang tambang dan lain-lain

Allah Ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (QS. Al Baqarah: 29).

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya.” (QS. Al Jatsiyah: 13).

Kesimpulan: Tidak benar bahwa susu sapi tidak bermanfaat sama sekali dan berbahaya, bahkan ada anjuran untuk minum susu sapi dan memafaatkan karunia dari Allah

 

@Gedung Radiopoetro, FK UGM, Yogyakarta tercinta

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

[1] HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah

[2] HR. Abu Nu’aim, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam shahihul jami’ no.4061

[3] HR. At-Thabrani, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam shahihul jami’ no. 1233

[4] Silahkan baca di sini: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=76185

[5] Silahkan baca di sini: http://islamqa.info/ar/134801

[6] Lihat tafsir Ibnu Katsir

[7]  HR. Tirmidzi no. 3455, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan

[8] HR. At Tirmidzi 2734, dihasankan Al-Albani dalam As-Silsilah Ash Shahihah

 

 

 

19 Comments

  1. Ummu Aisyah says:

    Salam.

    Terima kasih atas informasinya. Tolong dikaji secara ilmiah ttg susu sapi dari beberapa sisi dikaitkan dgn kondisi sekarang seperti :
    – Pakan dari sapi yang diternak. Apakah pakan yg alami dari alam dan sesuai dgn alamiahnya sapi adalah herbivora? Jika iya maka benar akan manfaat susu yg dihasilkan dan tdk bertentangan dgn hadist2 tersebut di atas.
    Atau apakah pakan yg diberikan adalah pakan yg tdk alami dan diberikan juga hormon sbg perangsang. Krn material dari pakan itulah yg akan mempengaruhi kualitas susu sapi itu sendiri meski msh dlm kondisi murni blm proses. Kmdn bgmn dgn tahapan proses yg mana stp proses akan diberi perlakuan bahan tambahan spt bahan perekat, pewarna, pemanis yg umum bahkan pengawet atau anti jamur bisa juga diberikan krn bahan alami pasti mengalami basi atau rusak. Kmdn proses pemanasan yg tinggi yg mana tujuannya agar bakteri mati so bukankah dpt merusak nutrisi yg ada di dlm susu murni tsb.
    – Sudah pernahkah dokter lakukan tes sifat kimia dari susu sapi murni blm diproses dan sdh mengalami proses? Jika blm maka cobalah utk menganalisa dari penelitian2 atau pengalaman dari dokter atau praktisi kesehatan yg sdh melakukannya. Umumnya didapati sifat susu sapi yg beredar saat ini adl sifat kimianya ASAM. Kondisi produk yg sifat kimianya asam umumnya tdk baik utk tubuh manusia. Tubuh yg terlalu asam scr kimia rentan sakit.
    – Jika ragu, silahkan lakukan pengamatan deskriptif dgn membuat 3 kelompok. Kelompok yg rutin konsumsi susu sapi murni, kelompok yg rutin konsumsi susu sapi yg sdh proses dan kelompok tdkkonsumsi keduanya. Minimal selama 3 bulan kmdn tarik kesimpulan.
    – Referensi ttg apa2 yg saya sampaikan di atas, tdk saya berikan krn khawatir tdk sama sudut pandangnya. Maka yg sgt disarankan lakukan trial sendiri. Sayapun demikian stp info, biasanya saya lakukan trial.

    Terima kasih.

  2. afandi says:

    Saya setuju dengan pendapat anda.
    Tapi bagaimana dengan susu formula yg sudah di proses dan campur tangan manusia
    dengan tambahan zat zat lain.

    mohon pencerahan

    • Susu formula sudah diatur dosisnya dan penggunaannya, asalkan sesuai indikasi tidk masalah

      Misalnya pada bayi yg tidk dapat ASU, misalnya bayi terlantar mereka bisa hidup dgn sufor, alhamdulillah

  3. manjilala says:

    Jika yg dimaksud adalah susu sapi segar yang hanya melalui pasteurisasi saya setuju, tapi kalau susu sapi itu sudah masuk di dunia industri lalu ditambahkan berbagai macam zat yg sebaiknya tidak boleh ada di dalam susu seperti Natrium, gula, pewarna, pengawet, perisai, dll itu kemudian yang mejadi persoalan.

    Pertanyaan saya apakah rasulullah dan sahabatnya mengonsumsi susu olahan industri atau susu alami? mari kita renungkan bersama

    • Memang maksud saya susu alami

      Mengenai susu formula, jelas zaman sahabat tidak.minum krna belum ada

      Sufor adalah jalan terakhir

      Coba renungkan, kita sering.ketemi anak bayi baru lahir tidk ada ibu yg menyusui dgn tetap tetapi bisa hidup minum dgn susu formula

      • Dila says:

        oleh karena itu, ada yang namanya “ibu susuan”. bahkan nabi pun juga pernah punya ibu susuan.
        walau bagaimanapun, tetap saja ASI lebih baik untuk bayi manusia.

  4. chairunnisa says:

    Assalamu’alaykum ustad. Saya mau tanya.

    misal nya kan sudah masuk dzuhur..
    tapi ada anak muda sudah telat sejam dan tidak mengikuti berjamaah,,

    terus mesjid nya sepi dan anak muda itu mau sholat dan ada makmum 1 orang yang mengikutinya,,

    Lalu ada lagi anak muda yg baru dtang tpi dya gak mau ikut sama yg sudah memulai berjama’ah itu dan memilih bikin jama’ah shalat sndiri bersama teman nya….

    Yang saya tanyakan, hukumnya gimana ya ustad?

    Jazakallah khair..

  5. amri says:

    saya sangat setuju dengan hadits dan quran yang anda tulis,tapi saya juga setuju dengan tulisan yang anda komentari.karna pendapat yg berbeda ini,adalah sesuatu yg satu dengan proses yang berbeda. susu sapi yg bermanfaat itu adalah yg alami,sedang yg pabrikan sudah tidak alami lagi,jadi bukanny kesehatan yg di dapat tapi penyakit yg berbahaya

    • susu UHT dan formula aman, sudah diatur dosisnya, susu formula adalah darurat jalan terakhir bagi mereka yg kekurangan gizi dan tidak ada ASI, kami buktikan sendiri di ruang perawatan bayi, mereka yg tidak ada ASI alhamdulillah sehat dgn susu formula sebagai pengganti

  6. amri says:

    kalau yg alami saya sangat setuju,sesuai dalil anda.tapi yg pabrikan saya setuju dengan dokter Tan itu

  7. usp says:

    Klw mnurut sy sbgai org awam di bidang medis. Sy yakin susu sapi ada manfaatnya.
    Tetapi sy jg yakin bahwa susu sapi lebih bermanfaat bagi anak sapi sj ketimbang bagi manusia.
    Selebihnya mungkin hanya mitos dan bahasa marketing sj.

  8. Fikri Fauzanakbar says:

    dr. Raehanul Bahraen, saya baca sampai habis buku Hiromi Shinya. Buku itu membahas keajaiban enzim dan menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan baik serta makan dengan cara yang baik. Banyak kesamaan dari hasil penelitian dokter ini dengan sunnah rasul, seperti mengunyah 40 kali (Rasulullah 33 kali), makan sambil duduk, tidak meniup makanan, makan buah dahulu baru menu utama, istirahat setelah makan siang (Rasulullah setelah zuhur dan makan), dll. Tetapi hanya ada satu perbedaan, yakni pada susu seperti yang dibahas artikel ini. Saya pun mencoba lihat video kolonoskopi (kamera usus besar) saat dr hiromi sedang praktek, dan saya lihat orang yang menunya terlalu banyak minum susu dan produk daging lainnya bentuk usus besarnya sangat mengerikan. Begitupun saya juga alergi pada susu sapi sepertinya, karena tiap saya minum susu sapi pasti timbul banyak jerawat serta perut yang sakit setelahnya. Pendapat dokter sekaligus ustadz bagaimana, jazakallah..

    • saya belum membaca semua buku itu, jadi saya perlu membaca untuk tahu lebih detail

      • Gemma says:

        Saya sangat berterimakasih sekiranya dokter berkenan membahas buku tersebut setelah membacanya. Karena kebaikan seharusnya tidak saling bertentangan dengan kebaikan yg lain.

  9. Alda says:

    saya jadi bingung

  10. Aldi says:

    Didalam Al-Quran hanya disebutkan hewan ternak tidak spesifik ke hewan terentu, bisa jadi hewan ternak yg dimaksud bukan sapi melainkan onta atau kambing.

    Wallahu a’lam Bishawab

Leave a Reply