
Predator seks yang dilakukan oleh “oknum tokoh agama” tidak boleh dibiarkan atau ditutup-tutupi dengan dalih menjaga nama baik tokoh atau lembaga, justru ketika akhirnya kasus terbongkar kasusnya itu bukan menjaga nama baik lagi, tapi mencoreng agama dan merusak nama baik lembaga tersebut
Kami perlu tekankan, ini oknum dan jangan digeneralisir ya, banyak sekali tokoh agama yg bermanfaat dan dicintai umat
Predator seks ini biasanya dilakukan oleh “oknum tokoh agama” kepada santri atau jamaah laki-laki berupa liwath atau kepada santri perempuan berupa pelecehan seksual bahkan pemerkosaan. Semua dilakukan dengan dalih agama atau bawa-bawa agama dengan menipu atau memelintirkan dalil agama
Santri atau jamaah merasa tidak punya kuasa untuk menolak ditambahkan sosok oknum tersebut tergambarkan suci, niat, tulus serta tidak ada niat buruk
Solusi secara umum adalah segera bentuk tim khusus untuk investigasi karena gerakan perorangan dan sendiri-sendiri biasanya ada rasa takut krna perasaannya “melawan tokoh” dan jangan dibiarkan korban terus bertambah. Konsulkan kepada ahlinya, baik ahli hukum, ahli psikologi.
Oknum tersebut apabila berhenti dan benar-benar bertaubat, maka alhamdulillah. Apabila tidak bertaubat dan justru semakin merajalela dan makin banyak korban, maka perlu ada efek jera seperti melaporkan ke pihak yang berwajib
Solusi secara detail tentu berbeda-beda setiap kasus. Perlu dimusyawarahkan baik-baik dengan semua pihak. Simak kajian-kajian kami di youtube tentang hal ini
Semoga seperti ini dan tidak terulang lagi. Kami doakan semoga para korban dan keluarga diberi kesabaran dan ganti kebaikan lainnya
Salam
Raehanul Bahraen (Pengasuh muslimafiyah.com)



