AdabRumah Tangga

Awal Mula Kasus Perselingkuhan di Kantor

[Rubrik: Faidah Ringkas]

Perselingkuhan sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia berawal dari hal-hal kecil yang dianggap sepele, namun dibiarkan terus berkembang tanpa batasan. Di lingkungan kerja, interaksi antara laki-laki dan perempuan memang tidak bisa dihindari. Namun, di situlah letak ujian itu. Ketika komunikasi tidak dijaga dan batasan mulai dilonggarkan, maka pintu-pintu fitnah pun mulai terbuka.

Seorang laki-laki hendaknya tidak bermudah-mudahan dalam berinteraksi dengan perempuan, demikian pula sebaliknya. Bersikaplah tegas dan seperlunya. Jika memang terkait urusan pekerjaan, maka cukup sesuai kebutuhan. Tidak perlu bertele-tele, apalagi sampai mengakrabkan diri di luar batas profesional. Karena ketika obrolan sudah melebar dari urusan kerja, di situlah bibit-bibit perselingkuhan mulai muncul.

Perlu disadari, niat untuk berselingkuh pada awalnya sering kali tidak ada. Namun, keadaanlah yang perlahan mengantarkan seseorang ke arah sana. Ada ungkapan yang cukup menggambarkan hal ini: “Perselingkuhan bukan hanya karena niat, tetapi karena adanya kesempatan.”

Banyak kasus bermula dari hal sederhana: duduk bersama rekan kerja, mengobrol santai, atau sekadar saling berkirim pesan melalui WhatsApp. Awalnya hanya membahas pekerjaan, kemudian berlanjut pada keluhan bersama tentang kantor, lalu merembet ke urusan pribadi. Dari sini muncul rasa empati, merasa dipahami, lalu timbul rasa nyaman. Tanpa disadari, rasa nyaman itu berkembang menjadi ketertarikan, hingga akhirnya menyeret pada perselingkuhan.

Inilah cara setan memperdaya manusia: perlahan, bertahap, selangkah demi selangkah, tanpa disadari. Sering kali setan tidak langsung mendorong pada perbuatan keji yang besar, melainkan melalui tahapan yang membuat manusia merasa semuanya biasa saja.

Oleh karena itu, laki-laki harus waspada, karena wanita merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Perhatikan pula bahwa Bani Israil mengalami kerusakan, salah satunya disebabkan oleh wanita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ

“Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742)

Di sisi lain, seorang perempuan juga perlu menyadari hal ini. Jangan mudah membuka pintu kedekatan dengan laki-laki lain yang bukan mahram. Menjaga diri dari perselingkuhan bukan dimulai ketika godaan sudah besar, tetapi sejak awal dari hal-hal kecil yang sering diremehkan.

Artikel www.muslimafiyah.com
Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp. PK
(Alumnus Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta)

Konsultasi Kesehatan Mental

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button