AdabBimbingan Islam

Bersyukur Memiliki Suami yang Menjaga Diri dan Punya Hobi yang Jelas

[Rubrik: Faidah Ringkas]

Di zaman yang penuh dengan godaan seperti hari ini, seorang istri patut bersyukur ketika Allah menganugerahkan kepadanya suami yang memahami agama dan berusaha menjaga agamanya dengan baik. Suami yang mau ngaji, mau belajar agama, dan takut kepada Allah adalah nikmat besar yang sering kali tidak disadari nilainya.

Karena sejatinya, di tengah terbukanya pintu-pintu maksiat, yang benar-benar mampu menahan seorang laki-laki dari perzinaan bukan sekadar status pernikahan, melainkan rasa takut kepada Allah. Tanpa rasa takut kepada-Nya, batasan-batasan mudah dilanggar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan bahwa fitnah terbesar bagi laki-laki adalah perempuan. Beliau bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Hal ini dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.” (QS. Ali Imran: 14)

Wanita dalam ayat ini disebutkan terlebih dahulu daripada anak dan kenikmatan dunia lainnya, menunjukkan bahwa wanita adalah godaan terbesar bagi lelaki. Ini bukan untuk menyalahkan wanita, melainkan penegasan tentang kecenderungan laki-laki dan ujian yang Alla tetapkan baginya. Fitrahnya laki-laki adalah memiliki ketertarikan kepada wanita. Maka jika tidak diarahkan dengan benar, fitrah ini bisa berubah menjadi fitnah.

Oleh karenanya para istri juga perlu memahami satu hal penting: laki-laki membutuhkan penyaluran energi dan perhatian melalui kegiatan yang positif. Di sinilah pentingnya hobi yang jelas dan sehat. Ada laki-laki yang menyalurkan energinya dengan futsal, naik gunung, lari, memanah, atau olahraga lainnya. Aktivitas-aktivitas seperti ini bukan sekadar kesenangan, tetapi juga sarana menjaga diri.

Ketika seorang suami memiliki hobi yang jelas, terarah, dan tidak melanggar syariat, sejatinya itu adalah nikmat. Justru patut disyukuri dan didukung. Sebab, jika seorang laki-laki tidak memiliki penyaluran yang sehat, sementara dorongan fitrahnya terus ada, dikhawatirkan ia akan mencari pelampiasan yang keliru. Na‘udzubillah.

Artikel www.muslimafiyah.com
Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp. PK
(Alumnus Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta)

Konsultasi Kesehatan Mental

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button