Home / Bimbingan Islam / Orang Yang Sakit Selayaknya Bergembira

Orang Yang Sakit Selayaknya Bergembira

b4

“Mengapa sakit saya tidak sembuh-sembuh?”

”Mengapa sakit saya sedemikian beratnya?”

“Kenapa mesti saya yang sakit?”

 

Mungkin inilah sebagian perkataan atau bisikan setan yang terbesit dalam hati orang yang sakit. Perlu kita ketahui bahwa sakit merupakan takdir Allah dan menurut akidah (kepercayaan) seorang muslim yang beriman bahwa semua takdir Allah itu baik dan ada hikmahnya, berikut ini tulisan ringkas yang senoga bisa mencerahkan hati orang-orang yang sakit yang selayaknya mereka bergembira

 

Sakit adalah ujian, cobaan dan takdir Allah

Hendaknya orang yang sakit memahami bahwa sakit adalah ujian dan cobaan dari Allah dan perlu benar-benar kita tanamkan dalam keyakinan kita yang sedalam-dalamya bahwa ujian dan cobaan berupa hukuman adalah tanda kasih sayang Allah. Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ،

فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.”[1]

 

Dan beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا

وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan  baginya di dunia”[2]

 

Mari renungkan hadits ini, apakah kita tidak ingin Allah menghendaki kebaikan kapada kita? Allah segerakan hukuman kita di dunia dan Allah tidak menghukum kita lagi di akhirat yang tentunya hukuman di akhirat lebih dahsyat dan berlipat-lipat ganda. Dan perlu kita sadari bahwa hukuman yang Allah turunkan merupakan akibat dosa kita sendiri, salah satu bentuk hukuman tersebut adalah Allah menurunkannya berupa penyakit.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ

وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَْ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ

قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَْ أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ

مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [3]

 

Ujian juga merupakan takdir Allah yang wajib diterima minimal dengan kesabaran, Alhamdulillah jika mampu diterima dengan ridha bahkan rasa syukur. Semua manusia pasti mempunyai ujian masing-masing. Tidak ada manusia yang tidak pernah tidak mendapat ujian dengan mengalami kesusahan dan kesedihan. Setiap ujian pasti Allah timpakan sesuai dengan kadar kemampuan hamba-Nya untuk menanggungnya karena Allah tidak membebankan hamba-Nya di luar kemampuan hamba-Nya.

 

Sakit manghapuskan dosa-dosa kita

Orang yang sakit juga selayaknya semakin bergembira mendengar berita ini karena kesusahan, kesedihan dan rasa sakit karena penyakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya. Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”[4]

 

Dan beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،

حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”[5]

 

Bergembiralah saudaraku, bagaimana tidak, hanya karena sakit tertusuk duri saja dosa-dosa kita terhapus. Sakitnya tertusuk duri tidak sebanding dengan sakit karena penyakit yang kita rasakan sekarang.

 

Sekali lagi bergembiralah, karena bisa jadi dengan penyakit ini kita akan bersih dari dosa bahkan tidak mempunyai dosa sama sekali, kita tidak punya timbangan dosa, kita menjadi suci sebagaimana anak yang baru lahir. Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ

حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.”[6]

 

Hadits ini sangat cocok bagi orang yang mempunyai penyakit kronis yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya dan vonis dokter mengatakan umurnya tinggal hitungan minggu, hari bahkan jam. Ia khawatir penyakit ini menjadi sebab kematiannya. Hendaknya ia bergembira, karena bisa jadi ia menghadap Allah suci tanpa dosa. Artinya surga telah menunggunya.

Melihat besarnya keutamaan tersebut, pada hari kiamat nanti, banyak orang yang berandai-andai jika mereka ditimpakan musibah di dunia sehingga menghapus dosa-dosa mereka dan diberikan pahala kesabaran. Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَّ جُلُودَهُمْ قُرِضَتْ بِالْمَقَارِيضِ

مِمَّا يَرَوْنَ مِنْ ثَوَابِ أَهْلِ الْبَلاَءِ.

Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia.[7]

Bagaimana kita tidak gembira dengan berita ini, orang-orang yang tahu kita sakit, orang-orang yang menjenguk kita ,orang-orang yang menjaga kita sakit,  kelak di hari kiamat sangat ingin terbaring lemah seperti kita tertimpa penyakit.

 

Meskipun sakit, pahala tetap mengalir

Mungkin ada beberapa dari kita yang tatkala tertimpa penyakit bersedih karena tidak bisa malakukan aktivitas, tidak bisa belajar, tidak bisa mencari nafkah dan tidak bisa melakukan ibadah sehari-hari yang biasa kita lakukan. Bergembiralah karena Allah ternyata tetap menuliskan pahala ibadah bagi kita yang biasa kita lakukan sehari-hari. Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

إذا مرض العبد أو سافر كتب له مثل ما كان يعمل مقيما صحيحا

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang melakukan safar, Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.”[8]

Subhanallah, kita sedang berbaring dan beristirahat akan tetapi pahala kita terus mengalir, apalagi yang menghalangi anda untuk tidak bergembira wahai orang yang sakit.

 

Sesudah kesulitan pasti datang kemudahan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراْْْ, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً ً

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”[9]

 

Ini merupakan  janji Allah, tidak pernah kita menemui manusia yang selalu merasa kesulitan dan kesedihan, semua pasti ada akhir dan ujungnya. Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan, susah-senang, lapar-kenyang, kaya-miskin, sakit-sehat. Salah satu hikmah Allah menciptakan sakit agar kita bisa merasakan nikmatnya sehat. sebagaimana orang yang makan, ia tidak bisa menikmati kenyang yang begitu nikmatnya apabila ia tidak merasakan lapar, jika ia merasa agak kenyang atau kenyang maka selezat apapun makanan tidak bisa ia nikmati. Begitu juga dengan nikmat kesehatan, kita baru bisa merasakan nikmatnya sehat setelah merasa sakit sehingga kita senantiasa bersyukur, merasa senang dan tidak pernah melalaikan lagi nikmat kesehatan serta selalu menggunakan nikmat kesehatan dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

 

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

 

“Ada dua kenikmatan yang sering terlupakan oleh banyak orang: nikmat sehat dan waktu luang.”[10]

 

Bersabarlah dan bersabarlah

Kita akan mendapatkan semua keutamaan tersebut apabila musibah berupa penyakit ini kita hadapi dengan sabar. Agar kita dapat bersabar, hendaknya kita mengingat keutamaan bersabar yang sangat banyak. Allah banyak menyebutkan kata-kata sabar dalam kitab-Nya.

 

Berikut adalah beberapa keutamaan bersabar:

Sabar memiliki keutamaan yang sangat besar di antaranya:

1. Mendapatkan petunjuk. Allah Ta’ala berfirman:

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”[11]

2. Mendapatkan pahala yang sangat besar dan keridhaan Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

“sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar diberikan pahala bagi mereka tanpa batas.”[12]

3. Mendapatkan alamat kebaikan dari Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia, sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hamba-Nya maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia penuhi balasannya nanti di hari kiamat.”[13]

4. Merupakan anugrah yang terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah Allah menganugrahkan kepada seseorang sesuatu pemberian yang labih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.”[14]

 

Hindarilah hal ini ketika sakit

Ketika sakit merupakan keadaan dimana seseorang lemah fisik dan psikologis bahkan bisa membuat lemah iman. Oleh karena itu kita mesti berhati-hati agar kondisi ini tidak di manfaatkan oleh syaitan. Ada beberapa hal yang harus kita hindari ketika sakit.

1. berburuk sangka kepada Allah atau merasa kecewa bahkan marah kepada takdir Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba kepada-Ku, jika ia berprasangka baik, maka aku akan berbuat demikian terhadapnya. Jika ia berprasangka buruk, maka aku akan berbuat demikian terhadapnya.”[15]

2. Menyebarluaskan kabar sakit dan mengeluhkannya

Merupakan salah satu tanda tauhid dan keimanan seseorang bahwa ia berusaha hanya mengeluhkan keadaannya kepada Allah saja, karena hanya Allah yang bisa merubah semuanya. Sebaliknya orang yang banyak mengeluh merupakan tanda bahwa imannya sangat tipis. kita boleh mengabarkan bahwa kita sakit tetapi tidak untuk disebarluaskan dan kita kelauhkan kepada orang banyak

3. membuang waktu dengan melakukan pekerjaan yang sia-sia selama sakit

Misalnya banyak menonton acara-acara TV, mendengarkan musik, membaca novel khayalan dan mistik, hendaknya waktu tersebut di isi dengan muhasabah, merenungi, berdzikir, membaca Al-Quran dan lain-lain.

4. Tidak memperhatikan kewajiban menutup aurat

Hal ini yang paling sering dilalaikan ketika sakit. walaupun sakit tetap saja kita berusaha menutup aurat kita selama sakit sebisa mungkin. Lebih-lebih bagi wanita, ia wajib menjaga auratnya misalnya  kaki dan rambutnya dan berusaha semaksimal mungkin agar tidak dilihat oleh laki-laki lain misalnya perawat atau dokter laki-laki

5. Berobat dengan yang haram

Kita tidak boleh berobat dengan hal-hal yang haram, misalnya dengan obat atau vaksin yang mengandung babi, berobat dengan air kencing sendiri karena Allah telah menciptakan obatnya yang halal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit bersama obatnya, dan menciptakan obat untuk segala penyakit, maka berobatlah, tetapi jangan menggunakan yang haram.”[16]

Dan perbuatan haram yang paling berbahaya adalah berobat dengan mendatangi dukun mantra, dukun berkedok ustadz dan ahli sihir karena ini merupakan bentuk kekafiran yang bisa mengeluarkan pelakunya dari islam serta kekal di neraka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mendatangi dukun, lalu mempercayai apa yang ia ucapkan, maka ia telah kafir terhadap ajaran yang diturunkan kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam”[17].

 

Sebagai penutup tulisan ini, berikut jawaban serta jalan keluar dari Allah yang langsung tertulis dalam kitab-Nya mengenai beberapa keluhan yang muncul dalam hati manusia yang lemah[18]

Mengapa saya di uji (dengan penyakit ini)?

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. 29:2)

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. 29:3)

-Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan (berupa  kesehatan)?

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216)

-Mengapa ujian (penyakit) seberat ini?

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. 2:286)

-Saya mulai frustasi dengan ujian (penyakit) ini.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 3:139)

-Bagaimanakah saya menghadapinya?

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. 3:200)

-Apa yang saya dapatkan dari semua ini?

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka,” (QS. 9:111)

-Kepada siapa Saya berharap?

“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (QS. 9:129)

-Saya sudah tidak dapat bertahan lagi dan menanggung beban ini!

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

 

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

30 Muharram 1433 H, Bertepatan  25 Desember 2011

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Muraja’ah: ustdaz Fakhruddin, Lc [Mudir Ma’had Abu Hurairah Mataram]

artikel https://muslimafiyah.com

 

Sumber:

1. Berbahagialah wahai orang  yang sakit, Pustaka At-Tibyan

2. Mutiara faidah kitab tauhid, Ustadz Abu Isa, Pustaka Muslim

3. Fathul Majid syarh kitabit tauhid, Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh

 

 


[1] HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani  dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi

[2] HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220

[3] Al-Baqarah:155-157

[4] HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651

[5] HR. Muslim no. 2572

[6] HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399

[7] HR. Baihaqi: 6791, lihat ash-Shohihah: 2206.

[8] HR. Bukhari  dalam shahihnya

[9]  Alam Nasyrah: 5-6

[10] HR. Bukhari, no: 5933

[11] At Thaghabun: 11

[12] Az-Zumar:10

[13] HR. Tirmidzi no.2396 dalam kitabuz zuhd, Bab “ Tentang Sabar Terhadap Ujian”, dan dia berkata, “Ini hadist hasan gharib”, Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak (I/349), IV/376, 377)

[14] HR. Bukhari no. 1469 dalam kitabuz Zakat, Bab “menghindari diri untuk tidak meminta-minta”, dan Muslim no.2471 dalam Kitabuz Zakat, Bab “Keutamaan Menjaga Kehormatan dan Sabar”

[15] HR. Ahmad dan Ibnu Hibban

[16] HR. Abu Dawud

[17] HR. Ahmad di dalam Al-Musnad (II/429). Al-Hakim (I/8) dari Abu Hurairah secara marfu’.

[18] Sumber ini kami dapatkan di file komputer kami, kami tidak tahu penulisnya. jika tahu, kami akan meminta izin untuk menukilnya.

40 Comments

  1. brian says:

    assalamu’alaikum
    tapi kenapa ya, jika oarng yang sakit keras orang lain selalu meremehkannya, menganggapnya lemah, g bisa melakukan ini.. g bisa melakukan itu….
    dan menganggapnya tak berguna, padahal ketika ada yang mengalami itu seharusnya di beri semangat bukannya di caci…..

  2. alkhamdulillah,saya menemukan situs menentramkan dan memotivasi saya ,karena saya dah 1.5 bln .dirumah karena kecelakaan kaki kiri retak.dan alkhamdulillah skrng dah membaik. saya tersadarkan dan semoga selalu istiqomah tuk lebih berfikir, bersikap positif, optimis, lebih empathy, bisa istiqomah membaca alquran, istighfar,dan bisa tuk berbagi shodaqoh , amiin.

  3. surya says:

    alhamdulillah, makasih banyak mas info nya, bener-bener membuka pikiran. izin berbagi info nya ya mas..

  4. Fendhy says:

    Masyallah, sungguh menjadi penghibur hati dan cambuk semangat untuk menjalani sisa sisa hidup ini, Jazakallahukhoiron ustad, semoga Allah merahmati antum dan keluarga antum.

  5. teg says:

    Assalamu’alaikum ustadz.
    Apakah kesedihan yg besar & terus menerus akibat tertimpa penyakit jiwa ‘gay’ yg tdk kunjung sembuh jg dpt menghapus dosa? Apabila saya bersabar & menahan diri dr perbuatan liwath spt kaum nabi luth? Apakah masih ada harapan bagi org hina spt saya utk dpt masuk surganya Allah?

    • InsyaAllah jika dia bersabar dan terus berdoa serta tidak menikmati gay tersebut, bertaubat
      hatinya ikhlas dan niat ingin smbuh
      itu akan menjdi penghapus dosanya dalam proses sabarnya dan leinhinana kuat agar smbuh

  6. Iwan says:

    saya sakit sudah 1,5 tahun alhamdulillah saya syukuri nikmat banget rasanya. tapi saya kepala keluarga dengan anak yang masih kecil 1 tahun. saya kasihan lihat istri dan anak saya, bagaimana ustad?

  7. eko says:

    terima kasih artikelnya sangat bermanfaat. saya kadang sedih melihat orang2 yang sakit di RS tanpa didampingi keluarga yang bisa menyemangati. apalagi jika mereka orang yang tak mampu sering disia-siakan petugas

  8. Tabassam says:

    Jazakumullah.. artikelnya sangat membangun semangat,, membuka mata betapa dekat dan sayangnya Allah kepada hambanya.. nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan.. BarakAllah..

  9. cheepy says:

    trims 4all… hatiku terasa hidup membaca secuil artikel ini, jazakumullah

  10. Dandy modeong says:

    Saya Dandy umur 16 thun sya menderita Sakit penyakit kulit selmah 4,5 tahun ttpi brkat Usaha Dakwah dan petunjuk dari Allah SWT ,, sya hrus kuat dan bnyak Bertawakal serta brsabar,,Walaupun syah pelajar dan msih mudah entah mengapa Iman yakin rasah nya sudah masuk dalam dri sya,, Jadi InsyaAllah Buat saudarah yg sakit , lebih bnyak Bersabar serta bersrah diri pada Allah SWT,, Ikutilah Seperti Nabi Ayyub AS,,

  11. winni says:

    Alhamdulillah… setelah membaca artikel ini… saya merasa beruntung dan bergembira dengan sakit yang belum kunjung sembuh ini…. semogga sakit ini jadi penebus segala dosa-dosa saya…sehingga pada saat saya kembali kepada-Nya dengan tanpa membawa dosa. Aamiin… terima kasih ustazd…semoga setiap tinta yang tergores dalam artikel ini.. menambah timbangan amal kebaikan ustazd.

  12. Diana Amwa says:

    SubhanaAllah.. Saya jadi semangat setelah membaca artikel ini.
    Saya mengalami jantung bocor dan terlambat untuk di tangani, TIM dokter pun memutuskan tidak dapat melakukan tindakan apapun. Psikis saya sangat terguncang ketika menerima kenyataan itu. Syukur Alhamdulillah saya mempunyai Ibu yang sangat luar biasa. Harapan saya semoga saat saya kembali kepadaNya, Alloh menghapus segala dosa saya dan juga dosa orang tua saya. Aamiin ☺

    • Amin,.smga dimudahkan..

      • ricka says:

        Alhmdululillah dalam keputus asaan ini saya menemukan artikel ini, setidaknya menguatkan saya dan keyakinan saya yg putus asa dan mungkin nyaris tnp sadar tergiring kpd kekufuran dan kemusrikan,,,saya sudah 11 tahun menderit rasa sakit di bagian uluhati, lambung usus hingga perut rahim, sakit yg teramat sangat, smp” jika sdg kambuh rasa nya ingin Allah mencabut nyawa saya pd saat itu jg,,biasanya penyakit ini kambuh setiap pd saat haid, tetapi 5 bulan trakhir ini rasa sakitnya terasa setiap hari dan sungguh suatu penyiksaan berat buat saya,,,bertahun tahun berbagai macam cara saya coba utk mengobatinya spy bisa sembuh, dokter pun angkat tangan tdk tau apa penyakit dan penyebabnya, 3x d cek USG pun semuanya normal tdk ada nampak penyakit, subhanallah ini sungguh” kekuasaan Allah,,
        Ujian yg menghiasi hidup saya pun tdk hanya penyakit bhkn yg lain”nya, kluarga, rumah tangga hingga belum di berikannya keturunan d usia saya yg sdh hampir 40th ini,,, kadang saya berfikir apakah Allah mengabaikan do’a do’a saya slma bertahun” ??… Bukankah Allah maha mendengar?

      • Alhamdulillah, tetap berdoa dan berusaha,
        smga anda dimudahkan

  13. mashuri says:

    Selain tuhan adalah makhluk
    Sifat buruk adalah makhluk
    jadi terserah tuhanlah bagaimana nasib makhluk -Nya
    tanpa pertolongan tuhan manusia tidak bisa menemukan jalan yang benar
    Yang penting serahkan diri kita kepada yang kuasa supaya dimudahkan jalan hidayah untuk berbuat kebajikan dan kasih sayang.
    Allah menciptakan yang cacat dan sehat
    Jadi terhadap orang yang cacat fisik maupun jiwa yang tidak normal janganlah engkau menghindarinya dan mengucilkannya kasihanilah mereka sebagaimana alloh telah mengasihimu

  14. ummu sumayyah says:

    Masya allah… Saya jadi bahagia dan menangis terharu membaca artikel ini. Saya sedang hamil muda hyperemesis.. Jazaakallahu khairan ya pak dokter.. Barrokallahu fiik..

  15. agust says:

    Alhamdulillah,Aamiin semoga di tabah kan hati nya dn cept sembuh Ya Allah yang kuasa dn segala-gala nya..Aamiin

  16. M. Taufiq Akbari says:

    Alhamdulillah.. Ustad saya langsung menangis dan bahagia.. Saya sdh 3 bulan sakit, artikel ini menjadi penyemangat semangat saya dan introspeksi bagi diri saya, agar tidak terjerumus ke dosa syirik… Semoga Allah mengampuni dosa saya.. Amin ya Allah..

  17. hendi says:

    alhamdulillah,ya alloh mdh”an Engkau limpahkan keberkahan bagi penulis blog ini,karenanya aku bisa menikmati sakit ini

  18. FD says:

    Assalamualaikum
    Saya telah 4 tahun lebih menderita penyakit vitiligo dari umur saya 11 tahun hingga sekarang. Awalnya saya merasa hidup ini tidak adil karena telah diberi penyakit yang seperti kanker ini. Kesana kemari saya dan ortu saya mencari obat namun penyakit ini tak kunjung sembuh. Saya merasa putus asa. Namun saat saya berusia 13 tahun saya sadar Allah tak akn memberikan cobaan melampaui kemampuan hambanya. Dan juga saya mendengar bahwa penyakit yang kita derita bisa menghapus dosa. Sebab itu lh saya sekarang lebih mendekatkan diri kepada Allah. Saya mencoba bersabar dlm menjalani hidup, tak peduli apa yang dikatakan orang lain sesungguhnya Allah lah yang lebih mengetahui. Menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Karna saya berfikir bahwa Allah itu sayang kepada saya hingga memberikan cobaan yg berat ini kepada saya, karna hnya orang2 yg kuat lh yg di berikan cobaan yg berat. Insya Allah saya akan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik dimata Allah. Ini sedikit cerita dari saya salah kata mohon maaf. Assalamualaikum wr wb

  19. Fitri says:

    Assalamualaikum,

    Saya mau cerita dikit, orang tua saya skrng sedang sakit sudah 2bln kurang lebih nya, sudah di rawat dirumah sakit sudah gonta ganti dokter, cuma saya bingung, kalau dilihat dr penyakitnya dia terkena anemia tp selalu merasa kesakitan, kami sebagai keluarga terus terang kebingungan mau di gimanain, kadang terlihat sehat makan nya banyak, tp bisa tiba2 merasa kesakitan…
    Yang lebih menyedihkan, kadang terlihat dia sedang melamun, seperti banyak sekali yg difikirkan nya….
    Sebenarnya kalau dilihat dr medis dia tdk sakit parah, tp fikiran nya lah yg membuat dia sakit 🙁

    tolong bagaimana cara berbicara yg baik agar dia tidak tersinggung jika mau dikasih arahan untuk tidak terlalu banyak fikiran

    Makasih

    • wa’alaikumussalam, mngkin bisa dibawa ke psikologi untuk tips menguatkan mental, dibawa juga ke ustadz yg bisa memebrikan nasehat akan kesabaran dan kepercayaan takdir Allah, semoga dimudahkan

  20. Vahn says:

    Assalamualaikum pak ustad.
    Air mata saya berlinang membaca tulisan ini. Smoga cobaan ataupun rasa sedih dan sakit yang diderita akan benar2 menggugurkan smua dosa kita.
    Sungguh tulisan ini menenangkan hati setelah membacanya, saya akan coba berprasangka baik terhadap semua yg diputuskan oleh Allah.Allah Maha tahu sedangkan kita apa.
    Memang segala sesuatu kejadian ada hikmahnya, salah satunya karna cobaan saya bisa jadi lebih jauh mengingat Allah, dan ingin slalu mendekatkan diri pada Nya.

    Kalo seandainya cobaan ini tidak datang, mungkin saya akan selalu berlalai2 dlm hal untuk Allah.
    Mohon doanya pak ustad, smoga selalu diberi kesabaran, iman yg lebih baik dan ketetapan hati kepada Allah.
    Amiinn.

    Terima Kasih..

  21. Anom says:

    Terima kasih, artikel ini benar-benar memberi saya motivasi, membuat saya lebih mensyukuri dan menikmati penyakit ini 🙂

  22. Rielman Sukmawardana says:

    Alhamdulillah.
    Terima kasih atas niat baik dan artikel ini.
    Semoga saya dapat lebih bersabar dalam mengarungi hidup ini.

  23. crysans says:

    alhamdulillah saya benar2 mersa bersyukur telah membaca bahkan temotifasi untuk selalau berprasangka baik pada alloh, semenjak saya menerima ujian berupa sakit saya selalu resah , cemas apakah ini azab dariNya, dan disisi lain saya berfikir semua terjadi karena takdir alloh. dulu saya slalu bilang kenapa saya dihukum didunia ini, jangan sekarang ya rabb, sampai saya berucap seperti itu,
    apakah alloh mau memaafkan saya, setelah sadar ternyata sakit yg dialami didunia ini untuk membersihkan dosa dan kesalahan2 kita, saya semakin takut jika alloh murka dengan saya.
    saya benar2 berharap alloh mau mengampuni saya.
    banyak yang sakit berat dan meninggal kebanyakan orang2 membicarakannya sebagai hukuman dan yang lainnya, asstagfirulloh sungguh jika sakit didunia itu adalah pembersihan diri kita

  24. Ini merupakan hiburan bagi orang yang sedang sakit dan harapan untuk terus bersabar dalam mencari kesembuhan.

Leave a Reply