Fiqh

Perbedaan Pendapat Jual Beli Emas Digital Atau Simpan Emas Digital di Bank, Kami Pribadi Memilih Pendapat Lebih Baik Tidak Dilakukan

Emas digital adalah kepemilikan emas yang dibeli secara online disimpan oleh penyedia (platform) semisal bank dll, dicatat secara digital, bukan dipegang fisik oleh pemilik, kita akan mendapat nomor seri batangan emas tersebut.

Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait jual beli emas digital atau simpan emas digital di bank.

Ulama yg tidak membolehkan karena berpegang dengan prinsip utama “YADAN BIYADIN” harus transaksi tunai dan tidak boleh ditunda serah terima barang, ini disebut qabdh hakiki.

Hal ini untuk melindungi kekayaan seseorang karena emas adalah salah satu tolak ukur kekayaan dan mencegah dominasi & monopoli orang tertentu.

Beberapa ulama kontemporer membolehkan emas digital dengan syarat :

  1. Emas benar-benar ada secara fisik
  2. Emas milik penuh pembeli
  3. Bisa ditarik atau diambil kapan saja
  4. Tidak ada bunga, spekulasi, atau unsur judi
  5. Akadnya jual beli emas, bukan utang atau derivatif

Serah terima tidak harus qabdh hakiki dianggap qabdh hukmi yaitu kepemilikan sah meski tidak di tangan, jika bisa diambil kapan saja.

Yang membolehkan seperti MUI, dalam fatwa DSN-MUI dan praktek bank Rajhi Saudi dengan fatwa ulama mereka.

Kami pribadi menghormati pendapat yg membolehkan dan ingin praktek, silahkan saja, tapi kami pribadi saat ini memilih untuk tidak menabung/membeli emas digital karena lebih hati-hati.
الْخُرُوجُ مِنَ الْخِلَافِ مُسْتَحَبٌّ
“Keluar dari khilaf (perbedaan pendapat) itu dianjurkan.”

Terlebih membaca berita “Kasus Gagal Bayar Emas Digital di China”

https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/05/143000865/kasus-gagal-bayar-emas-digital-di-china-jadi-alarm-ini-risiko-yang-perlu

Karena sangat berpotensi emasnya tidak ada dengan perbandingan 1:1, tapi emas digitalnya dijual terus, sejarah uang kertas juga demikian, dahulunya ada jaminan emas, sekarang tidak ada.

Yang terpenting kita kerja keras dan cari rezeki serta qanaah, semoga kita smeua dimudahkan rezekinya. aamin

Salam
Raehanul Bahraen

Konsultasi Kesehatan Mental

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button