Home / Adab / Aktivis Dakwah dan Sedekah Sembunyi-Sembunyi

Aktivis Dakwah dan Sedekah Sembunyi-Sembunyi

Aktivis dakwah dan para da’i tentunya bersemangat menyampaikan hal-hal kebaikan dan mengajak manusia untuk melakukannya, akan tetapi ada kalanya mereka tidak bisa mengamalkan apa yang didakwahkan. Bisa jadi karena niat dakwah yang tidak ikhlas yaitu dakwah menyeru kepada dirinya sendiri, bukan dakwah menyeru kepada Allah (agar diri terkenal dan dikenal orang yang berilmu) atau terlalu hanyut dalam maksiat dan dosa tanpa segera bertaubat, sehingga sulit untuk mengamalkan apa yang telah dipelajari atau yang didakwahkan.

Menyeru kebaikan kepada manusia, padahal tidak berniat melakukannya atau tidak berusaha mengamalkannya akan mengantarkan kepada KEMURKAAN Allah.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar KEMURKAAN (kebencian) di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”  (QS. Shaff : 2-3)

Agar terhindar dari KEMURKAAN Allah, hendaklah kita para aktivis dakwah (termasuk yang rajin posting materi agama) sering melakukan amal bersedekah secara sembunyi-sembunyi, karena amal ini akan meredam KEMURKAAN Allah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ.

“Sedekah secara sembunyi-sembunyi itu meredamkan KEMURKAAN Rabb (Allah).” [HR. Ath-Thabrani, Silsilah Ash Shahihah, no. 1908]

Sedekah yang tidak harus banyak, tetapi ikhlas dan istiqamah. misalnya:

-Memasukkan uang ke kotak infak masjid secara diam-diam ketika tidak ada yang melihat

-Memberikan sedekah kepada fakir miskin, anak yaitm, para janda melalui orang lain dan meminta agar indentitas kita dirahasiakan

Semoga para aktivis dakwah selalu ikhlas dalam dakwahnya. Semoga Allah membalas pahala yang sangat banyak kepada para aktivis dakwah dan semoga kita semua terhindar dari kemurkaan Allah

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply