Home / Aqidah / Belajar Tauhid Itu Membahagiakan

Belajar Tauhid Itu Membahagiakan

Saudaraku,

Renungkan Tulisan berikut (ditulis oleh ustadz Yulian Purnama hafidzahullah):

“Kajian tentang kunci-kunci rezeki, rame. Tapi kajian tentang pokok-pokok tauhid, sepi.

Kajian tentang fikih muamalah dan bisnis, penuh. Kajian tentang fikih shalat dan thaharah, cuma satu shaf.

Kajian parenting tentang kiat agar anak rajin, kreatif, dan berkarakter, biasanya rame. Tapi kajian tentang menumbuhkan tauhid dan akidah yang benar di keluarga, biasanya sepi.

Jangan-jangan selama ini kita ikut kajian untuk cari dunia??
Semoga Allah memberi taufik untuk kita semua.” [selesai nukilan]

Saudaraku,

Muslim yang tidak atau kurang tertarik mempelajari tauhid, sebenarnya belum terlalu paham apa itu tauhid dan apa saja yang dipelajari dalam pelajaran Tauhid.[1]

Ketauhilah, pelajaran tauhid itu membahas hampir seluruh cara agar bagaimana kita bahagia di dunia ini, tentunya bagaimana agar kita lebih bahagia dan selamat dia akhirat.[2]

Terkadang kita lalai dan perlu diingatkan terus bahwa tauhid adalah tujuan utama seorang muslim hidup di dunia ini.[3]

Tauhid adalah yang pertama kali dipelajari, pertama kali diamalkan dan didakwahkan, sangat tidak layak apabila kita tidak tertarik lagi membahas dan mempelajari tauhid.[4]

Bahkah tauhid adalah pelajaran yang diulang-ulang terus sepanjang hidup kita, karena belajar tauhid terkait dengan keimanan, dan keimanan itu naik dan turun, sedangkan pelajaran lain bisa jadi hanya sekali saja kita pelajari.[5]

Tauhid juga mengajarkan bagaimana suatu negara menjadi berkah dan makmur serta memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.[6]

Tauhid juga mengajarkan seorang muslim merasa aman pada dirinya, keluarga, rumah dan kaumnya. Nikmat aman adalah nikmat paling besar, tanpa rasa aman, maka kehidupan sulit dan susah semuanya.[7]

Tauhid juga menjadi solusi bagi orang yang merasa menganggur dan tidak punya pekerjaan, karena tauhid mengajarkan tawakkal sebagaiman tawakkalnya burung.[8]

Masih banyak keutamaan tauhid dan materi yang masih harus kita pelajari. Semisal ada beberapa nama-nama yang melanggar tauhid dan harus diganti (semoga bukan nama kita).[9]

Mari kita semangat terus belajar dan mendakwahkan tauhid.[10]

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

Catatan kaki:

[1] Silahkan baca tulisan kami: “Belajar Tauhid Ternyata Tidak Sesederhana yang Ku Kira

https://muslimafiyah.com/belajar-tauhid-ternyata-tidak-sesederhana-yang-ku-kira.html

[2] Silahkan baca tulisan kami: “Tiga Tanda Kebahagiaan dalam Pelajaran TAUHID

https://muslimafiyah.com/tiga-tanda-kebahagiaan-dalam-pelajaran-tauhid.html

[3] Silahkan baca tulisan kami: “Menyibak Tauhid di Beranda medsosku”

https://muslimafiyah.com/menyibak-tauhid-di-beranda-medsosku-2.html

[4] Silahkan baca tulisan kami: “Semoga Kita Selalu Memprioritaskan Dakwah Tauhid

https://muslimafiyah.com/semoga-kita-selalu-memprioritaskan-dakwah-tauhid.html

[5] Silahkan baca tulisan kami: “Tauhid Adalah Pelajaran yang Terus Diulang-ulang dan Seumur Hidup Dipelajari

https://muslimafiyah.com/tauhid-adalah-pelajaran-yang-terus-diulang-ulang-dan-seumur-hidup-dipelajari.html

[6] Silahkan baca tulisan kami: “Tanah yang Tandus tapi Makmur dan Berkah

https://muslimafiyah.com/tanah-yang-tandus-tapi-makmur-dan-berkah.html

[7] silahkan baca tulisan kami: “TAUHID memberikan Rasa Aman dengan Izin Allah

https://muslimafiyah.com/tauhid-memberikan-rasa-aman-dengan-izin-allah.html

[8] silahkan baca tulisan kami: “Maksud Tawakkal Seperti Burung

https://muslimafiyah.com/maksud-tawakkal-seperti-burung.html

[9] silahkan baca tulisan kami: “Pemberian Nama Juga Diatur dalam Pelajaran Tauhid

https://muslimafiyah.com/pemberian-nama-juga-diatur-dalam-pelajaran-tauhid.html

[10] Silahkan baca tulisan kami: “Ulangi Terus Dakwah Tauhid-mu

Ulangi Terus Dakwah Tauhid-mu

 

Leave a Reply