Home / Adab / Benarkah Bumi Datar Berdasarkan Surat Al-Kahfi?

Benarkah Bumi Datar Berdasarkan Surat Al-Kahfi?

Bagi sebagian orang, mungkin menganggap pembahasan bumi datar atau bulat sia-sia atau tidak perlu, tapi pendapat pribadi saya, ini perlu
Alasannya:
1. Tidak sedikit yang memaksakan pendapat pakai ayat-ayat dan hadits ngotot bumi itu datar atau ngotot bulat, padahal ada ikhtilaf ulama dalam hal ini dan pendapat terkuat: tidak ada dalil tegasnya apakah bumi bulat atau datar
2. Beberapa guru ada yang terpengaruh ketika mengajarkan anak-anak kita di sekolah, bingung mengajarkan anak-anak kita mengenai gravitasi, penganggaln, gerhana, teori pasang surur, musim panas dan dingin serta banyak teori terkait
Intinya kembalikan pada ahlinya yaitu ilmuan dunia dengan ilmiah dan jurnal terpercaya

Silahkan googling, sudah banyak ilmuan dunia baik muslim maupun non-muslim yang membuat tulisan ilmiah sebagai jawaban terhadap video bumi datar yang tersebar. Tidak benar propaganda bumi itu datar, hanya permainan otak-atik saja yang bisa mempengaruhi orang awam atau orang yang tidak mau bertanya pada ahlinya
Berikut video ilmuan muslim pangeran Saudi putra Raja Salman yang tinggal di satelit dan menjalani bulan Ramadhan di sana (klik link):


Kemudian jawaban ilmiah bagi flath earth (klik link)

https://m.kaskus.co.id/thread/57cf656862088171708b4567/menjawab-flat-earth-101-mengungkap-kebohongan-propaganda-bumi-datar/
Maaf, banyak yang membawa-bawa agama dan poinnya adalah terlalu ngotot memaksakan bahwa Islam menetapkan bumi adalah datar. Ini tidak tepat.
Telah kami bahas panjang lebar melalui artikel yang cukup panjang bagaimana pandangan Islam mengenai bumi apakah datar atau bulat yang kesimpulannya adalah:

Tidak ada dalil atau nash yang tegas apakah bumi datar atau bulat sehingga dikembalika pada ilmuan dan fakta ilmiah, yaitu bumi itu bulat
Silahkan baca tulisan kami (klik link)

Apakah Bumi Bulat Bola Atau Datar Menurut Pandangan Syariat?


Ada satu ayat Al-Quran yang sering digunakan oleh pendukung Flath Earth yang menyatakan bumi datar. Akan tetapi ini tidak tepat:
1. Karena maksud datar di situ adalah gambaran pada hari kiamat, bukan bumi yang sekarang. Awal ayatnya sudah menjelaskan “gunung akan diperjalankan” yaitu kejadian hari kiamat
2. Itupun tidak tegas “melihat bumi itu datar”. Bumi bulat pun sekarang terlihat datar oleh manusia.
Ayat tersebut:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. (QS. Al-Kahfi: 47).
Mari kita lihat tafsir para ulama:
Ibnu Katsir menafsirkan “melihat bumi datar”, maksudnya dalam keadaan datar tanpa bangunan, gunung dan pohon. Beliau membawa tafsir perkataan Qatadah dan Mujahid, Tabi’in ahli tafsir.

 ﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ : ﻻ ﺑﻨﺎﺀ ﻭﻻ ﺷﺠﺮ 
“Tidak ada bangunan dan pohon-pohon” (Tafsir Ibnu Katsir)
Demikian juga Al-Baghawi dalam tafsirnya, beliau berkata:
ﻇﺎﻫﺮﺓ ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺷﺠﺮ ﻭﻻ ﺟﺒﻞ ﻭﻻ ﻧﺒﺎﺕ 
“Nampak jelas tidak ada pohon-pohon, gunung dan tumbuh-tumbuhan.” (Tafsir Al-Baghawi)
Al-Qurthubi juga menjelaskan demikian, beliau berkata:
ﻇَﺎﻫِﺮَﺓ , ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻳَﺴْﺘُﺮﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺟَﺒَﻞ ﻭَﻟَﺎ ﺷَﺠَﺮ ﻭَﻟَﺎ ﺑُﻨْﻴَﺎﻥ ; ﺃَﻱْ ﻗَﺪْ ﺍُﺟْﺘُﺜَّﺖْ ﺛِﻤَﺎﺭﻫَﺎ ﻭَﻗُﻠِﻌَﺖْ ﺟِﺒَﺎﻟﻬَﺎ , ﻭَﻫُﺪِﻡَ ﺑُﻨْﻴَﺎﻧﻬَﺎ 
“Nampak jelas, tidak ada yang tersebar di atas bumi berupa gunung, pohon, bangunan. Telah habis buah pohon dam dicabut gunung dan dihancurkan bangunan.” (Tafsir Al-Qurthubi)
Demikian semoga bermanfaat
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply