Home / Aqidah / Kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam Aslinya Tidak di Dalam Masjid

Kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam Aslinya Tidak di Dalam Masjid

#IndonesiaBertauhid

-Pelajaran TAUHID membahas bagaimana Allah diibadahi tunggal, tidak disekutukan dan tanpa perantara dalam Ibadah

-Ini dia nih, dalil yang digunakan oleh mereka yang memperbolehkan adanya kuburan dalam masjid atau ibadahnya selalu ada kaitan dengan kubur tertentu

-Memang ada lho, kelompok yang mereka “mengagungkan kubur” tertentu, bahkan berlebihan sampai meminta kepada penghuni kubur, menjadikan perantara doa penghuni kubur agar disampai ke Allah padahal Allah Maha mendengarkan doa

-Akal jernih dan logika manusia pasti tidak membenarkan ibadah di kuburan, ya iya dunk, karena kuburan adalah tempat manusia dikuburkan bahkan sebagian menilai kubur itu “angker”, gimana mau ibadah?

-Itu kubur lho, jelas aqidah Ahlus sunnah menyatakan orang yang sudah mati tidak bisa lagi berhubungan dengan manusia karena sudah beda alam

-Demikian juga syariat, berusaha menutupi celah ini, jangan sampai kubur menjadi tempat ibadah, baik digabungkan dengan masjid atau kubur sendiri aja

-Mengenai kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam iyang sekarang di “terkesan” terletak di dalam masjid Nabawi padahal aslinya bukan

Ini jawabannya:

1. Masjid Nabawi tidak dibangun bergabung dengan kuburan

2. Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak dikubur di dalam Masjid, tetapi di rumah ‘Aisyah yang bersebelahan dengan masjid. Beliau dikubur di situ karena Seorang Nabi jika meninggal akan dikubur ditempat meninggalnya

3. Rumah Aisyah masuk perluasan masjid Nabawi, sehingga kubur masuk di dalamnya dan hal ini juga ditentang oleh sebagian ulama Tabi’in semisal Said bin Musayyib

4. Sekarang kubur beliau tidak termasuk daerah masjid karena sudah dipisahkan dan disekat dengan tiga lapis sehingga areanya terpisah

-Kubur dan masjid hal yang berbeda tentunya dan ini sudaj diperingatkan karena kaum-kaum sebelumnya sudah melakukan kesalahan ini, mereka menjadikan kubur tertentu sebagai masjid (tempat ibadah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّى أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

“Ingatlah bahwa orang sebelum kalian, mereka telah menjadikan kubur nabi dan orang sholeh mereka sebagai masjid. Ingatlah, janganlah jadikan kubur menjadi masjid. Sungguh aku benar-benar melarang dari yang demikian” (HR. Muslim no. 532).

-Demikian juga perintah agar jangan menjadikan rumah-rumah kaliam sebagai kuburan, maksudnya apa?

maksudnya gak pernah ada ibadah di rumah, gak pernah ada shalat atau bacaan Al-Quran, seperti kuburan aja

Iya, karena kuburan itu memang bukan tempat ibadah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻠُﻮﺍ ﺑُﻴُﻮﺗَﻜُﻢْ ﻣَﻘَﺎﺑِﺮَ

“Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan” (HR.Muslim no. 1860)

-Memang pelajaran TAUHID menjadikan manusia cerdas, paling sesuai dengan fitrah dan logika, ibadah di masjid aja, gak perlu ke kuburan, apalagi kubur yang ada “sumbangan” atau “semacam tiket masuk”

@Perum PTSC, Cileungsi, Bogor

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

One Comment

Leave a Reply