Home / Bahasa Arab / Luas Dan Telitinya Ungkapan Dengan Bahasa Arab

Luas Dan Telitinya Ungkapan Dengan Bahasa Arab

Tidak diragukan lagi bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang dipilih Allah untuk Al-Quran, bahasa yang unik dan menjadi sorotan kali ini adalah. Bahasa Arab ungkapannya luas, kaya kosa kata dan teliti dalam merinci suatu hal. Sampai-sampai dahulu ketika awal-awal kami memeplajarinya. Ada teman kami yang bekerja di Arab saudi berkata (kurang lebih maknanya),

“Bahasa Arab sangat kaya kosa kata, sampai-sampai orang yang tidak bisa ngomong huruf “R” bisa berbicara dan memilih kata yang tidak ada huruf “R”nya.”

Ketika sudah mempelajari bahasa Arab, tenyata ucapannya ada benarnya juga. Walaupun kami belum menemukan langsung kasus atau orang yang ia maksud.

 

Kaya Akan perbendaharaan kosa-katanya

misalnya untuk kosa-kata “kuda” maka dalam bahasa Arab seperti berikut:
-Khail (خيل ) sekumpulan kuda
-Faras (فرس ) seekor kuda (jantan atau betina)
-Hison (حصان ) kuda jantan
-Hajr ( حجر) kuda betina
-Mahr ( مهر) anak kuda jantan
-Mahrah ( مهرة) anak kuda betina
-Filw ( فلو) anak kuda jantan yang baru lepas daripada menyusu ibu
-Haikal (هيكل) kuda yang besar dan bertubuh tegap
-Mathham (مطهم) kuda yang sempurna dan baik

 

Kita bisa lihat lihat dalam Al-Quran yaitu tentang istilah untuk hewan unta yaitu:

-al-Ibilu [الإبل] lihat surat al-Ghasiyah

-an-Naaqah [الناقة] lihat surat al-Syams

-al-Budnu  [البدن] lihat surat al-Hajj

 

Dan istilah untuk unta juga banyak seperi istilah untuk kuda, bisa kita lihat dalam kitab-kitab ulama khsusunya kitab zakat.

 

Mempunyai ungkapan yang teliti dan lengkap

Contohnya dalam ungkapan waktu,
-Dazur [درور] Waktu mula-mula timbul matahari di waktu pagi
-Buzugh [بزوغ ] Waktu mula timbul matahari selepas waktu dazur
-Dhuha[ضُحى ] Waktu mula terasa bahang panas matahari
-Ghazalah [غزالة ] Waktu matahari mula naik selepas waktu dhuha
-Hajirah [حاجرة ] Waktu tengah hari yang mula terasa kepanasan
-Dzuhr [ظهر ] Waktu tengah hari matahari mulai naik menegak
-Zawal [زوال ] Waktu matahari berada tegak di atas kepala
-‘Ashr [عصر ] Waktu siang mula berakhir matahari kemerah-merahan
-‘Ashil [عصيل ] Waktu matahari mulai condong ke arah barat
-Shabub [صبوب ] Waktu matahari semakin menghilang
-Ghurub [غروب] Waktu matahari mula terbenam
-Khadur [خدور ] Waktu matahari hilang dari pandangan atau gelap.

 

Begitu juga dengan ungkapan suara hewan, maka ada pengungkapannya satu-persatu dan hanya bahasa Arab yang paling lengkap,

 

-Shahil صهيل Suara kebiasaan kuda mendempik
-Hamhamah حمحمة Suara kuda mendengus
-Syahij شحيج Suara baghal
-Rugha’ رغاء Suara kebiasaan unta
-Hanin حنين Suara unta memanggil anaknya
-Anin أنين Suara unta menahan bebanan yang dibawa
-Hadir هدير Suara unta bernafas (bunyi nafas keluar masuk)
-Shorif صريف Suara geseran gigi unta
-huar حوار Suara lembu
-Ma’ma’ah مأمأة Suara kambing mengembek
-Yu’ar يعار Suara kibas mengembek
-Tugha’ ثغاء Suara biri-biri mengembek
-Za’ir زئير Suara singa mengaum
-Zamjarah زمجرة Suara singa mendengus secara berulang-ulang kali
-Tazamjar تزمجر Suara harimau mengaum
-Kharkhawah خرخوة Suara harimau mendengkur ketika tidur
-‘Uwa’ عواء Suara serigala menyalak memanjang
-Nahim نحيم Suara harimau kumbang
-Quba’ قباء Suara khinzir (babi)
-Nubah نباح Suara anjing menyalak
-Muwa’ مواء Suara kucing mengiau
-Kharkharah خرخرة Suara kucing mendengkur ketika tidur
-Ghas غسٌ Suara kucing mengerang karena sakit
-Nahiq نهيق Suara keldai
-Bu’am بعام Suara kijang
-Nazab نزاب Suara khusus bagi kijang jantan sahaja
-‘Irar عرار Suara burung unta jantan
-Zimar زمار Suara burung unta betina
-Fahir فحير Suara dhab sahaja
-Kasyisy كشيش Suara biawak
-Karkarah كركرة Suara ayam (jantan atau betina)
-Shada صدى Suara burung hantu
-Dandanah دندنة Suara lebah.

 

Begitu lengkap dan telitinya, sehingga dalam merinci atau menjelaskan sesuatu bahasa Arab bisa menjelaskanya serinci-rincinya. Contohnya tingkatan cinta yang sangat rinci oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah dalam kitab madarijus salikin,

 

[فصل في مراتب المحبة]

أولها: العلاقة، وسميت علاقة لتعلق القلب بالمحبوب

الثانية: الإرادة، وهي ميل القلب إلى محبوبه وطلبه له.

الثالثة: الصبابة، وهي انصباب القلب إليه. بحيث لا يملكه صاحبه. كانصباب الماء في الحدور.

الرابعة: الغرام وهو الحب اللازم للقلب، الذي لا يفارقه. بل يلازمه كملازمة الغريم لغريمه. ومنه سمي عذاب النار غراما للزومه لأهله. وعدم مفارقته لهم

الخامسة: الوداد وهو صفو المحبة، مراتبها عشرة وخالصها ولبها، والودود من أسماء الرب تعالى.

السادسة: الشغف يقال: شغف بكذا. فهو مشغوف به. وقد شغفه المحبوب. أي وصل حبه إلى شغاف قلبه

السابعة: العشق وهو الحب المفرط الذي يخاف على صاحبه منه

الثامنة: التتيم وهو التعبد، والتذلل. يقال: تيمه الحب أي ذلله وعبده. وتيم الله: عبد الله. وبينه وبين اليتم

التاسعة: التعبد وهو فوق التتيم. فإن العبد هو الذي قد ملك المحبوب رقه فلم يبق له شيء من نفسه ألبتة. بل كله عبد لمحبوبه ظاهرا وباطنا. وهذا هو حقيقة العبودية. ومن كمل ذلك فقد كمل مرتبتها.

العاشرة: مرتبة الخلة التي انفرد بها الخليلان – إبراهيم ومحمد صلى الله عليهما وسلم

 

Tingkatan cinta:

  1. Al-‘alaqah ( hubungan / ikatan ). Dinamakan hubungan/ikatan karena keterikatan hati kepada yang dicinta.
  2. Al-iradah ( kehendak / keinginan ). Ini adalah kecondongan hati kepada yang di cinta dan berusaha untuk mencari/menjumpai yang dicinta.
  3. Ash-shobabah ( kerinduan ). Adalah kerinduan hati kepada yang dicinta, dimana kerinduan ini timbul secara alami & diri tidak dapat mengaturnya, sebagaimana air yang senantiasa memenuhi batas (pinggiran media).
  4. Al-gharaam ( kerinduan yang menyala-nyala ). Adalah cinta yang selalu ada didalam hati, tidak pernah keluar dari dalamnya, & selalu menyertai hati. Maka abzab neraka dikatakan gharaaman karena senantiasa setia dengan penghuninya, tidak pernah melepasnya.
  5. Al-wadaad ( kasih sayang ). Adalah kelembutan cinta, inti cinta dan kemurniaanya, dan Al-waduud termasuk dari nama-nama Allah yang maha tinggi.
  6. As-syaghof ( cinta yang meluap-luap ). sangat mencintainya dan dibuat sangat senang [bercampur penderitaan]. Sangat mencintai yang di cinta yaitu cintanya telah masuk ke dalam relung hati & sanubari.
  7. Al-‘isyq ( cinta yang sangat ). Adalah cinta yang yang teramat sangat/ terlalu berlebihan, dikhawatirkan [terjadi sesuatu yang kurang baik] terhadap pelakunya.
  8.  At-tatayyum ( penghambaan )yaitu merendahkan diri. Dikatakan cinta telah menghambakannya, dan taimullah berarti juga ‘abdullah ( hamba Allah).
  9. At-ta’abbud ( peribadahan ). Tingkat ini di atas at-tatayyum/penghambaan. Karena sesungguhnya diri hamba adalah totalitas milik sang kekasih ( Tuhan ), tak tersisa sedikitpun dari dirinya, baik lahir maupun batin, semua milik sang kekasih. Dan ini adalah hakikat peribadahan, barang siapa telah menyempurnakan sifat ini, maka telah sempurna cintanya
  10. 10.  Al-Khullah (Kekasih): Cinta ini hanya dimiliki oleh dua khalil (kekasih), yaitu Ibrahim ‘alaihis salam dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

[lihat lengkapnya di Madarijus Saalikiin baina manaazili iyyaka na’budu wa iyya kanasta’in 3/29-32, , Darul Kutub Al-‘Arobiy, Beirut, cet. Ke-3, 1416 H, Asy-Syamilah]

 

Bagaimana? Tentu anda sebagai seorang muslim akan tertarik berlajar Bahasa Arab bukan? Harus itu…

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

 

@Perpustakaan FK UGM, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

Leave a Reply