Home / Adab / 10 Alasan Kenapa Laki-Laki Harus Shalat Berjamaah Di Masjid

10 Alasan Kenapa Laki-Laki Harus Shalat Berjamaah Di Masjid

wajib

Memang ada ikhtilaf ulama apakah Wajib Ain bagi laki-laki hukumnya shalat  berjamaah di masjid atau hukumnya sunnah saja. Akan tetapi pendapat terkuat hukumnya wajib. Dengan beberapa alasan berikut:

 

1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

، فلا بد لقوله { مع الراكعين } من فائدة أخرى وليست إلا فعلها مع جماعة المصلين والمعية تفيد ذلك

“makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”[1]

 

2. saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan  satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب .

 

“pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”[2]

 

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,

وفي هذا دليل على أن الجماعة فرض على الأعيان إذ لم يسقطها سبحانه عن الطائفة الثانية بفعل الأولى، ولو كانت الجماعة سنة لكان أولى الأعذار بسقوطها عذر الخوف، ولو كانت فرض كفاية لسقطت بفعل الطائفة الأولى …وأنه لم يرخص لهم في تركها حال الخوف

“Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah,  Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“[3]

 

3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4] 

Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

 

4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

 

5.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

“keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

 

6.tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9] 

 

7.shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak

Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”[10]

diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.”[11]

Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.

 

8.keutamaan shalat berjamaah yang banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”[12]

 

9. tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh setan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”[13]

 

10.amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?

Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”[14]

 

Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).

Imam Asy Syafi’i  rahimahullah berkata,

وأما الجماعة فلا ارخص في تركها إلا من عذر

Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.[15]

Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah di masjid.
1. Memenuhi panggilan azan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaah.
2. Bersegera untuk shalat di awal waktu.
3. Berjalan menuju ke masjid dengan tenang (tidak tergesa-gesa).
4. Masuk ke masjid sambil berdoa.
5. Shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid. Semua ini dilakukan dengan niat untuk melakukan shalat berjamaah.
6. Menunggu jamaah (yang lain).
7. Doa malaikat dan permohonan ampun untuknya.
8. Persaksian malaikat untuknya.
9. Memenuhi panggilan iqamat.
10. Terjaga dari gangguan setan karena setan lari ketika iqamat dikumandangkan.
11. Berdiri menunggu takbirnya imam.
12. Mendapati takbiratul ihram.
13. Merapikan shaf dan menutup celah (bagi setan).
1 4 . Menjawab imam saat mengucapkan sami’allah.
15. Secara umum terjaga dari kelupaan.
16. Akan memperoleh kekhusyukan dan selamat dari kelalaian.
17. Memosisikan keadaan yang bagus.
18. Mendapatkan naungan malaikat.
19. Melatih untuk memperbaiki bacaan al-Qur’an.
20. Menampakkan syiar Islam.
21. Membuat marah (merendahkan) setan dengan berjamaah di atas ibadah, saling ta’awun di atas ketaatan, dan menumbuhkan rasa giat bagi orangorang yang malas.
22. Terjaga dari sifat munafik.
23. Menjawab salam imam.
24. Mengambil manfaat dengan berjamaah atas doa dan zikir serta kembalinya berkah orang yang mulia kepada orang yang lebih rendah.
25. Terwujudnya persatuan dan persahabatan antartetangga dan terwujudnya pertemuan setiap waktu shalat.
26. Diam dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat.[16]

 

Masih banyak dalil-dalil lainnya mengenai wajib dan keutamaan shalat berjamaah di masjid.

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

 

Makalah Kajian di Mustek

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

 

 

 


[1] Ash-Shalatu wa hukmu tarikiha hal. 139-141

[2] Al- Ausath 4/135

[3] Kitab Sholah hal. 138, Ibnu Qoyyim

[4] HR. Muslim no. 653

[5] HR. Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

[6] HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551

[7] HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651

[8] Al-Ausath 4/134

[9] HR. Muslim no. 654

[10] HR. Bukhari

[11] HR. Muslim

[12]  Fathul Bari 2/154—157

[13]  HR. Abu Daud no. 547, An-Nasai no. 838, dan sanadnya dinyatakan hasan oleh An-Nawawi

[14] HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413 dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571

[15] Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha hal. 107

[16] Syarh al-Bukhari, al-‘Utsaimin, 3/62, Fathul Bari, 2/154—157, dinukil dari situs..

53 Comments

  1. bagaimanakah bila watu solat telah tiba tapi sirumah ada tamu mendahulukan untuk solat berjamaah dimasjid apa mendahulukan memuliakan tamu. . . . .? mohon jawaban dan pencerahannya.

  2. Abdullah says:

    Trimakasih Ustadz, atas artikelnya, sangat bermanfaat izin menyebarkan artikel ini ya….

  3. anbar says:

    assalamu’alaikumm..
    apa bener ada hadist yang menyatakan
    “lelaki sholih dilihat dari yang sering sholat berjamaah ke masjid?”

  4. Rolis Sovia says:

    Assalamualaikum Ustadz, terimakasih atas artikel nya, sungguh saat bermanfaat, InsyaAllah bisa menjadi lebih baik lagi di mata Allah SWT, aamiin…

    Izin share artikel nya Ustadz…

    Jazakumullah khairan katsiran, wa jazakumullah ahsanal jaza

  5. hambaAllah says:

    Assalamualaikum Ustad bagaimana kalo Sholat berjama’ah’y di Mushola boleh apa tidak…….??????

  6. Zuhaldi Firdaus says:

    Assalamua’laikum ustadz..,
    Kalau di setiap kantor sdh ada musholla,, apakah tetap wajib ke mesjid yg terdekat jaraknya dari kntor??

    • Wa’alaikumussalam
      sya pernah baca pendapat, jika mushalla tersebut memamng untuk shalat jamaah dan terbuka bagi sapa saja
      boleh shalat berjamaah disitu

      Wallahu a’lam

  7. yusuf says:

    mungkin ini ada masukan lain, dan dalam ayat tersebut bisa diartikan luas kalau itu kita lihat dari sejarah (siapa yang akan diajak dalam penegakan sholat) https://ahmadzain.wordpress.com/2007/07/22/tafsir-qs-al-baqarah-ayat-43/, mohon maaf apabila ada kealahan

  8. Syafiqah says:

    Ustadz, jadi intinya, wajib hukumnya bagi lelaki shalat di mesjid? Bagaimana dengan yang selama ini tidak melakukan nya?
    Saya pikir apabila solat di masjid akan mendapat tambahan pahala 27 kali lipat. Bukan mewajibkannya ._. Mohon pencerahannya 🙂

  9. budi says:

    assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Imam Syafi’i –rahimahullah– berkata, “Setiap jamaah yang padanya shalat seseorang di rumahnya atau di masjid, kecil atau besar, sedikit atau banyak, maka ia sah. Dan masjid yang terbesar serta banyak jamaahnya lebih aku sukai

    Al-Rafi’i dari kalangan Syafi’iyyah berkata, “Berjamaah di rumah lebih baik dari pada sendirian di masjid

    Ibnul Qasim berkata, “Aku bertanya kepada Malik tentang orang yang shalat fardhu dengan istrinya di rumahnya?” ia menjawab, “Tidak apa-apa hal itu

    . Hadis Jabir Radhiyallahu ‘anhu secara marfu, “Dan aku diberi lima perkara … “ lalu disebutkan, “Dan dijadikan bagiku bumi/tanah sebagai masjid dan tempat yang suci. Siapapun yang dari umatku yang mendapati waktu shalat maka shalatlah.”

    Bagaimana pendapat Ustadz?
    Salam.

  10. rino says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ijin konsultasi ustadz,apakah seseorang yg terkena penyakit cacar air (menular) tetap diwajibkan?ataukah termasuk uzur?
    Mohon penjelasannya….jazakallah khoiron

  11. Abu Muhammad says:

    Akhi minta izin Copas

  12. terima kasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini ustadz izin share dan semoga ini menjadi catatan alam baik untuk penulsinya amin. .. !

  13. Budi says:

    Assalamualaikum we wb.
    BenarAllah sudah banyak memfirmankan unt perintah sholat, mohon tunjukkan firman Allah yang mefirmankan untuk sholat berjamaah. Maaf. Saya perlu itu juga. Karena yg saya baca dan yg saya temukan baru sholat jaamah adalah di utamakan. Juga bagaimana jika di rumah solat berjamaah?

  14. Budi says:

    Assalamualaikum we wb.
    BenarAllah sudah banyak memfirmankan unt perintah sholat, mohon tunjukkan firman Allah yang mefirmankan untuk sholat berjamaah. Maaf. Saya perlu itu juga. Karena yg saya baca dan yg saya temukan baru sholat jaamah adalah di utamakan. Juga bagaimana jika di rumah solat berjamaah?
    Mesjid bisa di manapun, bumi Allah luas, semua bisa menjadi masdid, mungkin masjid masjid yg sekarang berdiri itu dulu hutan, gereja, kuil, sawah ataupun juga rumah tinggal.
    Lalu jika berjamaah wajib, maka kuta jika bepergian selalu ngajak teman supayabisa bisa berjamaah.
    Allah jelas ilmunya super tinggi, kita hanya setetes air di lautan yg di bagi semua manusia yg hidup.
    Jadi, menurut saya perintah sholat berjamaah itu benar tapi bukan berarti jika sholat sendiri Allah tidak menghiraukan.
    Walla hu a’lam bishowab.

    • Sulaiman Alsyakbanhie says:

      saudaraku Budi, sangat benar jika bumi Allah sangat luas, dan kita bisa melakukan sholat dimana2 kita suka, Rumah, Mall, rumah temen, atau mungkin di pasar. tapi ingat saudaraku, pada Surah An-Nisa’ 102 sudah sangat jelas perintah Allah, dalam kondisi perang Allah memerintahkan untuk melakukan sholat berjamaah.
      intinya, saudaraku jika ingin melakukan sholat, meskipun dalam perjalanan kita pasti bisa, asal ada kemauan. alhamdulillah saya seorang yang sering bepergian dalam perjalanan > 90 km. dalam 1 minggu bisa 5 hari kerja. saya bersyukur karena di bumi allah ini masih banyak mesjid2 bertebaran di sepanjang jalan, dan Allah benar2 sangat maha pelindung dan pemberi petunjuk… dan memberi petunjuk kepada yang dia kehendaki. bersykurlah kita saat ini tdk sesulit zaman rasullulah dahulu yang mau berjamaah aja hrs bergantian. saat ini kita bisa melakukan di mesjid mana saja. dengan sahabat muslim kita dimana2 ketika masuki waktu sholat ( Azan ) kita bisa langsung berhenti. dan hal itu tdk mengharus kan kita bawa teman, karena Allah pasti siapkan, minimal 1 orang umat yang sholat di mesjid. ini sudah saya alami sendiri…
      intinya KEMAUAN – saudaraku….ingat ini perintah Allah.

      wassalam.

  15. Fadli Mahjud says:

    Sangat bermanfaat ilmunya (y) Izin share…

  16. wibowo says:

    assalamua’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh ustad.

    mana yang lebih utama solat berjamaah di rumah bersama keluarga (suami/istri/anak) atau berjamaah di masjid ustad? jika sang istri tidak berkenan solat di masjid dan tidak berkenan sang suami solat di masjid juga bagaimana hukumnya ustad?

  17. Fauzi says:

    Assalamua’laikum ustadz..,
    mau nanya, sebagai laki2 jika sudah mempunai keluarga, lebih baik shalat di mesjid atau menjadi imam di rumah, karena saya pernah mendengar sebuah hadist bahwa lelaki itu adalah imam dari keluarga tersebbut
    terimakasih
    Wassalamualaikum

  18. achmad says:

    Ass wr wb
    saya mau tanya ustad kalau kita sholat di masjid kita harus sholat tahiyatal masjid

    yang saya tanyakan kalau sholat di musholla apakah pakai sholat tahiyatal musholla dan bagaimana niatnya
    terimakasih atas jabawannya
    wss wr wb

  19. Afwan says:

    Assalamualaikum uztadz..
    Saya ingin tanya
    Jika dirumah kita mempunyai ruangan mushola kecil,apakah dibolehkan shalat disitu?
    Lalu apakah shalat kita tidak mendapat pahala sama sekali jika kita tidak mengerjakan shalat berjamaah dimesjid padahal tidak ada udzur?

  20. rizqiduri says:

    Klu seorang laki-laki/suami melaksanakan sholat berjamaah dirmhx bersama anak dan istrinya bagaimana hukumnya padahal masjid dekat dengan rumahnya.

  21. Amar says:

    Salamualaikum waroh matulloh wabarokatuh
    Ijin brtanya dok.
    Bgmn jk seorg lelaki trtidur dan trbangun solat berjamaah sudah selesai dan bubar apakah silelaki tetap harus solat dimasjid atau boleh dirumah

  22. Narita says:

    ijin share ilmunyaa ya ustad

  23. andri says:

    sangat bermanfaat, syukran katsir dok….

  24. abdul syukur ak says:

    1. Hanya hidayah dari Allah SWT agar pemahaman sholat 5 waktu adalah wajib berjemaah(fardhu àin) dapat diterima.
    2. Setelah memahami ilmunya, niat untuk patuh dan taat kepada Allah dan Rasulnya.
    3. Agar mencari suasana agama dan iman: teman2 dan lingkungan.
    4. Berdoa agar diberi kekuatan dalam beribadah.
    5. Harus yakin bahwa bolak balik ke NASJID / 5X — tidak mengurangi waktu untuk dunia.
    6. Percayalah Hati- Qolbu akan tenang.

  25. Nina says:

    Izin share ke group pengurus masjid ya Pak..

  26. naze says:

    permisi ustadz…izin share ilmunya ya tks

  27. Bud says:

    Apakah jika laki2 salat di selain masjid haram atau tdk sah? Lalu bgmn jika solat tdk di masjid berjamaah jg tdk sah bagi Allah? Trins

  28. Mohammed says:

    Ustad.. Penyakit “NTAR” mewabah dimasyarakat.. Entar lg sibuk.. Entar masih ngantuk.. Entar klw udah tua.. Entar klw udah kaya.. Tar ter tor … Eh mati.. Makanye mesjid sepiii… Obat yg mujarab ape ustad…

  29. […] “makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”[1] […]

Leave a Reply