Home / Muamalah / Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 3

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 3

2.     Laki-laki yang bingung mencari cinta, karena pada hakikatnya laki-laki mencari

“ustadz, tolong carikan saya wanita yang cantik, nilainya 9,5, putih-bening, semampai tinggi enak dilihat, shalihah, kalau bicara lembut,hafidzah 30 juz, pintar bahasa Arab, qona’ah, terima apa adanya, oya kalau bisa dari keluarga yang punya nama sedikit, jazakallahu khair ustadz!”

 

Spontan ustadz tersebut menjawab,

 “ iya nanti saya carikan, tapi kalau dapat, saya dulu yang maju melamar, saya jadikan yang kedua. Yang kamu cari Itu bidadari dunia”.

 

Jangan salahkan juga jika ada yang berkomentar dalam hati,

 “wah orang ini, sudah mukanya  [maaf] agak hancur, bahasa Arab ga’ kelar-kelar, ngapal Al-Quran 2 tahun juz 30 aja belepotan, bisnisnya gali lubang melulu, ga ditutup-tutup. Eh, nyarinya bidadari dunia.. ck..ck..ck.”

 

Mungkin inilah salah satu bentuk kebingungan laki-laki pencari cinta, cinta yang akan menemaninya kelak disurga selamanya. Berikut bagaimana seharusnya seorang berjuang mencari cinta, berpeluh tidak menyisakan setetes keringatpun melainkan diusapnya. Sebagaimana seorang Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu berjuang, berkorban tidak menyisakan air mata setitikpun melainkan disekanya untuk mencari jiwa yang hanif.

 

Kami bukan lelaki pengecut

Disini kita tidak berbicara bagaimana cara lelaki pengecut mencari cinta. Cinta ilegal yang tidak mendapat restu seluruh alam. Mencari selongsongan cinta  yang berkarat. Kemudian ia poles dan disepuh dengan emas. Ia berjubah kelinci nan imut namun berhatikan serigala. Mengintip dibalik topeng. Bibirnya bercabang bagai ular, yang bisa berkelit bahkan berlipat untuk mengeluarkan gombal. Mengeluarkan buah manis bibir yang bisa membawa wanita tergeletak lemah tak berdaya di surga impian, melesat tinggi dilangit khyalan yang ketujuh. Tapi hakikatnya lelaki itu nantinya akan menghempaskan wanita dari ujung langit tertinggi dengan tujuan gelapnya tanah terbawah.

Seandainya ia tersebut sudah tak bernyawa, jasad itu sekedar dibuang di lubang bersama bangkai binatang.  Jangankan dipanjatkannya doa perpisahan, kuburnya pun dicampakkan begitu saja. Buat apa lagi, Sudah tak berguna sama sekali. Karena lelaki itu bukanlah lebah yang mendekati bunga, sehingga bermekarlah dan memberikan buah. Tetapi lelaki itu adalah tawon beracun yang menyerap seluruh sari pati bunga. Layulah bunga dengan kelopak mahkota tertunduk. Kemudian tawon beracun dengan lambung terisi yang hampir tumpah, tanpa beban meninggalkannya.

Semacam ini adalah lelaki munafik, walaupun “mungkin” munafik sugra/kecil. Tetapi bisa menjadi munafik kubra/besar. Ancamannya lebih besar dibandingkan kekafiran, Allah ‘azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” [An-Nisa: 145]

 

Kita tidak perlu membahas bagaimana lelaki pengecut yang hanya berani mendobrak lewat pintu belakang. Jika pintu terkunci rapat ia naik ke loteng rumah dan membobolnya. Jika ia seorang pejantan seharusnya ia mengetuk halus pintu depan rumah. Berhadapan sesama lelaki dengan bapaknya. Menaklukkan hati ibunya dengan akhlak dan agamanya.

 

Bukan lelaki peneguk madu sebelum ratu lebah mengizinkan

Kita tidak berbicara bagaimana cara lelaki pengecut yang ingin meneguk madu cinta sebelum waktunya. Ia ingin meresmikan semacam kata “boyfriend, gilrfirend, habibah, habib” dalam kamus syari’at. Sekali-kali tidak, tidak bisa sampai,

حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“hingga unta masuk ke lubang jarum” [al-A’raf: 40]

 

Silahkan engkau tunggu dan deramlah unta wahai pengecut, sampai ia masuk ke lubang jarum.

Meneguk madu cinta sebelum waktunya adalah kerugian dan kesengsaraan. membuat manisnya tebu cinta saat musim seminya nanti “mungkin” hanya tinggal sepahnya saja. Lihatlah kedua sejoli ilegal tersebut mereka:

-bertukar madu saling merasakan bertahun-tahun. Hingga saat ijab-qabul nanti sudah mulai jemu dan bosan rasanya. Yang ada hanya sisa-sisa cinta yang bahan bakarnya telah mulai habis, menipis ditengah perjalanan. Ingin mencicipi rasa madu yang lain. Tentunya terasa jika saling mengkianati.

Mereka bagaikan koki, yang sudah kurang bernafsu lagi dengan masakannya karena sudah dicicip berulang-ulang.

 

– memadu cinta diatas murka. Mungkin minimal yang mereka perbuat adalah kholwat/berdua-duaan terlaknat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. [HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain]

 

Sulit sekali untuk ber-husnudzan bahwa mereka berdua tidak melakukan lebih dari sekedar kholwat terlaknat. Kesulitan kami dibangun diatas dasar hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ

زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” [HR. Muslim no. 6925]

 

Bisa jadi misteri kholwat terlaknat mereka, kemaluan keduanyalah yang membenarkan. Jabang bayilah yang mengungkapkan. Lelaki pengecut memasukkan ember kedalam sumur. Kiranya ember terisi benih kesuburan, melainkan terisi bangkai anjing liar. Sumur sudah tidak bisa memberi air lagi untuk kehidupan.

 

Nikmatnya berbuka cinta setelah lama berpuasa

Lelaki pencari cinta, perhatikanlah, jangan engkau meneguk madu cinta sebelum waktunya. Karena kaidah fiqhiyah ini berlaku untuk urusan dunia dan akhirat,

من استعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

“barangsiapa yang terburu-buru ingin mendapatkan sesuatu, maka diberi hukuman dengan tidak mendapatkannya” 

 

Jangan terburu-buru jika memang belum waktunya yaa ikhwan. Nanti engkau tidak mendapatkannya. Sebagaimana seorang ahli waris ingin segera mendapat warisan maka ia terburu-buru dan membunuh. Maka syari’at menghukumnya tidak mendapat warisan sedikitpun.

Jika engkau bersabar, kemudian jika tiba saatnya. Saat di mana bapaknya menyerahkan tanggung jawab dunia-akhirat kepada engkau karena engkau minta dengan kalimat Allah. Barulah terasa kenikmatan tiada bandingannya. Kenikmatan yang tidak pernah dirasa sebelumnya. Engkau bukan koki, tetapi pelanggan spesial.

 

“Selamat engkau telah berbuka puasa”

 

Kita sudah tahu kebahagiaan berbuka puasa dari khabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

 

Jangan mengintai jika belum ingin menikah

Yaa ikhwan, jika belum berniat melepas lajang. Jangan sekali-kali “mendekati” dengan yang namanya wanita. Walaupun engkau mengaku sudah teguh beragama [multazim], sudah banyak ilmu dan amalnya. Jika terkena tipu daya wanita, bisa saja akal sehatmu hilang walau setebal apapun iman menyelimutinya. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkankan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” (HR. Bukhari no. 304)

 

Okelah jika engkau bisa menahan godaan setan, karena Allah ‘azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً

“sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” [An-Nisa’:76]

 

Tapi jangan pecaya diri dengan godaan wanita, karena Allah ‘azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya tipu daya kalian para wanita adalah besar/adzim[Yusuf:28] 

 

Nah, oleh karena itu yaa ikhwaan, jika belum ingin menikah janganlah kita:

-membicarakan akhwat,

“ si fulanah cantiknya 8 tapi si fulanah lebih cantik lagi nilainya 8,5”

“si fulanah asalnya daerah A, sama dengan daerah antum”

“ada akhwat ngetop, akhwat kedokteran lho, katanya jadi asisten anatomi, dah lama ngaji, katanya sih banyak yang ngincer, namanya sampai universitas di pulau A …”

 

berbicara, sms, berhubungan dengan wanita diluar keperluan, apalagi sampai bercanda-canda. Termasuk menjadi CP kajian. Ikhwan CP kajian leluasa bertanya-tanya dengan akhwat CP kajian. Padahal ia bisa bertanya dengan orang lain.  Sebaiknya CP kajian adalah ikhwan-akhwat yang sudah menikah. Atau jika tidak ada, sms melalui perantara mereka. Ingat saat kajian pandangan mungkin bisa dihijab, tetapi hati sulit dihijab dibalik Handphone atau facebook.

 

berkedok agama untuk mendekati akhwat secara ilegal. Ini yang sangat parah.

“ukhti, nanti saya kasi majalah yang membahas tentang masalah ini”

“ukhti, jangan lupa shalat dhuha, nanti malam saya miscall buat shalat malam”

“ukhti, saya bisa bantu permasahan ukhti”

 

Atau yang lebih parah,

“saya bisa ajarkan ukhti bahasa Arab langsung di masjid”

“kebetulan saya bisa komputer, nanti saya instalkan programnya ke rumah ukhti”

 

Sekali lagi yaa ikhwan, jangan mengumpulkan info-info para akhwat jika masih belum ingin menikahinya. Engkau belum tentu bisa menikahi mereka semuanya, dan belum tentu juga mereka mau menikah dengan engkau. Ini perbuatan sia-sia, menyembelih waktu. Engkau bagaikan hanya mendengar atau melihat buah yang ranum, matang dan manis. Tetapi apa daya tangan tidak bisa menjagkau ke pohonnya. Karena ia bukan milikmu dan belum jatuh ke tanah. Engkau tinggal menahan menetesnya air liur akan  buah ranum dan menahan perihnya rindu.

 

Ketahuilah, walaupun berniat mengajarkan bahasa arab dengan niat yang ikhlas awalnya, di balik hijab berdua saja. Masih ingat kisah seorang alim yang dititipkan seorang wanita kepadanya?. Karena ini cara setan mengiring perlahan-lahan seperti mengembala. Karena setan sudah bersumpah.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَْ

ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ

وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan(menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” [Al-A’raf: 16-17] 

 

Jangan TP-TP [maaf] tebar petaka

Maksud kami disini adalah memberi lampu hijau kepada seorang akhwat. Menebar pesona kepada ahkwat baik terang-terangan atau cara pengecut lewat sms atau inbox facebook. Dalam sms atau status facebook menunjukkan bahwa ia seorang yang sangat alim. Sering membuat sms atau status yang menunjukkan bahwa ia alim.

 

Kemudian memberi harapan kepada akhwat, baik secara terang-terangan dengan sering menancapkan pandangan kepada akhwat tersebut di kampus misalnya. Atau sindir-sindiran di sms atau inbox facebook,

“ukhti, anti sudah menikah belum? Atau sudah ada calon?”

“saya sedang merasa kesepian ukti, sepertinya hampa hidup ini, kayaknya ada yang kurang”

 

Atau yang parah, mengirim puisi atau kata-kata romantis,

“seandainya istri saya kelak semisal ukhti, pastilah terisi kehampaan hidup dengan mata air kebahagiaan”

“siapa yang tidak begetar hatinya, menerima sms dari ketikan tangan yang lemah-gemulai  yaa ukhti”

 

Ketahuilah ya ikhwan, akhwat itu cepat GR “Gede Rasa”, merasa diperhatikan oleh orang lain. Apalagi yang memperhatikan lawan jenis. Wanita itu makluk yang sangat manja dan sangat butuh perhatian tetapi jual mahal. Memalingkan mukanya tetapi hakikatnya sangat ingin menoleh. Mereka cepat GR karena memang hati mereka lemah, semisal kaca sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan wanita dengan kaca. Beliau bersabda,

رْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ

“Lembutlah kepada kaca-kaca (maksudnya para wanita)” [HR Al-Bukhari no 5856, Muslim no 2323, An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubro no 10326 dan ini adalah lafal An-Nasa’i]

 

Jika anda sekedar memberi lampu hijau, tetapi tidak di-follow up, karena memang niat anda tidak ingin menikah. Maka hati wanita itu akan pecah berkeping-keping seperti kaca. Sebelumnya anda adalah idolanya, maka sekarang anda adalah orang yang paling dibenci dimuka bumi. Ia akan memberitahu akhwat-akhwat yang lain supaya hati-hati terhadap anda. Atau dengan kata lain anda di-blacklist dalam kamus mereka.

 

Jangan main boking sembarangan.

“ukhti, nampaknya hati saya sudah bertaut kepada ukhti, insya Allah saya serius sama ukhti, nanti saya akan nikahi ukhti LIMA TAHUN LAGI setelah saya lulus dan dapat kerja”

 

Hal Ini mungkin timbul dari kebingungan lelaki diatas kecemasannya. Dia sudah terlanjur suka, tetapi belum bisa melegalkanya sesegera mungkin. Atau ada akhwat “ngetop”, supaya tidak kedahuluan orang, yang penting maju dulu, urusan yang lain-lain nanti dulu. Yang penting akhwat itu sudah berada di beranda depan rumah kekuasaan. Padahal dia belum siap untuk nikah. Ikhwan yang seperti ini hanya sekedar maju dengan modal jenggot saja.

 

Hal ini bisa membuat wanita menggantung,

Dimana akarnya tidak tidak mengujam kebawah…

Dan dahannya tidak menjulang ke langit..

Lima tahun atau hitungan tahun sangat lama bagi wanita untuk menunggu, menambah kecemasan diatas kecemasan hari demi hari. Sebaiknya biarlah ia bebas, jika ada laki-laki yang lebih siap, biarlah mereka maju. Biarlah nantinya ia dipersunting oleh takdirnya yang namanya ada di lauhil masthur.

 

Kita tidak tahu apa yang terjadi selama lima tahun, bisa jadi:

-selama itu tidak bisa menjaga kehormatan bersama, terjerumus dalam zina, awalnya saling sms, bertemu ditempat ramai, akhirnya bisa ber-khalwat dan selanjutnya mereka berdua yang lebih tahu

-selama itu menemukan orang lain yang lebih baik darinya, lebih segala-galanya, maka bisa jadi salah satunya berkhianat cinta dan berpaling.

-selama itu bisa terjadi hal-hal tertentu, misalnya salah satunya meninggal ketika penantian sudah berjalan 4,5 tahun. Tatau cacat karena kecelakaan. Dan akhwatnya sudah mulai berumur serta sudah menolak banyak ikhwan yang ingin maju.

 

Tidak perlu khawatir masalah jodoh, yang terpenting sekarang kita menjadi lebih baik. Meningkatkan kualitas takwa dan keimanan. Sibuk belajar dikampus menunaikan kewajiban amanat orang tua, sibuk belajar bahasa arab, sibuk berdakwah,sibuk mengurus panitia kajian, sibuk menulis ilmu dan kesibukan yang bermanfaat lainnya dibanding sibuk mengurusi wanita. Daripada terlalu sibuk membicarakan tema pernikahan dan asmara. Membuat di status facebook tentang nikah saja. Tetapi tidak ada realisasinya. Yakinlah bahwa jika kita baik pasti juga akan mendapat yang baik, karena Allah ‘Azza wa Jalla sudah berjanji,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” [An-Nur: 26]

 

Disinilah kita bisa mengukur keimanan kita, jika memang kita mengaku-ngaku beriman kepada-Nya, karena rabb kita,

إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” [Ar-Ra’d: 31]

 

Sebarlah pencari info, bisa meminta tolong, dan bersabarlah

Jika telah tiba saatnya, anda telah matang dan keluar dari sarangnya menjemput rezeki yang Allah tebar di muka bumi. Rezeki yang kelak membuat bidadari surga cemburu, membuat bidadari layaknya sebutir pasir di tepian pantai tak terhiraukan. Telah siap beberapa pundi harta mencukupi, penopang kehidupan berdua. Telah siap bekal ilmu mengkhatamkan beberapa kitab munakahaat/pernikahan. Telah siap bahu memikul tambahan beban. Telah siap mengangkat sauh, mengarungi kelokan selat dan luasnya samudra.

Jika mencari sendiri, mungkin agak susah. perlu jasa comblang. Yang pekerjaan comblang adalah pekerjaan yang sangat mulia jika berada di relnya. Berkat comlang atas izin Allah, terbentuklah keluarga yang shalih diatas agama Allah dan sunnah dalam pemahaman sahabat.keluarga yang akan membentuk negara islam dan melahirkan generasi shalih. Maka saling membantulah dalam hal ini. Yang perlu diingat comblang haruslah sudah berkeluarga jika tidak nantinya:

-jika comlangnya ikhwan single, bisa jadi ikhwannya yang maju duluan.

-jika comlangnya akhwat single, bisa jadi nanti menikah dengan akhwat tersebut dengan pondasi bangunan cinta diatas kemaksiatan.

 

Sebutlah keinginan kriteria akhwat yang di inginkan. Tentunya ikhwan-ikhwan sudah tahu apa kriteria akhwat yang baik. Tak perlu dijelaskan panjang lebar lagi. Kriteria apa yang tidak bisa-tidak harus ada, dan kriteria apa yang masih bisa ada kelonggaran.

Bisa juga menyebar kotak info dibeberapa tempat, jika ada info masuk, maka jalanilah sesuai syari’at. Jangan berhubungan langsung lewat sms, email atau atau inbox facebook. Tetapi harus melalui perantara comblang, kita melalui suami, suami ke istrinya, dan istrinya ke akhwatnya. kemudian sebaliknya. Memang kelihatannya rumit, tetapi ini lebih selamat.

Bersabarlah menunggu dering kotak info terdengar ditelinga. Jangan inginnya cepat-cepat. setiap beberapa hari tanya “sudah dapat belum?”. Apalagi kriterianya berat dan saingan banyak. Emas berkualitas tidak berada sembarangan di pinggiran bongkahan gunung, tetapi harus digali, mengikis bebatuan sedikit demi sedikit, mempertaruhkan nyawa dilorong bawah bukit. Tetap semangat dan optimis jika kita berbelas memohon kepada Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وِاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجَزْ 

“Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan menjadi lemah.” [HR. Muslim no.2664] 

 

Target sesuai canggihnya senjata

Jangan pasang kriteria yang muluk-muluk, apalagi kita tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Comblangnya juga tidak punya modal untuk promosi. Tahu dirilah wajah kita di bawah standar, jangan minta dicarikan yang cantik. Bolehlah kita sedikit pasang kriteria, jika kita memang punya modal sedikit, misalnya lulus kuliah cumlaude plus bisa mengajar bahasa Arab, kita lulusan madiah dengan sum-cumlaude, pedagang biasa dengan hapalan hampir 30 juz.

Memang perlu anda sekufu, yaitu tidak ada perbedaan terlalu jauh dalam berbagai sisi, karena lebih melanggengkan. Karena jika kita berkaca pada sejarah, khulu’  [istri minta diceraikan] pertama dalam islam adalah karena masalah wajah dan fisik. Terlalu jauhnya perbedaan wajah dan fisik bagai semut dan gajah. Inilah dia kisah istri Tsabit bin Qais bin Syammas rahimahullah datang dan menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,

يَـا رَسُولُ الله، مَا أَنْقِمُ عَلَى ثَابِتٍ فِيى دِيْنٍ

وَ لَا خُلُقٍ إِلَّا أَنِّيْ أَخَافُ الكُفْرَ، فَقَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه و سلم :

تَرُدِّيْنَ عَلَيْهِ حَدِيْقَـتَهُ ؟ ، فَقَالَتْ : نَعَمْ . فَرَدَّتْ عَلَيْهِ وَأَمَرَهُ فَفَارَقَهَا .

Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit dalam hal agama dan akhlaknya, akan tetapi aku takut akan (menjadi) kufur.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau mau mengembalikan kebun kepadanya?” Ia menjawab, “Ya.” Maka kemudian kebun itu dikembalikan kepada Tsabit bin Qais dan (beliau) menyuruhnya untuk menceraikan istrinya. [HR. Bukhari no. 5276]

 

Diriwayat lain, istrinya selalu ingin meludahi muka suaminya jika melihatnya, dan saking inginnya berpisah, ia berkeinginan menambah mahar harta yang harus dikembalikan. Dan maksud kufur adalah, ia khawatir tidak bisa menunaikan tugasnya sebagai istri.

 

Si tukang nadzor akhwat

Ini dia ikhwan yang berpenyakit. Hobinya ta’aruf sana-sini. Disaat yang bersamaan ta’aruf dengan beberapa akhwat. Kemudian nadzor/melihat semuanya. Kemudian membanding-bandingkannya. Kemudian beberapa minggu kedepan nadzor lagi dengan beberapa akhwat. Atau yang lebih parah ia sengaja mengincar dari sekarang padahal belum ada keinginan untuk menikah.

Yaa ikhwan, apakah orang seperti ini masih punya perasaan manusia? Bagaimana jika kita yang dijadikan cadangan kesekian oleh akhwat sedang hati kita bertumpu berharap-harap? Jalanilah ta’aruf satu-persatu, jika tidak cocok mundur jika cocok silahkan. Dan yang namanya sudah tahap nadzor akhwat, itu sudah hampir pasti jadi, karena nadzor hanya mencocokkan apa yang kita dapat. Biasanya, tidak mungkin info yang kita dapat dari orang yang terpercaya terlalu jauh dari apa yang digambarkan.

Bayangkan bagaimana hancurnya hati seorang wanita, sudah berharap, sudah dinadzor kemudian tidak jadi. Akan terbayang gosip-gosip,

 “akhwat itu sudah dinadzor oleh ikhwan A, tapi ga jadi, mungkin akhwatnya jelek”

 

Kemana hati kita yaa ikhwan? Perlakukanlah saudari kita sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ 

“Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” [HR. Bukhari-Muslim]

 

Hadapi bapaknya secara jantan dan tunjukkan pengorbananmu

Jika telah sama-sama ridha, merasa hati kelak akan bersatu, merasa ia adalah patner yang tepat, saling bahu-membahu meraih cinta Allah. Maka, temui bapaknya, katakan anda hendak meminta bapaknya agar melapas tanggung jawabnya kepada anda atas izin Allah. Anda bisa datang seorang diri jika percaya diri, atau minta ditemani jika masih malu

Tunjukan keseriusan dan pengorbanan anda. Walaupun rumahnya di ujung pulau anda datangi, walaupun harus naik-turun bus, menyambung puluhan angkot, dan menyusuri barbagai cabang rel kereta api. Anda tidak akan mundur. Karena wanita ingin keseriusan agar tidak mengambang dibawa arus. Karena wanita lemah dan bisa “klepek-klepek” dengan pengorbanan laki-laki. wanita tidak tahan terhadap pengorbanan keras laki-laki demi  mencari cinta halalnya.

 

Ia masih belum milikmu

Jika sudah sekedar mengkhitbah, ingat ia masih bukan istri anda. Masih belum halal. Khitbah hanyalah sebagai segel rumahnya agar tidak diketuk lagi oleh orang yang berkinginan. Karena kuncinya ada dianda. Jika saingannya berat, jangan berikan kuncinya, jika anda percaya diri, katakanlah,

“ini kuncinya, silahkan jika ia mau sekedar melihatmu”.

 

Jangan jadikan sekedar khitbah menjadi semuanya sudah semi-boleh, sudah boleh sms seperti,

“ wahai calon wadah benihku, nanti jika mau anak kita yang pertama laki-laki atau perempuan?

“wahai bidadari dunia-surgaku, lagi ngapain? Sudah ga sabar menunggu hari-H nih”

 

Tetap saja masih belum boleh, jika yang boleh hanyalah persiapan pernikahan, penyesuaian keluarga. Itupun masih lewat comblang. Atau datang langsung ke rumahnya dan berbicara dengan keluarganya.

Isilah hari-hari penantian dengan kegiatan-kegiatan positif, persiapan buka puasa cinta anda. Perbaiki bacaan al-Quran, karena nantinya akan menjadi imam shalat dua rakaat sebelum mencapai surga dunia. Olahraga mengatur stamina demi kebahagiaan batin istri. Meminta nasihat kepada yang sudah lebih dahulu mengarunginya. Mengulang kembali pelajaran di kitab munakahaat/pernikahan.

Inilah  kiranya beberapa hal yang harus diperhatikan oleh laki-laki yang mencari cinta, harus bergerak, harus semangat, gesit menjemput rezeki Allah. Karena lelaki ditakdirkan hakikatnya untuk mencari.

 

BERSAMBUNG ISNYA ALLAH..

 

Disempurnakan di lombok, pulau seribu masjid

18 Syawwal 1432 H, Bertepatan  17 September 2011

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Semoga Allah meluruskan niat kami dalam menulis.

artikel https://muslimafiyah.com

10 Comments

  1. Rizki Aji says:

    menarik disimak, apalagi kutipan-kutipan pembicaraan diantara deskripsi-deskripsi yang dihadirkan..renyah dan relevan..kapan waktu di buat buku dengan materi yang lebih mumtaz..dengan gaya bicara sesuai dengan anak muda.. semangat terus mas dokter!

  2. Tentang terjemahan…..

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

    “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” [HR. Bukhari-Muslim]

    Atau:

    “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga dia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri”

    Mohon masukannya ustadz.

    • raehan says:

      terjemahan antum lebih tepat akh, karena laa disitu tidak menafikan semuanya, tetapi menafikan kesempurnaan, itu memang kaidah bahasa arab, jazakallahu khair

  3. saibani says:

    bagus artikelnya akh,,,
    izin share ya.

    bahasanya enak dan cukup mengena 🙂

  4. Ammar Arasy says:

    melegakan jiwa sekali ustadz, akan pencerahannya. jazakallah khair ustadz, sangat bermanfaat. 🙂

  5. meuthia says:

    dok,bagaimana kita sbg akhwat tau bhw pria yg melamar itu sudah berjuang keras? lalu bgmn kalau lelaki idaman kita udah ‘kecolong’ melamar wanita lain duluan?

    • pria tersebut akhlaknya baik, mau berkorban, dapat testi yang bagus dari teman2 terpercaya, jantan melamar ketemu dgn ortu

      mengenai sudah melamar wanita lain, silahkan tanya kepada keluarganya atau kepada yang bersangkutan

Leave a Reply