Home / Adab / Jangan Merasa Paling Benar!

Jangan Merasa Paling Benar!

Kalimat ini bisa jadi diucapkan oleh orang tertentu ketika melakukan diskusi atau berdebat, akan tetapi jika diperhatikan justru perlu ditinjau kembali bagi yang mengucapkan kalimat ini. Artinya yang berkata seperti ini perlu introeksi diri karena justru dialah yang “merasa paling benar”

Misalnya ada seseorang yang mengungkapkan pendapatnya atau pendapat ulama yang ia yakini terhadap suatu hal tanpa menyinggung pendapat lain yang berbeda dengannya. Tiba-tiba ada orang yang berkata dan mengomentari:

“Anda jangan merasa paling benar, pendapat anda perlu ditinjau ulang juga (bahkan terkadang dengam bahasa yang kasar atau menyindir)”

Saudaraku, perkatikan hal berikut:
“Bisa jadi pada orang yg ketika orang lain memberikan pendapat, kemudian ia tidak setuju dan bahkan ia mencela (menyindir2)
Ia pikir: dia lah yg paling benar, orang lain yg menyampaikan pendapat itu adalah salah”

Justru orang yang mengatakan “jangan merasa paling benar” itu yang merasa paling benar, karena:

1. Ia menyangka pendapatnya yang benar yang lain salah sehingga tidak boleh disampaikan
2. Ia mengkritik atau bahkan mencela orang yang menyampaikan pendapat yang berbeda denganya
3. Bahkan ia tidak mau orang lain menyampaikan pendapatnya dan bahkan memaki-maki di postingan orang lain.

Saudaraku,
Dakwah dalam Islam itu mudah, jika diterima Alhamdulillah, jika ditolak maka tidak boleh dipaksakan dan dimusuhi karena mereka masih saudara kita se-Islam

Silahkan baca tulisan kami:
https://muslimafiyah.com/dakwah-diterima-alhamdulillah-ditolak-jangan-langsung-dimusuhi.html

Dalam agama tidak ada paksaan untuk menyakini dan tidak boleh memaksa orang lain berhenti akan dakwahnya, tentu dakwah yang sesuai manhaj ahlus sunnah wal jamaah

Allah Ta’ala berfirman,

ﻟَﺎ ﺇﻛْﺮَﺍﻩ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦ

“ Tidak ada paksaan dalam memeluk agama.” (QS. Al Baqarah: 256)

@ Masjid Ibnu Sina, FK UGM

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply