Home / Bimbingan Islam / Kaidah: Sering Terpapar Menghilangkan Respon dan Sensitifitas

Kaidah: Sering Terpapar Menghilangkan Respon dan Sensitifitas

Terdapat kaidah yang dijelaskan ulama

ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻤﺴﺎﺱ ﺗزيل ﺍﻻﺣﺴﺎﺱ

“Seringnya terpapar bisa menghilang sensitifitas/respon”

Contohnya:
1) Terlalu sering melihat aurat/dosa maka hatinya biasa saja
misalnya: Dahulu ketika belum paham, belum terlalu menjaga jarak dengan teman wanita, bermain bersama, ngumpul bersama dan biasa saja. Kemudian ketika sudah paham agama, maka sangat terasa sekali fitnah/ujian wanita walau hanya dengan melihat dari kejauhan

2) Hidup di daerah yang wanitanya biasa tidak menutup aurat, maka ketika istrinya tidak menutup aurat dan bisa dinikmati oleh semua mata laki-laki ia tidak cemburu

Karena sudah biasa lama-lama berlanjut dan membuka jalan ke arah kerusakan yang lebih besar, melihat lengan biasa dan tidak puas ingin melihat yang lebih dari itu,
Memakai baju terlihat betis, maka ingin mode yang lebih dari itu terbukan paha juga

Mungkin sebagian tempat biasa buka-buka aurat dan mereka mungkin berkata “oke-oke” saja dan tidak ada masalah, misalnya di Eropa dan Amerika

Sebagian tempat wanita membuka aurat itu tidak baik karena bisa mengganggu pandangan dan membangkitnya syahwat laki-laki misalnya di Arab, bahkan ada yang tidak rela wajah cantik istrinya dinikmati semua laki-laki

Lalu apa patokannya?

Sebagai seorang muslim jelas patokannya adalah Al-Quran dan sunnah
Yaitu menutup aurat dan menjaga dari pandangan laki-laki

Sebagai bukti kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual serta kekerasan lebih banyak terjadi di negara yang bebas buka-bukaan aurat dan ditambah lagi minuman keras memabukkan. Silahkan baca survey oleh beberapa lembaga survey internasional [1]

Karenanya kebanyakan apa yang dilakukan manusia bukanlah patokan kebenaran, Al-Quran menyebut sendiri bahwa jika kita ikut kebanyakan manusia, maka kita akan tergelincir bahkan tersesat [2]

Contoh lain kaidah ini:
-Terlalu sering lihat pembunuhan dan berita-berita kriminal tersebar, maka nanti bisa jadi  biasa membunuh dan biasa membunuh orang seterusnya

-Biasa melihat korupsi kecil-kecilan maka akan  dianggap biasa dan jadi pengantar ke korupsi besar

Ini berlaku untuk semua keadaan:
-Manusia yang ini bilang, ini oke-oke saja, kami gak ada masalah
-Manusia yang Itu bilang, kami tidak keadaan ini baru

Maka patokannya adalah Wahyu yang benar turun dari pencipta yang tahu apa yang terbaik bagi makhluk-Nya

Demikian semoga bermanfaat

@Desa Pungka, Sumbawa Besar

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Footnote:

[1] Negara paling tinggi kasus pemerkosaan.
a. Menurut situs globalpost.com , urutan negara dengan
kasus pemerkosaan tertinggi periode tahun 2004-2010,
adalah (1) Amerika Serikat, (2) India, (3) Inggris/United
Kingdom, (4) Meksiko, (5) Jerman, (6) Swedia, (7) Rusia,
(8) Thailand, (9) Kolombia, dan (10) Belgia.

b. Menurut situs nationmaster.com , urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi per 100.000 orang selama tahun 2010 adalah (1) Afrika Selatan (132,4); (2) Botswana (92,9); (3) Swedia (63,5); (4) Nikaragua (31,6); (5) Grenada (30,6); (6) Saint Kitts and Nevis (28,6); (7) Australia (28,6); (8) Belgia (27,9); (9) Amerika Serikat (27,3); dan (10) Bolivia (26,1).

c. Menurut situs wonderlist.dot.com; urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi adalah : (1) Amerika Serikat; (2) Afrika Selatan; (3) Swedia; (4) India; (5) Inggris; (6) Jerman; (7) Prancis; (8) Kanada; (9) Srilanka; dan (10) Ethiopia. [link: abul-jauzaa.blogspot.co.id/2015/03/siapa-negara-terjelek-arab-saudi-atau.html?m=1]

[2] Allah berfirman,

ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﻄِﻊْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻳُﻀِﻠُّﻮﻙَ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”. [Al-An’am 116]

2 Comments

  1. ummu alifia says:

    Ana mau tanya perihal faksin bagi anak anak apakah benar faksin tersebut mengandung babi

Leave a Reply