AdabAqidahFiqhManhaj

Mukmin Makan Dengan Satu Usus, Orang Kafir Dengan Tujuh Usus

Redaksi ini merupakan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْمُؤْمِنُ يَأكُلُ فِي مِعً وَاحِدٍ، وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِيْ سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ

“orang mukmin makan dengan satu usus manakala orang kafir makan dengan tujuh usus”[1]

 

Makna hadits bukan makna hakiki

Bukan maksud hadits bahwa orang kafir ususnya lebih banyak tujuh kali lipat dari orang mukmin.

Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan,

فليس المراد حقيقة الأمعاء ولا خصوص الأكل وإنما المراد التقلل من الدنيا والاستكثار منها

“Bukanlah maksudnya adalah makna hakiki berupa usus bukan juga pengkhususan makan. Maksudnya adalah sedikit keinginan terhadap dunia dan tidak memperbanyaknya.”[2]

 

Makna hadits

1.perintah agar zuhud pada dunia dan tidak terlalu cenderung kepada dunia

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

قال العلماء : ومقصود الحديث التقليل من الدنيا ، والحث على الزهد فيها والقناعة

“Para ulama menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah agar mempersedikit (kecenderungan) kepada dunia dan motivasi agar zuhud dan qana’ah.”[3]

Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata,

ما حديث أبي هريرة هذا وأمثاله، فليس فيه إلا مدح المؤمن بقلّة رغبته في الدنيا، وزهده فيها، بأخذ القليل منها في قوته، وأكله ولُبسه وكسبه، وأنه (يأكل ليحيا، لا ليسمن)

“Maknanya adalah pujian kepada seorang muslim dengan sedikitnya keinginan kepada dunia dan zuhud. Mereka mengambil sedikit  (secukupnya) saja dari makanan pokok, makanan, pakaian dan pekerjaan mereka.”[4]

Qona’ah adalah surga kaum muslimin di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”[5]

 

2. Perintah agar tidak terlalu banyak makan dan serakah

Imam Na-Nawawi rahimahullah berkata,

مع أن قلة الأكل من محاسن أخلاق الرجل ، وكثرة الأكل بضده

“Padahal sedikit makan merupakan kemuliaan akhlak seseorang dan banyak makan adalah lawannya.”[6]

Dan memang perut yang terlalu penuh adalah sumber kerusakan.Sebagaimana dalam hadits,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”[7]

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah.”[8]

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

 

@Pogung Kidul, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

 


[1]  HR Bukhari no. 5393, Muslim no. 2060

[2] Fahul Bari 9/538, Darul Ma’rifah, Beirut, 1397 H, syamilah

[3] Syarh Muslim lin Nawawi 14/25

[5] HR. Muslim no. 1054

[6] Syarh Muslim lin Nawawi 14/25

[7] HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain. Dan hadits ini di-shahih-kan olehAl-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (2265)

[8] Siyar A’lam An-Nubala 8/248, Darul hadits, Koiro, 1427 H, syamilah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button