Sunnah Fitrah yang Tidak Boleh Lebih dari 40 Hari

S

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” [HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258]

Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah mengabarkan kepada kita lima macam sunnah fitrah. Khitan bagi laki-laki sudah jelas diketahui di kalangan kaum muslimin, namun untuk sunnah fitrah lainnya masih banyak di kalangan kaum muslimin yang mengabaikannya, seperti sebagian laki-laki yang dengan sengaja memanjangkan kumis, atau sebagian wanita yang dengan sengaja memanjangkan kuku untuk kepentingan mode, gaya dan sebagainya. Apakah boleh?

Hendaknya kumis, kuku, bulu ketiak dan bulu kemaluan tidak boleh dibiarkan tumbuh melebihi batas waktu yang ditentukan, apabila melebihi batas waktu tersebut maka harus dipotong, kapan batasnya?

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi batasan waktu oleh Rasulullah untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” [HR. Muslim]

Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah beri taufik untuk mengamalkan ajaran baginda nabi kita yang mulia Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, dan dijauhkan dari mengikuti mode dan gaya yang bertentangan dengan sunnah-sunnah beliau.

Artikel: www.muslimafiyah.com

Leave a Reply