Home / Kesehatan Islam / TIdak Makan Nasi & Fenomena “Bola Bekel Diet”

TIdak Makan Nasi & Fenomena “Bola Bekel Diet”

Tidak jarang mampir dikolom komentar postingan kami:

“Alhamdulillah saya sudah sekian bulan gak makan nasi, badan tambah sehat”

.

Umumnya diet tidak makan nasi ini, diikuti dengan tidak makan sumber karbohidrat yang lain seperti berbahan tepung & gula

.

Tanggapan: Sebenarnya silahkan saja atur pola makan sendiri, karena itu tubuh anda, terserah saja. Kalau kami pribadi ikut kata para ahli gizi dan program resmi kemenkes “Piring makanku/Isi piringku” (jatah nasi & sayur adalah sepertiga piring), bahwa tubuh butuh karbohirat dan orang indonesia terbiasa makan nasi sejak dahulu

.

Bagi kami sekedar testimoni saja, bukan lah suatu yang ilmiah, karena kami juga kasi testimoni:

“Saya seorang dokter, banyak bertemu para atlet yang sehat, bugar dan lincah, mereka semua makan nasi”

.

Artinya jika ingin sehat bukan HANYA fokus pada makanan saja, tapi juga pada  olahraga, banyak gerak dan kesehatan pikiran & hati, sehingga kami menilai menghindari TOTAL nasi, karbohidrat, berbahan tepung adalah diet ekstrim (maaf ini pendapat kami, kalau mau ikut silahkan, kalau tidak mau, silahkan juga)

.

Kami juga bisa memberikan testimoni:

“Saya ketemu beberapa orang yang dietnya tidak makan nasi/karbohidrat DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA, tidak makan gula dan tepung, wajahnya jadi terlihat lemah, lebih tua, seperti orang kena diabetes, kulit bersisik dan agak keriput seolah tidak sehat”

.

Karena menjadikan diet ekstrim sebagai pola makan seterusnya & seumur hidup

.

Sekali lagi diet urusan dunia, selama tidak bertentangan dengan syariat dan tidak membahayakan silahkan saja ikuti yang mana saja

.

Kami pribadi tetap ikut saran kemenkes bahwa gula, garam, minyak (gorengan), masih bisa dimakan asalkan tidak berlebihan (Kemenkes mengeluarkan saran tentang jumlahnya). Asalkan diimbangi dengan banyak gerak, olahraga rutin dan menjaga kesehatan pikiran dari stress dan depresi. Terus terang kami tidak bisa menahan diet yang tidak nyaman bagi kami seperti beberapa diet ekstrim (maaf, kami menilai itu diet ekstrim)

.

CATATAN:

Kami masih berkeyakinan bahwa diet untuk menurunkan berat badan itu perlu diimbangi dengan olahraga juga

.

Apabila diet hanya fokus pada makanan saja, UMUMNYA akan terjadi fenomena “Bola bekel”, berat badan turun, akan tetapi ketika melanggar sedikit saja (misalnya makan nasi/karbohidrat lagi), berat badan begitu cepat kembali

.

Apalagi dengan diet ekstrim (tidak makan karbohidrat sama sekali),  berat badan akan cepat turun 2-5 kg dalam waktu sepakan. Di awal-awal, praktisinya akan merasa sangat senang, merasa bahagia dan merasa sangat sehat

.

Akan tetapi sampai kapan tidak makan sumber karbohidrat sama sekali? apakah seumur hidup? Padahal tubuh butuh karbohidrat

.

Kami sendiri pernah mempraktekkan dengan diet tinggi protein dan rendah karbohidarat (makan & kenyang dengan telur yang banyak), ditambah dengan puasa intermitte , hasilnya berat dan turun 2-3 kg dalam waktu sepekan, akan tetapi  berat badan kembali lagi 

.

Begitu juga beberapa kawan kami, ada yang turun beberapa kilo dengan diet tadi dan tiba-tiba naik kembali dengan cepat

.

Jadi menurutkan berat badan itu agak mudah, mempertahankannya yang sulit

.

Diet ekstrim menawarkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan memang sifat manusia inginnya cepat dan mendapatkan hasil terburu-buru

.

Kami jadi ingat ungkapan ulama:

.

من رام العلم جملة ذهب عنه جملة

.

“Barang siapa mengambil ilmu langsung sekaligus banyak, maka ilmu itu cepat hilang banyak juga”

.

Jadi kami menyakini cara diet yang benar adalah seperti yang disarankan ahli gizi, tetap makan sumber karbohidrat tetapi dikurangi dan memperbanyak olahraga khusus diet (apalagi didampingi oleh ahlinya), tentu hasilnya tidak kilat dan butuh proses serta perjuangan

.

Kami bertemu dengan beberapa orang yang berat badannya turun dengan olahraga rutin, ada yang lari rutin  ada yang sepeda rutin memang hasilnya terlihat setelah beberapa bulan dan istiqamah

.

NOTE PENTING:

Sekali lagi, untuk urusan diet, terserah anda ingin ikut yang mana, tidak ada paksaan harus ikut diet itu ataupun tidak ada larangan jangan ikut diet itu, karena itu hak anda. Kami pribadi mengikuti saran kemenkes dan para ahli dalam hal ini

.

Demikian semoga bermanfaat

.

BACA JUGA TULISAN KAMI:

JENIS & POLA MAKAN SESUAI DENGAN KEBIASAAN KAUMNYA

https://muslim.or.id/52524-jenis-makanan-dan-pola-makan-sesuai-anjuran-islam.html

.

@ Di antara langit dan bumi Allah, Pesawat Lion Air, Lombok-Jakarta

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply