Benarkah Bumi Datar Berdasarkan Surat Al-Kahfi?

Bagi sebagian orang, mungkin menganggap pembahasan bumi datar atau bulat sia-sia atau tidak perlu. Namun, pendapat pribadi saya, ini perlu.
Alasannya:
- Tidak sedikit yang memaksakan pendapat menggunakan ayat-ayat dan hadis, bersikeras bahwa bumi itu datar atau bersikeras bulat, padahal ada ikhtilaf ulama dalam hal ini dan pendapat terkuat: tidak ada dalil tegasnya apakah bumi bulat atau datar.
- Beberapa guru ada yang terpengaruh ketika mengajarkan anak-anak kita di sekolah, bingung mengajarkan anak-anak kita mengenai gravitasi, penanggalan, gerhana, teori pasang surut, musim panas dan dingin, serta banyak teori terkait.
Intinya, kembalikan pada ahlinya, yaitu ilmuwan dunia dengan landasan ilmiah dan jurnal terpercaya.
Silakan mencari di internet, sudah banyak ilmuwan dunia, baik muslim maupun non-muslim, yang membuat tulisan ilmiah sebagai jawaban terhadap video bumi datar yang tersebar. Tidak benar propaganda bumi itu datar; itu hanya permainan otak-atik saja yang bisa memengaruhi orang awam atau orang yang tidak mau bertanya pada ahlinya.
Berikut video ilmuwan muslim pangeran Saudi putra Raja Salman yang tinggal di satelit dan menjalani bulan Ramadan di sana (klik tautan):
Kemudian jawaban ilmiah bagi Flat Earth (klik tautan):
Maaf, banyak yang membawa-bawa agama, dan poinnya adalah terlalu bersikeras memaksakan bahwa Islam menetapkan bumi adalah datar. Ini tidak tepat.
Telah kami bahas panjang lebar melalui artikel yang cukup panjang bagaimana pandangan Islam mengenai bumi, apakah datar atau bulat, yang kesimpulannya adalah:
Tidak ada dalil atau nas yang tegas apakah bumi datar atau bulat, sehingga dikembalikan pada ilmuwan dan fakta ilmiah, yaitu bumi itu bulat.
Silakan baca tulisan kami (klik tautan):
https://muslim.or.id/28368-apakah-bumi-bulat-bola-atau-datar-menurut-pandangan-syariat.html
Bantahan Terhadap Penggunaan QS. Al-Kahfi: 47
Ada satu ayat Al-Qur’an yang sering digunakan oleh pendukung Flat Earth yang menyatakan bumi datar. Akan tetapi, ini tidak tepat:
- Karena maksud datar di situ adalah gambaran pada hari kiamat, bukan bumi yang sekarang. Awal ayatnya sudah menjelaskan “gunung akan diperjalankan”, yaitu kejadian hari kiamat.
- Itu pun tidak tegas “melihat bumi itu datar”. Bumi bulat pun sekarang terlihat datar oleh manusia.
Ayat tersebut:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47).
Tafsir Para Ulama Mengenai Ayat Ini
Mari kita lihat tafsir para ulama:
Ibnu Katsir menafsirkan “melihat bumi datar”, maksudnya dalam keadaan datar tanpa bangunan, gunung, dan pohon. Beliau membawa tafsir perkataan Qatadah dan Mujahid, Tabi’in ahli tafsir.
ﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ : ﻻ ﺑﻨﺎﺀ ﻭﻻ ﺷﺠﺮ
“Tidak ada bangunan dan pohon-pohon” (Tafsir Ibnu Katsir)
Demikian juga Al-Baghawi dalam tafsirnya, beliau berkata:
ﻇﺎﻫﺮﺓ ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺷﺠﺮ ﻭﻻ ﺟﺒﻞ ﻭﻻ ﻧﺒﺎﺕ
“Nampak jelas tidak ada pohon-pohon, gunung, dan tumbuh-tumbuhan.” (Tafsir Al-Baghawi)
Al-Qurthubi juga menjelaskan demikian, beliau berkata:
ﻇَﺎﻫِﺮَﺓ , ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻳَﺴْﺘُﺮﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺟَﺒَﻞ ﻭَﻟَﺎ ﺷَﺠَﺮ ﻭَﻟَﺎ ﺑُﻨْﻴَﺎﻥ ; ﺃَﻱْ ﻗَﺪْ ﺍُﺟْﺘُﺜَّﺖْ ﺛِﻤَﺎﺭﻫَﺎ ﻭَﻗُﻠِﻌَﺖْ ﺟِﺒَﺎﻟﻬَﺎ , ﻭَﻫُﺪِﻡَ ﺑُﻨْﻴَﺎﻧﻬَﺎ
“Nampak jelas, tidak ada yang tersebar di atas bumi berupa gunung, pohon, bangunan. Telah habis buah pohon dan dicabut gunung dan dihancurkan bangunan.” (Tafsir Al-Qurthubi)
Demikian, semoga bermanfaat.
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com


