All posts by:

Raehanul Bahraen

Lama Tidak Terdengar Tangis Bayi Di Rumah Tua Pengantin [Pembahasan Kedokteran dan Syariat] -Bag. 4-

L

>>Bayi tabung menjadi solusi? Bayi tabung adalah istilah awamnya, sedangkan dalam kedokteran dikenal dengan istilah “artificial insemination” atau inseminasi [pembuahan] buatan. Mengenai pengertian dan macamnya maka lumayan beragam, ada GIFT [Gamete intrafallopian Transfer], IVF [in Vitro fertilization],  ZIFT [Zygote intrafallopian Transfer], ICSI [Intracytoplasmic Sperm Injection]. Ringkasnya, bayi tabung intinya usaha […]

Lama Tidak Terdengar Tangis Bayi Di Rumah Tua Pengantin [Pembahasan Kedokteran dan Syariat] -Bag. 3-

L

>>Melakukan cara berhubungan yang ideal untuk mendapatkan anak 1. Berhubungan saat masa subur istri sel telur yang matang hanya hidup selama 24 jam sedangkan sperma bisa hidup 48-72 jam dalam rahim. Oleh karena itu, sebaiknya berhubungan sebelum saat ovulasi atau melakukannya pada saat perkiraan waktu subur istri. Masa subur istri […]

Lama Tidak Terdengar Tangis Bayi Di Rumah Tua Pengantin [Pembahasan Kedokteran dan Syariat] -Bag. 2-

L

Usaha-usaha yang bisa ditempuh >>memahami bahwa anak juga merupakan rezeki Mungkin ada yang hanya memahami rezeki itu hanya harta, tetapi rezeki itu lebih luas termasuk di dalamnya harta, jodoh, ilmu, anak dan lain-lain. Bisa diperhatikan doa ketika mengumpuli istri, بسم الله اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا “Dengan (menyebut) […]

Keunikan-Keunikan Bahasa Arab [Bag. 4]

K

Sebagaimana fiqh, bahasa Arab juga ada dua mazhab yaitu mazhab Kufiyah dan Bashriyah, karena bahasa Arab berkembang di dua kota besar Kufah dan Bashroh.

Keunikan-Keunikan Bahasa Arab [Bag. 3]

K

Terbukti bahwa orang-orang Arab sekalipun Arab badui [kampung] hapalannya kuat dan mampu menghapal beribu-ribu bait syair. Mampu menceritakan banyak cerita sejarah hanya berdasarkan hapalan

Keunikan-Keunikan Bahasa Arab [Bag. 2]

K

Ini salah satu yang paling unik menurut kami. Karena umumnya bahasa yang lain dibaca/dilafadzkan dulu baru bisa dipahami. Lebih-lebih ia juga harus paham i’rabnya.