Home / Fatwa Kedokteran / Bolehkah Membaca Doa/Ruqyah kemudian ditiupkan ke Air?

Bolehkah Membaca Doa/Ruqyah kemudian ditiupkan ke Air?

tiup air

Sering kita melihat ada kiayi atau ustadz yang meniupkan doa ke air kemudian digunakan untuk mengobati orang sakit baik sakit fisik atau gangguan jin. Apakah ini ada contohnya atau apakah disyariatkan?

Pertanyaan diajukan kepada syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah,

س هل يمكن للمسلم أن يعالج نفسه بنفسه بالقراءة والنفث في الماء؟

Apakah mungkin bagi seorang Muslim mengobati dirinya sendiri dengan air yang dibacakan lalu ditiupkan padanya?

.

Jawaban:

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika merasakan sakit beliau (membaca kemudian) meniupkan surat Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) pada tangan beliau sebanyak 3 kali. Lalu mengusapkan kedua tangannya pada bagian tubuh yang mampu diusap sebelum tidur. Dimulai dari kepala, wajah, lalu ke dada. Sebagaimana yang diberitakan oleh ‘Aisyah radhiallahu’anha dalam hadits yang shahih.

Selain itu, Jibril pernah meruqyah beliau shallallahu’alaihi wasallam ketika beliau sakit, dengan menggunakan air yang dibacakan doa:

بسم الله أرقيك، من كل شيء يؤذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك

bismillaah urqiika min kulli syai’in yu’dziika wa min syarri kulli nafsin au ‘ainin hasidin allaahu yasyfiika bismillaahi urqiika

Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dan dari keburukan penyakit ‘ain yang timbul dari pandangan mata orang yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, Dengan nama Allah aku meruqyahmu

Ini sebanyak 3 kali. Ini adalah metode ruqyah yang disyariatkan dan bermanfaat.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah membacakan (doa/ruqyah) pada air untuk Tsabit bin Qais radhiallahu’anhu lalu memerintahkan ia untuk memercikkan air tersebut padanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Ath Thib dengan sanad yang hasan.

Dan contoh-contoh lain metode ruqyah yang dilakukan pada masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Diantaranya juga, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sering mendoakan orang yang sakit dengan doa:

اللهم رب الناس، أذهب البأس، واشف أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقماً

Allaahumma rabbannaas adz-hibil ba’sa wasyfi antasy syaafii laa syifaa a illa syifaauka syifaa an laa yughaadiru saqamaa

Ya Allah, Rabb bagi manusia. Hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu. Berikanlah kesembuhan yang tidak meninggalkan sisa sedikit pun

[Fatawa At-Thib wal Mardha hal 394-395, syamilah]

 

@Gedung Radiopoetro FK UGM, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

5 Comments

  1. ummuatikah says:

    Apakah boleh dg jenis surat ato do’a apapun?atau wajib dg do’a tsb diatas?jazakumullah khoir

  2. Abu Ikhwan says:

    Assalamu ‘alaikum,
    Dok, sy sakit ambeyen udh stadium 3. Memang ga sakit tapi setelah BAB harus ditekan biar masuk kembali. Mau operasi ga ada uang, udh konsul dgn metode pake stepler tapi biayanya lumayan besar, mo pake bpjs tapi kan asuransi, sy masih ragu kehalalannya. Akhirnya sy meruqiyah sendiri sambil meludah sedikit di tangan kanan sy baca bismillah 3x dan baca A’udzubillah waqodrotihi min syarima …. 7x. Sambil diusap-usap dan ditekan sedikit. Sy meruqiyah habis zikir pagi dan baca al qur’an. Sy berharap bisa sembuh. Dan apakah dikasih minyak zaitun sa’at sy mandi pada anusnya bisa dibenarkan ga? sy pernah baca ada manfaat minyak zaitun, sampai ketika rosululloh meruqiyah mengoleskan dgn minyak zaitun ke bagian yg sakit.
    Mohon balasannya diemailkan ke [email protected]
    Jazakulloh khoir.

  3. Hijrah Saputra says:

    Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh. Mohon penjelasannya Ustadz. Hadist yang menyebutkan Malaikat Jibril meruqyah Nabi Shallallahu alaihi wa Salam dengan air dan Nabi Shallallahu alaihi wa Salam mengobati Tsabit bin Qais dengan air, dapat dijumpai di kitab hadist manakah ustadz? Apakah ada redaksi hadistnya ustadz?
    Terima kasih. Barakallohufiik

Leave a Reply