Bimbingan IslamFaidah Ringkas

Dokter Hanya Memperkirakan, Allah yang Memvonis Kematian

[Rubrik: Faidah Ringkas]
Kehidupan dan kematian makhluk ada di tangan Allah. Allah yang menentukan ukuran dan batas waktu kehidupan makhluk, Allah yang menentukan kapan suatu makhluk harus ada dan kapan ia akan tiada, Allah pula yang menentukan bagaimana keadaan hidupnya dan bagaimana kondisi matinya.
Allah berfirman,

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS Al-Baqarah: 28)

Seorang tua renta yang sakit terbaring lemah di tempat tidurnya, jika Allah menghendakinya terus hidup maka kematian belum akan mendatanginya. Sebaliknya, seorang pemuda bugar yang rajin berolahraga agar tetap sehat dan hidup, jika Allah menghendaki maka kematian mudah saja mendatanginya.
Allah berfirman,

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Jumuah: 8)

Seseorang yang mengidap penyakit berat, kanker stadium akhir misalnya, umumnya hidupnya tidak akan lama lagi, beramai-ramai dokter memvonis sisa waktu kehidupannya. Apakah vonis tersebut pasti benar? Belum tentu. Ada orang-orang yang mungkin sudah pasrah dengan kondisinya, ternyata Allah masih menghendaki dia hidup bahkan kembali sehat seperti tak pernah sakit.

Sehat, sakit, hidup, mati, semuanya adalah kehendak Allah. Dokter hanya bisa membaca keadaan, Dokter hanya bisa memperkirakan dan tidak bisa memastikan. Vonis dan kepastian hanya hak prerogatif Allah Ta’ala.

Salah satu doa kesembuhan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan pernah dibaca untuk anggota keluarganya yaitu,

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR Bukhari 535 dan Muslim 2191)

Artikel www.muslimafiyah.com
Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.
(Alumnus Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *