Home / Fatwa Kedokteran / Hermaproditisme (Memiliki Dua Alat Kelamin)

Hermaproditisme (Memiliki Dua Alat Kelamin)

Hermaproditisme adalah kondisi di mana seseorang/bayi lahir dengan dua alat kelamin dan terkadang masih belum bisa di tentukan apakah dia seorang laki-laki atau seorang perempuan. Kami melihat sendiri ketika sedang belajar (co-ass), di poliklinik urologi datang seorang laki-laki dengan gaya agak kemayu memeriksakan, ternyata ia memiliki dua kelamin yaitu (maaf)ada  vaginanya sedangkan  klitorisnya berbentuk seperti batang kemaluan laki-laki terlihat besar sekali di bandingkan dengan klitoris.

Bagaimana Islam menyikapi hal ini. Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah ditanya,

س 20 الخنثى هل يعامل معاملة الأنثى علما بأنه لم يتضح أمره ؟ وهل ينطبق عليه جميع ما ينطبق على الأنثى من انقضاء العدة وغيرها من الأمور المتعلقة بالنساء ؟

Seorang hermaprodit, apakah ia perlakukan sebagaimana wanita, perlu diketahui dalam hal ini belum jelas perkaranya (apakah laki-laki atau perempuan)? Ataukah diberlakukan padanya sebagimaana keadaan wanita seperti selesainya iddah atau perkara yang lainnya yang berkaitan dengan wanita?

Beliau menjawab,

ج 20 : الخنثى فيه تفصيل . فالخنثى قبل البلوغ يشتبه هل هو ذكر أو أنثى ؛ لأن له آلتين : آلة امرأة وآلة رجل . لكن بعد البلوغ يتبين في الغالب ذكورته أو أنوثته . فإذا ظهر منه ما يدل على أنه امرأة مثل أن يتفلك ثدياه أو ظهر عليه ما يميزه عن الرجال بحيض أو بول من آلة الأنثى فهذا يحكم بأنه أنثى وتزال منه آلة الذكورة بالعلاج الطبي المأمون . وإذا ظهر منه ما يدل على أنه ذكر كنبات اللحية والبول من آلة الذكر وغيرهما مما يعرفه الأطباء فإنه ذكر ويعامل معاملة الرجال . وقبل ذلك يكون موقوفا حتى يتبين الأمر, فلا يزوج حتى يتبين الأمر هل هو ذكر أو أنثى وهو بعد البلوغ كما قال العلماء بتبين أمره

Hermaproditisme perlu dirinci, jika sebelum usia baligh dan masih belum jelas apakah laki-laki atau wanita karena ia memiliki dua alat kelamin: kelamin laki-laki dan kelamin wanita. Akan tetapi setalh usia baligh maka akan jelas sifat laki-laki dan wanitanya yang dominan. Jika nampak sifat yang menunjukkan bahwa ia adalah wanita misalnya menonjol payudaranya atau nampak apa yang membedakannya dari laki-laki misalnya haidh atau kencing dari alat kelamin wanita maka ia dihukumi sebagai seorang wanita dan dihilangkan alat kelamin laki-lakinya dengan pengobatan kedokteran yang terpercaya.

Jika nampak sifat yangmenunjukkan bahwa ia adalah laki-laki seperti tumbuh jenggot dan kencing dari alat kelamin laki-laki atau yang lain maka ia diperlakukan sebagaimana laki-laki. Dan sebelum hal itu (diketahui yang dominan) maka tawaqquf  (didiamkan) sampai jelas perkara. Maka ia tidak boleh menikah sampai jelas perkaranya apakah ia laki-laki atau wanita dan perkara jelas setelah ia baligh. Demikianlah ulama menjelasakan hal ini.[1]

 

Catatan:

Anak yang lahir dengan genitalia yang belum jelas (alat kelamin tidak jelas) umumnya salah satu dari empat keadaan:
1. wanita pseudohermaproditisme (maskulinisasi wanita)
2. Disgensesi gonadal campuran (mosaik kromosomal)
3. laki2 pseudohermaproditidme
4. hermaproditisme sejati
Penyebab tersering adalah kelainan hormon atau kelainan kromosom diketahui lebih awal dengan pemeriksaan kromosom, Apakah dia laki-laki atau wanita. Akan tetapi lebih selamat memastikan ia apakah laki-laki atau wanita sebagaimana penjelasan ulama dengan menunggu baligh karena pemeriksaan kromosom bisa saja salah.

Jika telah jelas maka bisa ditindak lanjut dengan ilmu kedokteran yaitu menghilangkan kelamin laki-laki jika ia dominan wanita atau menutup vagina jika ia dominan laki-laki.

 

Mataram-Lombok , dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

Leave a Reply