Home / Bimbingan Islam / Tidak Ada Fikh Waria, yang Ada Fikh Orang Berkelamin Ganda

Tidak Ada Fikh Waria, yang Ada Fikh Orang Berkelamin Ganda

Mungkin terjadi salah dalam menterjemahkan dari bahasa Arab, berkelamin ganda diterjemahkan sebagai waria/banci ..
.
Sebagian orang berdalil hermaprodite/khuntsa خنثى (berkelamin ganda sejak lahir) sebagai bolehnya waria (mutakhannats/متخنث), tentu ini tidak benar karena dua hal ini BERBEDA
.
Karenanya kita temui ada yang mengklaim bolehnya “pesantren waria” dan katanya mereka membahas “fikh waria”. Ini tidak lah benar, yang benar adalah “fikh hermaphrodite/khuntsa yaitu orang yang berkelamin ganda
.
Hermaphrodite berbeda dengan waria. Secara medis, hermaphrodite/khuntsa justru berprilaku mantap, baik sebagai laki-laki atau perempuan meskipun berkelamin ganda bawaan lahir
.
Hermaphrodite merupakan kelainan di mana fokus penentuan jenis kelamin terganggu sehingga keduanya muncul saat lahir
.
Ulama sejak dahulu sudah membahasnya, yaitu:
.
1. Ditunggu mana sifat yang mendominasi, dan mana organ sekunder yang mendominasi tumbuh
jika telah jelas maka yg lain bisa dihilangkan
.
2. Dilihat dari organ kelamin mana ia buang air kecil, jila dari kelamin laki-laki maka ia adalah laki-laki
.
Silahkan baca tulisan kami:
.
https://muslimafiyah.com/hermaproditisme-memiliki-dua-alat-kelamin.html
.
Karena seorang hamba harus beribadah, ini lah cara ibadahnya hermaprodite (orang yang berkelamin ganda), silahkan baca tulisan kami:
.
https://muslimafiyah.com/bagaimana-ibadahnya-orang-bisu-dan-hermaprodite-biseksual.html

Semoga bisa dipahami karena Islam sangat melarang keras laki-laki yang bersifat/berkelakuan seperti wanita dan wanita yang bersifat seperti laki-laki

Ibnu Abbas berkata,

ﻟَﻌَﻦَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻤُﺘَﺸَﺒِّﻬِﻴﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ، ﻭَﺍﻟﻤُﺘَﺸَﺒِّﻬَﺎﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺑِﺎﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki ” [HR. Al-Bukhari]


@ Cileungsi, Bogor

Penyusun: Raehanul Bahraen

artikel muslimafiyah.com

Leave a Reply