Home / Fatwa Kedokteran / Wanita Menopouse Yang Bisa Haid Dengan Pil Hormon

Wanita Menopouse Yang Bisa Haid Dengan Pil Hormon

Syaikh Muhammad bin shalih Al-‘Utsaimin  rahimahullah ditanya

تحتاج بعض النساء اللاتي وصلن إلى سن اليأس إلى هرمونات بديلة لمنع هشاشة العظام وأمراض القلب مع أن أخذ هذه الحبوب يسبب نزول دم من الرحم مثل دم الحيض ، فما حكم الصلاة مع نزول هذه الدماء، وهل هي استحاضة أم ماذا؟

Sebagian wanita yang sudah menopuse membutuhkan hormon penganti untuk mencegah osteoporosis atau penyakit-penyakit jantung-pembuluh, akan tetapi mengkonsumsi obat ini menyebabkan luruhnya (keluar) darah dari rahim seperti darah haidh. Apakah hukum shalat (tidak shalat karena haidh, pent) ketika keluar darah seperti ini? Apakah ini darah istihdhah[1] atau apa?

Syaikh menjawab,

دم الحيض دم طبيعي ليس له سبب ، فأما الدماء التي لها سبب فهي كما قال النبي صلى الله عليه وسلم للمستحاضة : (( إنما ذلكِ دم عِرْق))، فلا يكن حكمه حكم دم الحيض بل هو دم فساد، فالمرأة في هذه الحالة تصلي وتصوم ويأتيها زوجها إن كانت متزوجة ولا حرج عليها، وهذه القاعدة التي أسسها النبي صلى الله عليه وسلم وهي (( إنما ذلك دم عِرْق))، وهذا معلوم السبب فيكون عرقاً ليس له حكم الحيض

Darah Haidh adalah darah normal alami (siklus normal wanita, pent) yang tidak ada sebabnya, adapun darah yang ada sebabnya sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi wanita yang mengalami istihadhah, “itu adalah darah dari urat (pembuluh yang pecah atau putus, pent)”, maka darah tersebut tidak sama hukumnya dengan darah haidh bahkan itu adalah darah karena kelainan. Wanita dalam keadaan ini tetap shalat dan puasa, boleh didatangi oleh suaminya jika telah menikah, tidak mengapa baginya. Inilah kaidah yang ditetapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu, “itu adalah darah dari urat (pembuluh yang pecah atau putus, pent)”. Hal ini telah diketahui sebabnya (yaitu karena obat hormon), maka darah karena urat tidak sama hukumnya dengan darah haidh.

(sumber: Irsyadaat litthabibil Muslim, pertanyaan no.6)

 

Lombok, Pulau seribu Masjid

Penerjemaah: Raehanul Bahraen

artikel www.muslimafiyah.com

 

 


[1] Istihadhah adalah darah yang berasal dari urat yang pecah/putus, yang keluarnya bukan pada masa adat haid dan nifas -dan ini kebanyakannya-, tapi terkadang juga keluar pada masa adat haid dan saat nifas. Karena dia adalah darah berupa penyakit, maka dia tidak akan berhenti mengalir sampai wanita itu sembuh darinya

Leave a Reply