Home / Adab / Kata-Kata Indah Dan Romantis Bisa Jadi Sihir, Wanita Jangan Terperdaya

Kata-Kata Indah Dan Romantis Bisa Jadi Sihir, Wanita Jangan Terperdaya

Semua juga sudah tahu kalau wanita lemah dengan kata-kata yang romantis, kata-kata yang menyentuh, sajak puitis dan sebagainya. Bisa jadi sihir itu adalah kata-kata yang manis, janji romantis padahal buaya plus ember. tidak heran karena kata-kata memang seperti itu bisa menyihir
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من البيان سحراً

“Sesungguhnya sebagian dari Al-bayan (susunan kata-kata yang indah) adalah sihir”.[1]

Mengenai hadits ini, ulama menjelaskan bahwa kata-kata berlebihan atau terlalu memaksakan puitis dan bersajak tidak baik. Setiap berkata dan mengungkapkan memaksakan unutk bersajak dan berpuitis. Akan tetapi justru ini yang disukai oleh kebanyakan wanita akhirnya bisa “klepek-klepek”.

Dalam hadits dijelaskan sebagian dari AL-Bayan (berarti tidak semua tercela) bisa seperti sihir. Maksudnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Maidani rahimahullah,

ومعنى السحر: إظهارُ الباطل في صورة الحق

“Makna sihir adalah menampakkan kebatilan dalam bentuk kebenaran (niat buruk tapi terlihat baik).[2]

Termasuk kandungan hadits ini, agar tidak terlalu berlebihan dalam berkata-kata, terlalu puitis dan terlalu memaksakan romantis. Akan tetapi sekali lagi, umumnya para wanita suka hal ini.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

عليه فإنه ينبغي للمسلم أن يتكلم بالكلام المتوسط المعتاد والذي يفهمه السامع ويحصل به المقصود ويكره التقعر في الكلام

“Sebaiknya seorang muslim menggunakan kata-kata pertengahan dan biasa saja agar mudah dipahami oleh pendengar dan tercapai maksud dan menghindari terlalu memaksakan (puitis dan bersajak) dalam berbicara.”[3]

 

Wahai laki-laki, Allah membenci laki-laki yang terlalu “sok puitis” dan terlalu “memaksakan bersajak “setiap berkata.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْبَلِيْغَ مِنَ الرِّجَالِ، الَّذِيْ يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ كَمَا تَتَخَلَّلُ الْبَقَرَةُ.

“Sesungguhnya Allah membenci laki-laki yang berbicara berlebih-lebihan yang memutar-mutar lisannya (untuk menampakkan kefasihannya) sebagaimana sapi yang memutar-mutar lisannya.[4]
Pelajaran bagi para wanita jangan terlalu terbuai dengan kata-kata indah laki-laki, apalagi hanya di dunia maya, keshalihahnya belum tentu nyata. Beberapa kasus kita temui wanita terperdaya oleh lakikeshalihan-laki semu di dunia maya. Tertipu ketika sudah menikah ternyata mendapatkan tidak seperti yang menjadi mimpi indahnya.
karenanya wanita harus izin wali untuk menikah
Hikmah wanita harus nikah dengan wali adalah mereka para wanita bisa tertutup hati dan akalnya jika sudah terkena sihir laki-laki ini, mereka lupa latar belakang buruk atau keperibadian jelek laki-laki tersebut walaupun sudah dinasehati.

Sudah banyak cerita wanita yang sangat negebet nikah denga laki-laki yang jelek akhlak dan agamanya, wanita tersebut sudah dikasi nasehat, sudah diberikan peringatan bahkan agak keras, tetapi masih kukuh ingin dinikahi laki-laki yang sudah menyihirnya dengan cinta dan kata-kata semu.

Karenanya wanita menikah harus seizin walinya laki-laki yang lebih tenang dan cermat dalam memilih. Bapakanya bisa menilai siapa si laki-laki tersebut dan bisa melindungi putrinya.

Bahkan pernikahan tidak sah tanpa wali.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَإِنْ دَخَلَ بِهَا فَلَهَا الْمَهْرُ بِمَا اسْتَحَلَّ مِنْ فَرْجِهَا، فَإِنِ اشْتَجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ.

“Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya bathil (tidak sah), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar dengan sebab menghalalkan kemaluannya. Jika mereka berselisih, maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.” [5]

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ

“Tidak sah nikah melainkan dengan wali.”[6]

Sekali lagi, wanita agar berhati-hati. Semoga wanita kaum muslimin mendapatkan suami yang shalih dan berakhlak mulia.

 

Demikian semoga bermanfaat

@Pogung Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

 

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

silahkan like fanspage FB ,  follow twitter , Follow Akun Faceebook

Add Pin BB www.muslimafiyah.com keempat 7E5F27DE

 

 

[1] HR. Bukhari

[2] Sumber: http://www.alukah.net/sharia/0/9323/#ixzz3JyozE1Rt

[3]Sumber:  http://www.alfawzan.af.org.sa/node/6062

[4] HR. Abu Dawud, diShahih oleh syaikh Al-Albani

[5] HR. Abu Dawud, shahih

[6] HR. Abu Dawud, shahih dan Tirmidzi

4 Comments

  1. Wenan says:

    Apakah istri org kafir yg menikah tanpa wali halal dinikahi? Bagaimana hukumnya? Terima kasih atas jawabannya.

  2. Popi andayani says:

    Gmn kalo wali tidak mau menikahkan kita karena pekerjaan calon yang belum mantàp walaupun agamanya bagus? Bèrdosakah jika melawan kehendak wàlinya?

Leave a Reply