Home / Adab / Terkena Musibah, Berarti Allah Sayang kepada Anda

Terkena Musibah, Berarti Allah Sayang kepada Anda

Tidak percaya? Coba renungkan hadits berikut

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.”[1]

 

Maka banyaklah berprasangka baik kepada Allah dan Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

sebagaimana dalam hadits qudsi,

قال صلّى الله عليه وسلّم فيما يرويه عن ربه – تعالى – أنه قال: “أنا عند ظن عبدي بي، وأنا معه حين يذكرني

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang beliau meriwayatkan dari Rabnya, bahwa Allah berfirman, “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.”[2]

 

berikut jawaban serta jalan keluar dari Allah yang langsung tertulis dalam kitab-Nya mengenai beberapa keluhan atas musibah-musibah yang muncul dalam hati manusia yang lemah

>Mengapa saya di uji (dengan penyakit ini)?
jawaban:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. 29:2)
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. 29:3)

-Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan (berupa kesehatan)?
jawaban:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216)

-Mengapa ujian (penyakit) seberat ini?
jawaban:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. 2:286)

-Saya mulai frustasi dengan ujian (penyakit) ini.
jawaban:
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 3:139)

-Bagaimanakah saya menghadapinya?
jawaban:
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. 3:200)
-Apa yang saya dapatkan dari semua ini?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka,” (QS. 9:111)

-Kepada siapa Saya berharap?
jawaban:
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (QS. 9:129)

-Saya sudah tidak dapat bertahan lagi dan menanggung beban ini!
jawaban:
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

 

 

@Pogung Dalangan, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

silahkan like fanspage FB dan follow twitter

Add Pin BB www.muslimafiyah.com kedua 7C9E0EC3, Grup telegram Putra (+6289685112245), putri (+6281938562452)

 

 

[1] HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani

[2] HR. Bukhari, no.7405

4 Comments

  1. Abu Namira says:

    Alhamdulillah..terimakasih atas artikelnya pak.
    Sejujurnya saya merasa terbantu setelah membaca dalil-dalil yang dikemukakan.

    Semoga Allah senantiasa merahmati bapak dan keluarga. Amiin.

  2. Dina Dinnur says:

    Assalamualaikum….ustadz, salam ta’zim sy.Alhamdulillah hikmah ini mengingatkan sy utk lebih syukur nikmat karena bisa merasakan betapa kadoh sayang atas sy dan keluarga.
    Hampir 2 tahun lampau sy hadapi banyak hal yg sy istilahkan “tsunami kehidupan” dr fitnah pekerjaan, tersisihkan dr posisi pkjn, sakit yg menjadikan berkurangnya fungsi mata yg mulanya sehat, usaha seret, sempit rizqi, rumah tangga goyah, hutang menggunung, godaaan/gangguan jin kasat mata.
    Alhamdulillah…semakin mengenalkan sy kepada Sang Khalik

Leave a Reply