Home / Adab / Tetap Semangat dalam Kebaikan Meskipun Dicela

Tetap Semangat dalam Kebaikan Meskipun Dicela

Terkadang kita sudah melakukan hal yang terbaik dengan niat yang kita ikhlaskan. Baik dalam membela agama atau melakukan kebaikan sesama manusia. Akan tetapi kita dicela oleh sebagian manusia. Bisa jadi kita langsung “drop” dan kecewa.

Jangan langsung gundah gulana, segera bangkit. Celaan mereka tidak akan berpengaruh terhadap penilaian Allah terhadap kita karena kita mencari ridha Allah. Biarkan mereka berbicara di belakang, kita terus melangkah dan mereka semakin jauh tertinggal di belakang
Manusia tidak akan lepas dari celaan, bahkan Allah Ta’ala Rabb pencipta kita, dicela juga oleh manusia -na’udzu billah -. Sebagaimana celaan orang Yahudi terhadap Allah, mereka mengatakan tangan Allah terbelenggu.
ﻭَﻗَﺎﻟَﺖِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﻳَﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻐْﻠُﻮﻟَﺔٌ ﻏُﻠَّﺖْ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﻟُﻌِﻨُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ
“Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila’nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu.” (QS. Al Maidah: 24). 
Bahkan manusia paling mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dicela oleh manusia dengan julukan yang sangat jelek, yaitu gila, tukang sihir dan tukang dusta
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ ﻫَٰﺬَﺍ ﺳَﺎﺣِﺮٌ ﻛَﺬَّﺍﺏٌ
“Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. (Shad/38:4)
Bahkan orang beriman dan melakukan banyak kebaikan akan menjadi bahan olok-olok dan bahan tertawaan bagi orang keras hatinya. Tentu ini tidak benar, merekalah yang akan ditertawakan suatu saat.
Allah berfirman,
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮُّﻭﺍ ﺑِﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻐَﺎﻣَﺰُﻭﻥَ 
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.”[al-Muthaffifin/83:29]
Saudaraku, celaan itu pasti ada, kita cuek saja dan terus melangkah. Tidak ada yang selamat dari celaan.
Ibnu Hazm  berkata,
ﻣَﻦْ ﻗَﺪَّﺭَ ﺃَﻧﻪ ﻳَﺴْﻠَﻢُ ﻣِﻦْ ﻃَﻌْﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻋَﻴْﺒِﻬِﻢْ ﻓَﻬُﻮَ ﻣَﺠْﻨُﻮﻥ
“Barang siapa yang menyangka ia bisa selamat dari celaan manusia dan cercaan mereka maka ia adalah orang gila.” (Al-Akhlaaq wa As-Siyar fi mudawaatin nufuus hal 17)
Demikian semoga bermanfaat
@Madinah, Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Penyusun:  Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply