Maksud Dari Hadits: Mati Syahid Tertimpa Reruntuhan

Terdapat hadis mengenai keutamaan berupa syahid bagi mereka yang meninggal karena tertimpa reruntuhan. Apakah maksud hadis ini? Apakah mati syahid seperti mereka yang terbunuh dalam peperangan berjihad membela agama Allah?
Jawabannya: mendapatkan PAHALA mati syahid. Bukan “status” mati syahid sebagaimana mereka yang terbunuh ketika berjihad berperang di jalan Allah. Sehingga mereka yang mendapatkan pahala syahid, mayat mereka tetap dimandikan, disalatkan, dan dikafani sebagaimana biasanya.
Sedangkan orang yang mati syahid berjihad di peperangan maka tidak perlu dimandikan, disalatkan, dan dikafani tetapi langsung dikuburkan dengan pakaian yang ia pakai saat itu. Kita harapkan dengan “pahala” mati syahid tersebut mereka bisa mendapatkan keutamaan sebagaimana mati syahid berjihad di peperangan.
Hadis mengenai mati syahid tertimpa reruntuhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit taun, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” [1]
Prof. Dr. Abdullah bin Jibrin rahimahullah menjelaskan,
والمراد له أجر شهيد، لكنه لا يعامل معاملة الشهيد في الدنيا، فإنه يغسل ويكفن ويصلى عليه بخلاف شهيد المعركة، فإنه يدفن بثيابه ولا يغسل ولا يصلى عليه، على المشهور عند العلماء، والله أعلم.
“Yang dimaksud di sini adalah baginya pahala mati syahid. Akan tetapi mayatnya tidak diurus sebagaimana orang mati syahid (orang yang mati syahid tidak perlu dimandikan dan dikafani, pent). Maka jasadnya tetap dimandikan, dikafani, dan disalatkan, berbeda dengan syahid di medan peperangan maka ia dikubur dengan pakaian syahidnya di dunia, tidak dimandikan, tidak disalatkan sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan ulama. Wallahu a’lam.” [2]
Demikian, semoga bermanfaat.
@Markaz YPIA, Yogyakarta tercinta.
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
Silakan like fanspage FB, follow Facebook, dan follow Twitter.
Catatan Kaki:
- HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadis Abu Hurairah
- http://www.ibn-jebreen.com/books/6-50-2406-2240-.html