Bimbingan IslamFatwa KedokteranFiqhKesehatan Islam

Vaksin dan Validitas Berita & Informasi

Dalam menerima berita dan informasi, sangat diperlukan keilmiahan dan validitas. Hendaklah kita tidak mudah langsung menerima dan yakin akan sebuah berita, kemudian menyebarkannya tanpa memastikan valid atau tidaknya.

Islam adalah agama yang mulia, sangat ilmiah, serta memperhatikan valid/sahih atau tidaknya berita/khabar. Hal ini dibahas dalam ilmu (mustalah) hadits secara umum. Jika tidak ada ilmu ini, maka semua berita akan ditelan mentah-mentah dan semua orang akan berbicara siapa pun itu dan berbicara apa pun, tanpa memperhatikan latar belakang ilmu dan keahliannya.

Karenanya Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan,

ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ، ﻭﻟﻮﻻ ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ؛ ﻟﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ

“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka orang akan berkata semaunya.” (Muqaddimah Shahih Muslim)

Mengenai vaksin, dengan mudahnya internet dan media sosial di zaman ini, berita yang tidak benar (HOAX) tentang vaksin sangat mudah menyebar. Sebagian orang pun langsung percaya tanpa mengecek kebenarannya.

Contoh HOAX

  • Vaksin adalah konspirasi buatan Yahudi dan Amerika.
  • Vaksin hanya untuk negara Islam dan melemahkan generasi Islam.

Faktanya

Vaksin yang menemukan adalah ilmuwan Islam. Penemu awal konsep vaksin adalah Ar-Razi dan disempurnakan di zaman Khalifah Turki Utsmani (lihat buku 1001 penemuan).

Silakan baca:

Figure 2: A Turkish stamp issued in 1967 to commemorate the 250th anniversary of the first smallpox vaccination. Source: 1001 Inventions: Muslim Heritage in Our World (Manchester: FSTC, 2006, p. 179).

http://www.muslimheritage.com/article/lady-montagu-and-introduction-smallpox-inoculation-england

Vaksin ada di mayoritas program di seluruh dunia. Di negara Eropa, Amerika, Australia, sebagian negara Timur Tengah seperti Saudi, Qatar, UEA, dll., vaksin merupakan program wajib yang benar-benar wajib penerapannya. Jika anak tidak lengkap vaksinnya, maka tidak bisa masuk sekolah (aturan resmi negara).

Silakan baca:

https://muslimafiyah.com/program-vaksin-ada-di-hampir-mayoritas-negara-dunia.html

Info Tidak Benar yang Membawa-bawa Agama

Misalnya: Tahnik adalah imunisasi islami, sehingga tidak perlu vaksin lagi.

Faktanya: Tidak ada satu pun ulama yang menjelaskan demikian. Hikmah tahnik adalah memasukkan hal yang manis (glukosa) pertama kali lahir, bukan untuk mencegah infeksi bakteri. Justru yang dijelaskan ulama adalah khilaf (perbedaan pendapat) apakah tahnik itu sunah atau perbuatan khusus bagi Nabi shallallahu alaihi wa sallam saja.

Kembali ke permasalahan validitas, dalam mengambil informasi vaksin perlu memperhatikan hal berikut sebagaimana dalam ilmu hadits:

Kriteria Validitas Informasi Vaksin (Mengadopsi Ilmu Hadits)

  1. Pastikan Adanya Nama Penulis (Tidak Majhul) Jika mendapatkan artikel/tulisan atau broadcast tentang vaksin, maka pastikan adakah nama penulisnya atau tidak? Jika tidak ada nama penulisnya, maka tidak langsung diterima. Dalam ilmu hadits, ini disebut dengan “Majhul” (tidak dikenal), tentu riwayat tersebut tidak diterima.
  2. Pastikan Penulis Adalah Ahli (Tsiqah) Jika ada nama penulisnya, maka kita lihat apakah penulisnya ahli dalam masalah vaksin atau tidak? Hendaknya seseorang tidak berbicara tentang vaksin, sedangkan ia tidak pernah memegang vaksin dan tidak pernah melihat atau mempelajari cara membuat vaksin sama sekali. Dalam ilmu hadits, kita perhatikan apakah perawinya bisa dipercaya atau tidak (“Tsiqah” atau tidak). Jika tidak Tsiqah, tentu tidak diterima.
  3. Perhatikan Jika Menyelisihi Mayoritas Ahli (Tidak Syadz) Jika penulisnya adalah tsiqah, akan tetapi menyelisihi yang tsiqah lebih banyak atau menyelisihi yang lebih tsiqah, maka riwayat tsiqah tersebut tidak diterima. Ini yang disebut dengan hadits Syadz dalam ilmu hadits.

ﻓﺎﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺸﺎﺫ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺮﻭﻳﻪ ﺍﻟﺜﻘﺔ ﻭﻳﺨﺎﻟﻒ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺮﻭﺍﺓ ﺍﻟﺜﻘﺎﺕ

“Hadits Syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh tsiqah (terpercaya) tetapi menyelisihi perawi-perawi lainnya yang tsiqah.”

Jadi, dokter umum atau dokter spesialis bidang lain yang tidak mendalami vaksin pun, tidak bisa kita terima langsung perkataannya, apalagi jika menyelisihi ahli dalam hal ini, seperti dokter anak yang melihat langsung fakta di lapangan, para profesor, dan ahli pembuat vaksin. Semisal dokter spesialis kulit menyelisihi perkataan dokter spesialis bedah tentang pembedahan jantung.

Perlu diketahui, oknum dokter yang tidak setuju vaksin hanya sedikit sekali. Mereka tidak paham dan bisa jadi sudah terpengaruh dogma konspirasi dan lain-lain yang tidak benar, sehingga tertutup pandangannya dengan fakta dan data yang benar dan sangat mudah diakses. Vaksin adalah program mendunia. Perbandingan oknum dengan seluruh dokter dunia bisa satu banding jutaan dokter yang pro-vaksin (maaf, ini penjelasan bagi mereka yang mengatakan “banyak juga dokter yang tidak setuju vaksin”, tentu ini tidak benar).

Demikian, semoga bermanfaat. Semoga kita bisa bijak menerima informasi tentang vaksin.

Mengenai dalil dan fakta vaksin yang kami sampaikan di atas, silakan baca tautan lengkap berikut ini:

https://muslimafiyah.com/pembahasan-lengkap-mengenai-vaksinasi-di-situs-muslimafiyah-com.html

@ Di antara langit dan bumi Allah, pesawat Wing Air Yogyakarta – Surabaya

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Konsultasi Kesehatan Mental

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button