Home / Aqidah / Dosa 99 lembar Sejauh Mata Memandang Terhapus dengan TAUHID

Dosa 99 lembar Sejauh Mata Memandang Terhapus dengan TAUHID

#IndonesiaBertauhid

-Iya benar, TAUHID bisa menghapuskan dosa (selain dosa syirik) walapun sangat banyak sekali bahkan  walaupun dia belum bertaubat kepada Allah sebelum meninggal

-Berikut kisah shahih seseorang yang di hari kiamat penimbangan amal, ia memiliki dosa yang sangat banyak, 99 lembar sejauh mata memandang

-Kebaikannya? Hanya 1 lembar kecil SAJA, yaitu kartu (bithaqah) yang bertuliskan kalimat TAUHID (لا إله إلا الله)

-Ketika ditimbang, ternyata lebih berat kartu kecil berisi kalimat TAUHID yang ternyata ia sangat IKHLAS dan BERILMU TAUHIDNYA, tentu terjauhkan dari kesyirikan

Berikut haditsnya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamjuga bersabda,

إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَفَلَكَ عُذْرٌ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولُ احْضُرْ وَزْنَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ قَالَ فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ فَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللَّهِ شَيْءٌ

Sesungguhnya, Allah akan membebaskan seorang lelaki dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Akan dibentangkan padanya 99 lembaran (catatan amal keburukan), tiap-tiap lembaran seukuran sejauh pandangan mata.

Kemudian Allah bertanya, “Apakah engkau mengingkari sesuatu dari lembaran (catatan amal keburukan) ini? Apakah para (malaikat) pencatat–Ku al-Hafizhun menzhalimimu?”

Maka, hamba tadi menjawab, “Tidak wahai Rabbku.” Allah bertanya lagi, “Apakah engkau memilik alasan?”

Maka, hamba tadi menjawab, “Tidak wahai Rabb-ku.” Maka,

Allah berfirman, “Benar, sesungguhnya di sisi Kami engkau memiliki satu kebaikan. Sesungguhnya pada hari ini engkau tidak akan dizhalimi.

Kemudian, dikeluarkan sebuah bithaqah (kartu) yang bertuliskan:
Asyhadu alla ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuluhu

(Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah adalah hambaNya dan Rasul-Nya.

Allah berfirman, “Datangkanlah timbanganmu.”Hamba tadi berkata, “Wahai Rabb-ku, apa (pengaruh) karcis ini terhadap lembaran-lembaran ini.”

Maka, Allah berfirman, “Sesungguhnya engkau tidak akan dizhalimi.”

Rasulullah bersabda, “Maka, lembaran-lembaran itu diletakkan di atas satu daun timbangan, dan satu karcis tersebut diletakkan di atas satu daun timbangan yang lain.

Maka, ringanlah lembaran-lembaran itu, dan beratlah karcis tersebut. Maka, sesuatupun tidak berat ditimbang dengan nama Alah.” 
(H.R. Ahmad,  Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

-Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Bukan maksudnya meremehkan dosa dan menganggap kecil amalan lainnya, tetapi besarnya keutamaan TAUHID

Bahkan ada ulama yang berpendapat, lafadz “رجلا” (rajulan) berarti seseorang, berarti contoh ini HANYA PADA SATU ORANG SAJA, tidak pada yang lainnya, orang ini TAUHIDNYA sangat ikhlas dan jauh dari syirik
Jadi tidak bisa jadi dalil meremehkan dosa dan mengecilkan amalan yang lain

2. TAUHID memang bisa menghapuskan dosa walaupun sepenuh bumi, dengan syarat TIDAK pernah menyekutukan Allah/ berbuat syirik

dalam hadits qudsi,

ً وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَقِيتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً

“Barangsiapa menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi, dia tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku (MEMURNIKAN TAUHID), niscaya Aku menemuinya dengan ampunan seperti itu.’” (HR. Muslim)

3. Ingat! dosa yang dihapus adalah dosa kepada Allah, adapun dosa sesama manusia (misalnya memukul dan mencuri), maka akan dibalas dipadang mahsyar dengan seadil-adil, dibalasnya dibayar dengan pahala
Sehingga bisa jadi amal banyak awalnya tetapi ketika penimbangan menjadi sedikit

-Rincian nasib manusia nanti:

1. Jika TAUHIDnya bagus, maka bisa jadi langsung masuk surga bisa jadi tanpa hisab dan adzab

2. Amal baiknya lebih banyak dari amal buruk, maka masuk surga

3. Amal buruk lebih banyak dari amal baik, maka dirinci:

A. Bisa jadi Allah ampuni dosa-dosanya walaupun ia belum bertaubat sebelum meninggal, maka ia masuk surga

B. Allah tidak ampuni, bisa jadi TAUHIDnya kurang, maka ia atas izin Allah masuk neraka SEMENTARA dan nanti masuk surga kemudian

4. Ia pernah melakukan kesyirikan dan belum bertaubat setelah meninggal, maka ia masuk nereka kekal selama terhapus amalannya (semoga kita dijauhkan sejauh-jauhnya), jika sudah bertaubat sebelum meninggal alhamdulillah

-Sudah tahu KEUTAMAAN TAUHID kan? Ayo semangat belajar dan mendakwahkan TAUHID, Terutama ke keluarga yang kita cintai dan masyarakat

@Gemawang, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply