Home / Adab / Jadilah Muslim Plus

Jadilah Muslim Plus

Jangan hanya jadi dokter
Tapi jadilah dokter muslim
Melalui profesinya memperjuangkan agama Allah
Mengadakan baksos kesehatan untuk dakwah
Mengratiskan pasien yang tidak mampu
Sebagai bentuk syiar dan perintah Islam
Menasehati pasien agar kembali ke agama
Yang mana bisa jadi nasehat ustadz tidak mempan

Jangan hanya jadi bisnisman
Tapi jadilah bisnisman muslim
Profesional dan giat dalam usahanya
Karena inilah perintah agama
Menyumbangkan sebagian hartanya untuk agama
Semangat membayar zakat

Jangan hanya jadi dosen
Tapi jadilah dosen muslim
Menjadi teladan ilmuan ideal bagi muridnya
Meneliti ilmu-ilmu yang mendukung Islam
Berdakwah kepada murid-murid yang umumnya mendengar kata dosennya
Semangat belajar  dan riset untuk menunjukkan bahwa ilmuan muslim itu menguasai teknologi

Saudaraku,
Masing-masing kita sudah punya jalan jihad sendiri-sendiri dalam membela dan memperjuangkan agama (jihad bukan hanya perang saja) sebagaimana hadits berikut

ﻭَﺍﻟْﻤُﺠَﺎﻫِﺪُ ﻣَﻦْ ﺟَﺎﻫَﺪَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓِﻲ ﻃَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ

“Mujahid adalah orang yang berjihad memerangi jiwanya dalam ketaatan kepada Allah dan Muhajir adalah orang yang berhijrah dari larangan Allah.” (HR. Ahmad 6/21, shahih)

Jihad juga bisa dengan harta, jiwa maupun lisan

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺟَﺎﻫِﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﺑِﺄَﻣْﻮَﺍﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻟْﺴِﻨَﺘِﻜُﻢْ

“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abh Dawud, dishahihkan al-Albani dalam al-Misykah no. 3821)

Tidak semuanya harus menjadi ustadz dan ulama. Untuk mencapai surga tertinggi tidak harus menjadi ustadz dan ulama,  bahkan semua jalan jihad berpotensi mencapai surga tertinggi

Lihatlah Bilal bin Rabah, beliau bukanlah ulama di kalangan sahabat, akan tetapi beliau sudah dipersaksikan menjadi ahli surga

Mari kita berjuangan sesuai jalan jihad kita masing-masing untuk meninggikan kalimat Allah dan memuliakan Islam

@Gemawang, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply