Home / Bimbingan Islam / Jangan Sering Pamer Agar Terhindar Penyakit ‘Ain

Jangan Sering Pamer Agar Terhindar Penyakit ‘Ain

Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/ kagum, sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.

Untuk lebih jelas silahkan baca tulisan kami:

Mengobati Penyakit ‘Ain Pada Anak


Penyakit ‘Ain bisa juga terkena melalui foto dan video, silahkan baca tulisan kami:

Penyakit ‘Ain Melalui Foto dan Video


Bagi mereka yang diberikan anugrah dan rezeki oleh Allah hendaknya menjaga diri agar tidak sering “pamer” baik di dunia nyata maupun dunia maya dengan SANGAT SERING upload foto dan video
Semisal: 

-Foto anak yang imut dan lucu

-Foto romantisme keluarga
Agar tidak mudah terkena ‘ain atau sampai batas sombong dan pamer kepada manusia, ingatlah bahwa Iblis diusir dari surga karena sombong. Kita belum pasti masuk surga, jangan sampai sombong

ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﻣﺜﻘﺎﻝ ﺫﺭﺓ ﻣﻦ ﻛﺒﺮ ‏
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalamnya

terdapat kesombongan seberat biji sawi” (HR. Muslim)
Penyakit ‘Ain bisa karena pandangan:

1. Dengki/hasad

2. Takjub/kagum
Ini juga bisa menimbulkan kerugian  bagi yang melihat orang yang sering pamer tersebut
1. Menimbulkan dengki/hasad

Sebenarnya orang tersebut awalnya tidak hasad/dengki, akan tetapi karena sering melihat yang pamer, ia akan menjadi hasad. Ini adalah penyakit hati terberat dan membuat merana
2. Menimbulkan kagum lalu membuat tidak bersyukur akan hidupnya

Mungkin dia tidak akan hasad dan iri pada orang yang pamer (misalnya sangat sering pamer foto romantisme suami-istri), karena ia sadar mereka berdua (yang pamer) layak mendapatkannya dan memang layak menjadi pasangan romantis dan ia tidak hasad tetapi kagum/takjub

Akan tetapi karena sering dipamerkan dan IA TSERING ERPAPAR SERTA MELIHAT TERUS SESUATU YANG SEMPURNA, bisa jadi ia tidak bersyukur dengan kehidupan yang ia alami
Misalnya:

Seorang istri memiliki suami yang baik, menunaikan hak istri, bertanggung jawab dan berusaha membahagiakan istri hanya saja kelemahannya ia tidak bisa romantis. Sang istri-pun bahagia dengan suaminya
Karena sang istri terlalu sering melihat pasangan sosok suami ideal, mulailah ia membandingkan suaminya dengan sosok ideal tersebut. Mulailah ia “memaksa” meminta suaminya agar bisa se-romantis sosok suami ideal tersebut. Mulailah ia tidak bersyukur dan tidak bahagia.
Demikian juga TERLALU sering melihat sosok anak ideal, mulailah ia tidak bersyukur dengan prestasi anak-anak dan anugrah yang telah Allah berikan sekarang karena membandingan dengan sosok idel yang TERLALU SERING ia lihat
Demikianlah bahaya sering pamer bagi diri dan orang lain, serta berpotensi menimbulkan penyakit ‘ain
@Gemawang, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply