Faidah Ringkas

Terlihat Seperti Pengobatan Islami Tetapi Hakikatnya Kesyirikan

[Rubrik: Faidah Ringkas]

Kita patut senang dan bersyukur jika dewasa ini metode pengobatan semakin berkembang, banyak pintu yang mengantarkan kaum muslimin mendapatkan kesehatan. Namun dari sekian metode pengobatan tersebut, kaum muslimin harus benar-benar waspada terhadap pengobatan yang berkedok agama yang dilakukan oleh para dukun yang ajarannya justru bertentangan dengan syariat.

Penampilan yang terkesan Islami, berpakaian layaknya ulama dengan gamis dan jenggot, ditambah simbol-simbol yang digunakan diambil dari ayat-ayat suci Al-Quran, semakin menambah tipu muslihat para dukun yang tidak sesuai syariat dalam menjalankan aksinya. Akhirnya orang-orang awam semakin terkecoh.

Terkadang ritual yang dipergunakan berupa amalan-amalan dzikir berbahasa Arab yang tidak ada tuntunannya dari Al-Quran maupun Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian juga dengan terapi menjalani ritual yang tidak ada syariatnya tetapi diklaim sebagai syariat Islam seperti puasa mutih, puasa 100 hari, dan sebagainya.

Di antara cara yang digunakan oleh para dukun dalam mengatasi pasiennya yang terkena sihir adalah mengobatinya/menghilangkan sihirnya dengan sihir pula. Inilah yang disebut nusyrah yang hukumnya haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang nusyrah, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

هُوَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ

“Nusyrah itu termasuk perbuatan syaithan.” (HR Abu Dawud, no. 3868 dan Ahmad, 3/294)

Di antaranya juga dengan memindahkan penyakit pasien kepada hewan ternak seperti kambing, ayam atau telur ayam, dan sebagainya. Bahkan terkadang mengelabui dengan melakukan operasi bedah tanpa pisau lalu keluar darah, nampak sakti padahal ada triknya (semacam sulap) yang bisa dipelajari.

Jika kita mengetahui bahwa “Ustadz” atau “Tabib” tersebut adalah dukun yang justru menyelisihi syariat, maka hendaknya kita menjauhinya sejauh mungkin, tidak boleh mendatanginya apalagi mempercayainya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda untuk orang yang sekadar mendatanginya,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ؛ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi peramal lalu ia bertanya tentang sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (HR Muslim no. 2230)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda untuk orang yang mendatangi dan mempercayainya,

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ سَاحِراً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ؛ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang sihir lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (HR Al-Bazzar no. 1931, dishahihkan oleh Al-Albani)

Artikel www.muslimafiyah.com (Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp. PK, Alumnus Ma’had Al Ilmi Yogyakarta)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *