Jumlah Suatu Kaum Yang Banyak Adalah Karunia Allah, Jangan Dipersedikitkan

J

KB (Keluarga Besar, 2 anak lebih ………….. baik)
jumlah yang banyak adalah karunia semua kaum. (tapi kita ingat, laksanakan yang wajib yaitu mendidik anak, wanita lebih banyak di rumah, jangan melaksanakan sunnah banyak anak saja, atau poligami saja, tapi yang wajib dilupakan)

Jika kita lihat kenyataan bahwa negara jepang dengan bentuk penduduk piramida terbailk karena sedikitnya generasi muda mereka, begitu juga dengan negara eropa yang di mana masyarakatnya wanita berkerja juga (jika tidak berkerja, bisa rendah kedudukannya), maka mereka malas dan enggan punya anak. Banyaknya genereasi tua dan sedikitnya generasi muda membuat negara tersebut agak kepayahan

Dan satu lagi kenyataan bahwa, penduduk muslim di negara eropa seperti German dan Belanda mulai banyak dengan petunjuk Syariat memperbanyak keturunan dan mendidikanya dengan baik. Diberitakan bahwa jumlah muslim di beberapa negara eropa tahun 2050 bisa jadi 50%-50% dengan non-muslim. Karena muslim Eropa terus memperbanyak keturunan sedangkan non-muslim malah malas dan enggan memiliki anak.

Karena seorang pemimipin Arab yang terkenal, mengatakan bahwa Eropa dikuasai kaum muslimin kelak bukan dengan peperangan akan tetapi dengan hadits dan petunjuk syariat agar memperbanyak keturunan dan mendidik anak yang baik.

Kaum Nabi Syu’aib ‘alaihissalam diperingati tentang karunia mereka,

وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ

Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. [Al-A’raf: 86]

Allah Ta’ala berfirman,

وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً

Dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar. [Al-Isra’: 6]

عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Anas bin Malik berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat ” [HR Ibnu Hibban 9/338,Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ no 1784]

 

Demikian semoga bermanfaat

@Pogung Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

Penyusun:   dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

5 Comments

  1. bismillah…assalamualaikum wa rohmatulloh…
    ustadz yang dimuliakan alloh, salam kenal
    ana ikwan yng tinggal di daerah palembang tepatnta di kota lubuklinggau sum-sel, ana kerja di rumah sakit di adm keuangan alhamdulillah di rumah sakit kami diadakan rutin pengajian/kajian islam setiap minggunya, kalau ustadz punya waktu. dengan senang hati kami disini sebagai dokter rekan sejawat,paramedis maupun non medis bisa mendengarkan langsung kajian dari ustadz..mohon dipertimbangkan ustadz…barokallahu fiik..

    • wa’alakumussalam warahmatullahi wa barakatuh
      saya sangat senang kalau bisa , hanya saja jarak membatasi, saya tinggal di jogja, masih banyak ustadz yang lebih berpengalaman yang bisa

  2. Assalamualaikum Ustadz

    Saya ingin bertanya ya :
    Memperbanyak keturunan (dalam 1 keluarga)yang dimaksud itu berapa ya..? karena sepengetahuan saya tidak ada batasannya. Jika keluarga sudah memiliki anak 6 orang, apakah masih dikategorikan sedikit sehingga tetap dilarang menghentikan kehamilan dengan KB walaupun buka pemandulan permanen. Apakah keluarga tersebut masih tetap diwajibkan punya anak lagi, lagi dan seterusnya seterusnya jika dokter menyatakan keadaan ibu masih sehat dan melahirkan..??
    Apakah harus sebanyak-banyaknya sampai 20 anak, 30 anak atau berapa ya
    Mohon dapat diberikan pencerahan.

    Maaf jika saya berbeda pendapat :
    Ayat/Dalil yang anda sebutkan di atas tidak ada yang tegas meng-HARAM-kan KB, lain halnya jika pemandulan tetap.
    Sehingga menurut saya KB hukumnya BOLEH. Memperbanyak keturunan sifatnya anjuran/Sunah. Sunah bukan berarti wajib dilaksanakan. Tergantung kemampuan masing-masing keluarga yang ditinjau dari semua aspek.

    Nabi SAW bangga melihat umatnya lebih banyak dari umat yang lain, tetapo apakah beliau juga bangga dengan banyaknya umat tersebut banyak pula yang melanggar syariat..??
    Nah disini pentingnya pendidikan dan itu perlu biaya, tenaga, pikiran dan kemampuan menajemen mendidik terutama orang tuanya. Pertanyaannya apakah semua orang tua kemampuannya sama.
    Mungkin anda mampu tetapi apakah semua orang memiliki kemampuan sama dengan anda..?? Mungkin ada yang lebih, ada yang sama ada juga yang kurang

    Demikian Ustadz
    Maaf jika berbeda pendapat

Leave a Reply to hanif Cancel