Home / Aqidah / Mendukung Orang yang Memusuhi Agama adalah Tanda Orang Munafik

Mendukung Orang yang Memusuhi Agama adalah Tanda Orang Munafik

Saudaraku, semoga kita dijauhkan sejauh-jauhnya dari sifat munafik, terutama munafik akbar/besar. Orang munafik lebih besar siksaannya daripada orang kafir karena ia mengaku muslim tetapi malah memusuhi bagai “menggunting dalam lipatan”

Allah berfirman,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪَّﺭْﻙِ ﺍﻟْﺄَﺳْﻔَﻞِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka.” [An-Nisaa’: 145]
Sejak dahulu sampai sekarang, tentu ada orang munafik, yaitu mereka yang mendukung orang-orang yang jelas-jelas memusuhi agama Allah, hanya karena jabatan atau harta mereka menggadaikan agama dan menjualnya dengan harga yang murah.
Allah berfirman,
ِ ﻟِﻴَﺸْﺘَﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﺛَﻤَﻨًﺎ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ 
“(dengan maksud menjualnya) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.” (QS.Al-Baqarah: 79)
Agar lebih jelas, pahami pelajaran TAUHID tentang pembagian munafik akbar dan munafik asghar/kecil
-Munafik dalam syariat, ada dua yaitu:
1. Munafik i’tiqadiy (amalan Hati)

ada yang menyebutnya juga nifak akbar yang bisa membuat pelakunya keluar dari Islam dan mendapat adzab yang paling berat melebihi siksaan orang kafir di akhirat
Contoh nifak i’tiqodi:
-Mendustakan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam
-Mendustakan sebagian ajaran Rasulshallallahu ‘alaihi wa sallam
-Benci pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam
-Benci pada sebagian ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam
-Senang melihat agama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam direndahkan
-Tidak senang jika agama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan kemenangan
JADI JANGAN SAMPAI KITA TIDAK SENANG ATAU TIDAK RIDHA DENGAN SATUPUN AJARAN ISLAM
Misalnya mungkin dia berat memakai jilbab, tetapi masih yakin bahwa itu wajib, hanya malas saja, maka tidak masuk munafik i’tiqadiy ini
Justru yang berjilbab, tetapi hatinya senang dengan hancurnya Islam, dialah munafik i’tiqady
2. Munafik amaliy (perbuatan)

ini tidak sampai mengeluarkan dari agama Islam, masih tetap muslim hanya saja diminta agar taubat nashuha dan bersungguh-sungguh dalam taubat
Contohnya sebagaimana hadits :
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ، إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga :

(1)Jika berbicara berdusta

(2) jika berjanji tidak menepati

(3) dan jika dipercaya dia berkhianat”

(HR. Bukhari dan Muslim)
dan dalam riwayat lain disebutkan :
وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ
”(4) Jika berselisih, maka dia akan berbuat dhalim,

(5) dan jika berjanji dia melanggar”.
-Semoga kita dijauhi dari sifat munafik karena para sahabat sangat dan orang shalih sangat khawatir terjerumus dalam hal ini
@Bandara Soekarno-Hatta, Perjalanan Jakarta – Madinah
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply