Home / Aqidah / Pemimpin Adalah Cerminan Rakyatnya, Jangan Menyalahkan Pemimpin Terus, Intropeksi Bersama

Pemimpin Adalah Cerminan Rakyatnya, Jangan Menyalahkan Pemimpin Terus, Intropeksi Bersama

Kurang adil jika protes banyak korupsi pemimpin dan pejabat, tapi masyarakat juga korupsi skala kecil-kecilan sesuai jabatan kecil mereka:

-Uang pungli di instansi
-Masuk instansi A dengan menyogok
-Tidak masuk kantor full tapi ambil semua uang absen/makan siang sebulan full
-Masuk universitas dengan bohong penghasilan ortu
-Jadi panitia acara kecil juga korupsi, sama-sama tahu tapi pura-pura tidak tahu, dana lebih proyek yang harusnya kembali ke negara dibagi ramai-ramai

Kita tidak mengeneralisir tetapi ada oknum yang seperti ini bahkan ada yang mengatakan sudah “sudah rahasia umum”

Maaf korupsi besar berawal dari mental korupsi kecil-kecilan seperti ini

Allah yang berfirman dalam Al-Quran, bahwa karena masyarakatnya dzalim maka ditimpakan penguasa yang dzalim juga

“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi penguasa bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” (Al An’aam: 129).

dan Dalam Hadits,

“Tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan kezhaliman penguasa,  kehidupan yang susah, dan paceklik.” [HR. Ibnu Majah, shahih]

Masih ingat Bani Israil? Pemimpin mereka dari generasi ke generasi adalah Nabi dan orang shalih serta kesatria, tetapi mereka ada yang dilaknat menjadi kera dan lain-lain.

Raja Najasyi yang menyembunyikan keislamannya dari rakyatnya, padahal dia seorang raja yang punya kuasa
Ini adalah bukti bahwa apa yang terjadi bukan salah pemimpin terus, tetapi rakyat juga perlu intropeksi dan memperbaiki diri

Mereka berkata:
Zaman presiden A: kami kecewa, lengserkan
Ketika presiden B: kami kecewa, lebih baik zaman presiden A
Ketika presiden C: kami kecewa, presiden B tolong jadi presiden lagi
Dan seterusnya

Ayo kawan, susah bukan zamannya lagi saling mengkritik terus dan mencela, karena celaan bukan solusinya

Ayo kita perbaiki diri dulu dan keluarga dengan ilmu, iman dan tauhid, karena keluarga adalah miniatur negara dan masyarakat, keluarga adalah bata kecil penyusun bangunan yang besar

Lakukan hal-hal bermanfaat dan kebaikan meskipun skala kecil untuk memperbaiki negara bersama, sekali lagi bata kecil untuk bangunan yang besar, tanpa bata kecil hancur bangun itu

Mendoakan lebih baik daripada mencela, jangan sampai justru celaan itu yang dikabulkan

Kedzaliman pemerintah bukan berarti kita biarkan saja dan lepas tangan, berikut adab menasehati pemimpin

Silahkan baca:

Cara Menasehati Penguasa

https://rumaysho.com/3401-jihad-dengan-menasehati-penguasa-yang-zalim.html

http://www.salamdakwah.com/baca-forum/adab-menasehati-penguasa.html

http://abuayaz.blogspot.com/2010/06/perintah-untuk-menasehati-penguasa.html

 

@Mataram “Kota Ibadah”, Lombok “Pulau seribu masjid”

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply