AdabBimbingan Islam

Adakah Doa Ketika Cuaca Sangat Dingin?

Kami mendapatkan broadcast yang menyarankan agar membaca doa berikut ketika cuaca sangat dingin:

لا إله إلا الله ما أشد برد هذا اليوم : اللهم أجرني من زمهرير جهنم

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, betapa dingin hari ini. Ya Allah,  selamatkanlah aku dari dinginnya jahannam.”

Perlu diketahui Hadits ini  dhaif. Didhaifkan oleh As-Sakhawi dalam Al-Maqadid Al-Hasanah (714) dan Al-Ajwalani dalam Kasyful Khafa’ (2/426). Bahkan dinilai munkar oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ad-Dhaifah (no.6428).

Lengkap teks hadits yaitu

إذا كان يوم شديد البرد فإذا قال العبد : لا إله إلا الله ما أشد برد هذا اليوم : اللهم أجرني من زمهرير جهنم قال الله تعالى لجهنم : إن عبدا من عبادي استجار بي من زمهريرك و إني أشهدك أني قد أجرته قالوا ما زمهرير جهنم قال : بيت يلقى فيه الكفر فيتميز من شدة البرد

Jika hari begitu amat dingin, lalu seorang hamba mengucapkan ‘Laa ilaha illallah, maa asyaddu bardin hadzal yaum: Allahumma aajirni min zamharir jahannam’ .. Allah Ta’ala kemudian berfirman kepada jahannam, “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, meminta perlindungan pada-Ku dari dingin bekumu, dan aku bersaksi padamu bahwa aku telah melindungi dari dingin tersebut.” Mereka berkata, “Apa itu zamharir jahannam?” Dia menjawab, “Itu adalah rumah yang orang kafir dilemparkan di dalamnya, lantas mereka terasing karena sangat dinginnya.”[1]

Akan tetapi tidak mengapa jika kita mengucapkan ini sesuai dengan waktunya dan bertepatan dengan waktu sangat dingin dan dianggap sebagai doa mutlak, yaitu doa yang kita ucapkan dengan redaksi kita sesuai dengan situasi misalnya ada orang yang bertabrakan, maka kita berdoa:

“Ya Allah, mudahan saya tidak pernah bertabrakan”

Hanya saja kita tidak boleh meyakini ini adalah lafadz hadits yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah bekata,

لكن ذلك لا يعني أن الدعاء بمثل ذلك لا يجوز ؛ بل الممنوع أن يروى هذا على أنه من كلام النبي صلى الله عليه وسلم ، أو يعتقد أن هذا من الأذكار الراتبة المشروعة ، كالذي صح عن النبي صلى الله عليه وسلم من أذكار اليوم والليلة ، لكن لو دعا المسلم بهذا الدعاء لمناسبته المقام : فهو جائز لا حرج عليه فيه – إن شاء الله – على الشرط السابق من عدم اعتقاد ثبوته عن النبي صلى الله

“Akan tetapi bukanlah artinya doa seperti ini tidak boleh. Yang dilarang adalah meriwayatkan hadits ini dengan maksud sebagai perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau meyakini ini termasuk dzikir yang rutin sebagaimana dzikir pagi dan petang yang shahih. Seorang muslim jika berdoa dengan doa ini sesuai dengan kondisinya maka boleh dan tidak mengapa –insyaAllah- dengan syarat sebelumnya yaitu tidak meyakini ini adalah hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[2]

 

 

@Gedung Radiopoetro, FK UGM, Yogyakarta tercinta

Penyusun:   Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

[1] HR. As Suhami dalam Tarikh Jarjaan (978)

[2] Sumber:  http://islamqa.info/ar/176358

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *