Home / Bahasa Arab / Berdoa Kesembuhan dan Berobat ke Thabib/Dokter Dilakukan Bersamaan

Berdoa Kesembuhan dan Berobat ke Thabib/Dokter Dilakukan Bersamaan

Bismillah, ini catatan kami mengenai BC/share yang tersebar:

1. Shalat 2 rakaat meminta kesembuhan, bisa masuk ke shalat hajjah, bisa sembuh dengan izin Allah

2.  Membaca surat AlFatihah dan meniupkan ke air, ini ada atsarnya

Silahkan baca:

https://muslimafiyah.com/bolehkah-membaca-doaruqyah-kemudian-ditiupkan-ke-air.html

3. Bersedekah juga bisa menyebabkan kesembuhan dgn izin Allah

Silahkan baca:

https://muslimafiyah.com/benarkah-mengobati-orang-sakit-dengan-sedekah.html

4. Istigfar bisa jadi sebabnya sembuhnya penyakit karena penyakit bisa jadi karena dosa dan maksiat manusia

shalat, doa dan istiigfar adalah sebab syar’i

tetapi kita jangan lupa sebab kauniy juga (hukum sebab-akibat), sebab kauniy penyakit juga harus dihilangkan

Dan ini secara umum, bisa sembuh dgn shalat, sedekah dan doa tetapi itu sebab syari

Perlu tempuh sebab kauniy juga dan itulah hakikat tawakkal

Termasuk sebab kauniy adalah ke thabib/dokter yang mengetahui terapi penyakit

5. madu dan habbatus sauda masih general sekali, butuh thabib untuk jadi obat (jadi tidak benar sepenuhnya jika tidak perlu thabib atau ke dokter)

6. Perlu penjelasan ulama apakah semua herbal dan buah yg disebutkan dalam Alquran dan sunnah, apakah itu obat atau semata-mata hanya penyebutan saja

Jika memang obat  maka masih bahannya saja, butuh thabib/dokter yg meraciknya untuk jadi obat

dan Tidak mesti berurutan sesuai urutan itu

Bahkan keduanya sebaiknya berjalan bersamaan sebagai bentuk hakikat tawakkal:
1. sebab syar’i dan sebab kauniy ditempuh
2. kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah, apapun hasilnya adalah takdir terbaik Allah

Terdapat kisah Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyuruh seseorang agar berobat ke thabib menunjukkan itulah hakikat tawakkal

Ini juga praktek para ulama yang mereka lebih tahu dan paham mengenai alquran dan hadits, jika sakit mereka ke thabib/dokter

Perlu diingat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diutus menjadi ahli pengobatan

Silahkan baca:

http://kesehatanmuslim.com/rasulullah-shalallahu-alaii-wa-sallam-tidak-diutus-menjadi-ahli-pengobatan/

Wallahu a’lam

Mohon maaf:

Kami setuju sekali dengan BC/share tersebut karena membimbing pendekatan kepada Allah

hanya saja agar tidak ada salah persepsi kalau kesembuhan HARUS SESUAI dengan URUTAN tersebut. Meskipun ditulis tidak bermaksud harus sesuai urutan, tetapi persepsi setiap orang berbeda-beda

perlu kami jelaskan, karena tidak mesti menjadi urutan dan menimbulkan persepsi harus berurutan, baru ke dokter/thabib terakhir

Yang benar insyaAllah adalah BOLEH berbarengan dan ke thabib/ dokter juga. Karena hukum berobat itu bisa mubah, bisa sunah dan bisa wajib sesuai keadaannya

Misalnya kasus penyakit yang gawat, luka robek perdarahan hebat atau hipoglikemi dll, maka segera ke thabib/dokter

Kami juga kagum dan ingin tahu daerah mana di tanah suci yang demikian sehingga benar-benar tidak ada pasien yang sakit sama sekali dan tidak pergi ke klinik tersebut. Mungkin kita bisa belajar ke sana

Wallahu a’lam
mohon diskusi dan koreksi jika saya salah

Salam
dr. Raehanul Bahraen
(Pengasuh muslimafiyah.com)

____________
Kami cantumkan BC/share yang tersebar:

Ini dapat di grup sebelah

Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci.
Selama 6 bulan praktek, tidak ada seorang pasienpun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

💡 Akhirnya beliau temukan jawabannya.

Bila kami sakit, ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. In syaa Allaah sembuh dengan ijin dan kasih sayangNya.

Kalau belum sembuh, kami lakukan cara ke-dua. Yaitu baca Al Fatihah/ surat2 lain, tiupkan pada air dan minum.
Dan alhamdulillaah kami akan sehat.

Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga. Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In syaa Allah akan sembuh.

Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat. Yaitu banyak2 istighfar, untuk bertaubat.
Sebab, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.

Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima. Yaitu madu dan habbatussauda.

Ikhtiar yg ke-enam yaitu dengan mengonsumsi herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al Qur’an.

Dan, alhamdulillaah. Laa haulaa wa laa quwwataa illaa billaah. Di sini, kami pasti, dan pasti akan sembuh…tanpa ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter.

Wallaahu a’lam.

Leave a Reply