Bisakah Kita Termasuk Dari 70.000 yang Masuk Surga Tanpa Hisab?

B

[Rubrik: Faidah Ringkas]

Dalam hadits yang masyhur disebutkan bahwa ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab. Dari Abdullah bin ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditunjukkan akan sekumpulan umat yang besar lalu disebutkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

هَذِهِ أُمَّتُكَ وَ مَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْـجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ

“Ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.” (HR. Bukhari no. 6541, Muslim no. 220)

Setelah membaca hadits ini, mungkin kita merasa kehilangan harapan bisa termasuk ke dalam umat Nabi yang masuk surga tanpa hisab dan adzab. Jumlah sahabat Nabi saja yang merupakan generasi terbaik, menurut pendapat sebagian ulama mencapai 100.000 orang lebih. Angka 70.000 mungkin sudah diborong oleh mereka semua.

Namun dalam hadits yang lain terdapat tambahan. Disebutkan dalam Musnad Ahmad, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ ربِّي زادَني مع كُلِّ أَلْفٍ سَبعينَ أَلْفًا

“Sesungguhnya Rabb-ku menambahkan untuk setiap 1000 ditambah 70.000 lagi.” (HR. Ahmad no. 23505)

Berdasarkan hadits ini, artinya ada 4.970.000 orang dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masuk surga tanpa hisab dan adzab. Tetapi angka segitu masih sedikit jika dibandingkan jumlah semua umat Islam. Masih ada para tabi’in, tabi’ut tabi’in, para mujahidin, para ulama, dan orang-orang shalih terdahulu.

Namun ternyata angka-angka di atas bukanlah pembatasan karena dalam hadits yang lain disebutkan lebih banyak lagi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وعدَني ربِّي أن يُدْخِلَ الجنَّةَ مِن أمَّتي سبعينَ ألفًا لا حسابَ علَيهِم ولا عذابَ ، معَ كلِّ ألفٍ سبعونَ ألفًا ، وثلاثُ حثَياتٍ مِن حَثَياتِه

“Rabb-ku menjanjikan kepadaku untuk memasukkan umatku ke surga sebanyak 70.000 orang tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi. Dan ditambah lagi dengan tiga cidukan Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 2437, dishahihkan oleh Al-Albani)

Cidukan Allah hanya Allah yang mengetahuinya. Dari sini para ulama menyimpulkan bahwa jumlah orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab itu banyak sekali dan tidak diketahui jumlah pastinya.

Oleh karena itu, kita tidak perlu putus asa. Tugas kita adalah berdoa dan berusaha bersifat dengan sifat-sifat yang dijanjikan oleh Allah dengan masuk surga tanpa hisab dan adzab. Kalaupun pada akhirnya tidak masuk dalam golongan tersebut, minimal Allah menghisab kita dengan hisab mudah dan sekejap, setelah itu Allah masukkan ke dalam surga tanpa adzab sama sekali.

Artikel www.muslimafiyah.com (Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp. PK, Alumnus Ma’had Al Ilmi Yogyakarta)

Leave a Reply