Home / Bahasa Arab / Kalau Bahasa Inggris Saja Kamu Bisa, Kamu Harus Bisa Bahasa Arab Juga

Kalau Bahasa Inggris Saja Kamu Bisa, Kamu Harus Bisa Bahasa Arab Juga

Sedikit motivasi buat kita agar semangat mempelajari bahasa Arab walaupun hanya dasar-dasar bahasa Arab:

– sangat rugi kita seorang muslim seumur hidup tidak bisa menikmati mukjizat terbesar yaitu Alquran dengan keindahan bahasanya
– punya teksbook bahasa Inggris petunjuk agar lulus sekolah, nah ini Alquran petunjuk hidup
– mudah menghapal Alquran dan hadits, bahkan sekali.dengar bisa hapal
– tersentuh ketika mendengar Alquran dan merasakan kesejukan hati dan kelapangan dada
– kalau anda bisa menyisihkan waktu luang untuk bisa bahasa Inggris, yakinlah dgn niat ikhlas dan doa , anda akan bisa belajar bahasa Arab, walaupun hanya dasar-dasar bahasa Arab

Umar bin Khottab radhiallahu ‘anhu berkata,

عن عمر رضي الله عنه أنه قال: “تعلموا العربية فإنها من دينكم وتعلموا الفرائض فإنها من دينكم

 

Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian, pelajarilah ilmu waris karena merupakan bagian dari agama kalian.” (Iqtidho’ shiratal mustaqim 527-528 jilid I, tahqiq syaikh Nashir Abdul karim Al–‘Aql, Wizarot Asy Syu-un Al Islamiyah wal Awqof)

 

Berusaha mengutamakan bahasa Arab dari bahasa yang lain

Mengingat keadaan kaum muslimin saat ini yang kurang peduli terhadap bahasa Arab dan menomorduakannya dari bahasa yang lain, maka perhatikan nasehat para ulama;

Syaikhul Islam rahimahullah Berkata,

وأما اعتياد الخطاب بغير اللغة العربية، التي هي شعار الإسلام ولغة القرآن حتى يصير ذلك عادة للمصر وأهله، أو لأهل الدار، للرجل مع صاحبه، أو لأهل السوق، أو للأمراء، أو لأهل الديوان، أو لأهل الفقه، فلا ريب أن هذا مكروه فإنه من التشبه بالأعاجم

“Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan selain bahasa Arab, -bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an-, sehingga bahasa selain bahasa Arab menjadi kebiasaan bagi suatu daerah dan penduduknya, seseorang dengan sahabatnya, orang-orang dipasar atau para pejabat atau para karyawan atau para ahli fiqih, maka tidak diragukan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang ‘ajam (non-Arab, saat itu mayoritas kafir, pent)  dan ini hukumnya makruh.” (Iqtidho’ shiratal mustaqim hal 526 jilid I).

Beliau menjelaskan juga:

كراهته أن يتعود الرجل النطق بغير العربية فإن اللسان العربي شعار الإسلام وأهله، واللغات من أعظم شعائر الأمم التي بها يتميزون

“Dibenci seseorang membiasakan diri berbicara dengan selain bahasa Arab, karena bahasa Arab merupakan syi’ar islam dan pemeluknya, bahasa adalah syi’ar terbesar suatu bangsa yang dengannya bisa dibedakan (dengan karakteristik bahasa, pent)  .”(Iqthido’ shiratal mustaqim hal 519 jilid I).

Imam Asy Syafi’i rahimahulloh -yang mazhabnya menjadi mazhab mayoritas di Indonesia- berkata,

سمى الله الطالبين من فضله في الشراء والبيع تجاراً، ولم تزل العرب تسميهم التجار ثم سماهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بما سمى الله به من التجارة بلسان العرب، والسماسرة اسم من أسماء العجم، فلا نحب أن يسمى رجل يعرف العربية تاجراً، إلا تاجراً، ولا ينطق بالعربية فيسمي شيئاً بأعجمية، وذلك أن اللسان الذي أختاره الله عز وجل لسان العرب، فأنزل به كتابه العزيز وجعله لسان خاتم أنبيائه محمد صلى الله عليه وسلم، ولهذا نقول: ينبغي لكل أحد يقدر على تعلم العربية أن يتعلمها، لأنها اللسان الأولى، بأن يكون مرغوباً فيه من غير أن يحرم على أحد أن ينطق بأعجمية.

“Allah  menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah  melalui jual-beli (berdagang) dengan nama tujjar  (para pedagang-pent), kemudian Rasululah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah  telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa Arab. Sedangkan “samaasiroh” adalah nama dari bahasa ‘ajam (selain Arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa Arab menamai para pedagang kecuali dengan nama “tujjar” dan janganlah seseorang yang berbahasa Arab lalu ia menamakan sesuatu dengan bahasa ‘ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah , sehingga Allah  menurunkan kitab-Nya dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab menjadi bahasa penuntup para nabi, yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan sepantasnya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain.”

فقد كره الشافعي لمن يعرف العربية، أن يسمى بغيرها، وأن يتكلم بها خالطاً لها بالعجمية

Imam Syafi’i membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia menamakan dengan selain bahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa ‘ajam .” (lihat Iqtidho’ shiratal mustaqim hal 521-522 jilid I).

Semoga bermanfaat

 

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

 

Leave a Reply