Home / Adab / Mawar Di Puncak Jurang (tulisan tempoe doeloe)

Mawar Di Puncak Jurang (tulisan tempoe doeloe)

ketika mengutak-atik file laptop, ketemu file tulisan ini… tulisan zaman dulu,nulisnya asal nulis, sekedar apa yang terlintas dikepala dengan sekali duduk…semoga bermanfaat dipostingan ini dan tidak diedit sama sekali (original taste^^)

tulisan tempoe doeloe  inilah cikal bakal tulisan-tulisan dibawah ini (mudahan ada waktu mengurusnya supaya menjadi buku sesuai usulan beberapa saudara kami):
Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 1

-Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 2

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 3

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 4

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 5

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 6

 

MAWAR DI PUNCAK JURANG

bismillah
insyaAlloh tulisan ini sederhana dan tidak panjang lebar di tulis dengan sekali duduk dan apa yang terlintas dalam pikiran, Allohumma Yassirni
MAWAR
mewakili sosok wanita yang indah, merupakan mahluk terindah yang Alloh ciptakan bagi laki-laki, sekaligus fitnah (ujian) terbesar bagi laki-laki. jika laki-laki ditanya apakah pemandangan yang terindah diatas tanah di bawah langit? jawabanya InsyaAlloh sama.. memandang wanita
mengapa bunga mawar? kita sudah tahu semua mawar itu berduri yang sejatinya merupakan pelindung mawar tersebut, begitu juga wanita sebenarnya punya pelindung, yak.. tepat adalah hijab atau jilbab,
ringkasnya hijab dan jilbab adalah kemuliaan wanita, kewajiban syari’at yang tidak ada tawar-menawar lagi. perumpamaan yang sudah ma’ruf (terkenal), barang yang mahal dan langka pasti di bungkus rapi tidak sembarangan orang yang menyentuh atau melihatnya, tentu banyak orang yang ingin mencarinya pastikan anda (saudariku) adalah sebagaimana perumpumaan tersebut

PUNCAK JURANG
Sesuatu di puncak jurang susah di gapai, perlu perjuangan dan berpeluh-peluh untuk mengapainya..
Jadilah anda saudariku…..
sebagaimana di puncak jurang, tidak mudah digapai sembarangan orang, butuh keseriusan, curahan pikiran, kebulatan tekad untuk agar anda bisa didapatkan…
Begitu juga anda saudaraku…
jangan jangan memetik disembarang tempat… dipastikan itu kurang berharga… anda telah dinantikan dengan harap cemas di suatu sudut dunia oleh dia pasangan anda yang telah termaktub di lauhil mahfuz
dakilah jurang, walaupun sampai berdarah-darah jika anda memang ingin sesuatu yang berharga…
anda laki-laki… harus bergerak. Menjemputnya, mencari karunia Alloh yang telah ditakdirkan…
buat saudariku… lihat perjuangnnya untuk mendapatkan anda karena itu adalah permisalan besarnya pembuktian
Alhamdulillah, semoga bermanfaat..

Nah sekarang adalah catatan2 ringan tentang tulisan diatas (padahal katanya diatas tulisan sederhanaˆˆ maskudnya ga pake kata-kata pusitis n meloww)
InsyaAlloh tulisan ini buat saudara2ku yang ingin menyempurnakan setengah agama atau memang yang sudah kepincut banget (hoho ada ya), ni dia…
– disitu ada tulisan hijab atau yang langsung terlintas adalah cadar (katanya seperti aisyah di novel).. memangnya apa sih hukumnya, ada dua pendapat ulama tentang cadar,.. Wajib dan sunnah, tetapi setelah saya menimbang dan membaca dalil dari para ulama serta pendapat ustadz di indonesia, saya meyakini itu sunnah
Tentang cadar yang bilang itu adat orang arab.. (ini mungkin kurang mengenal agama atau ilmu belum sampai padanya)
Ada juga yang ”berle” kalo dah pake cadar itu ntar kaku, terkurung atau gatek ga boleh kemana2
isnyaAlloh tidak, cadar adalah salah satu kemutamaan kemulian wanita, jangan pula qita terlalu kaku, ingat jika hukumnya sunnah, tidak qita menganggap wanita yang tidak pakai cadar kurang afdhol…
jangan pula kita berlebihan seakan2 cadar adalah tolak ukur kesholehan wanita, misalnya wanita yang sama orang tuanya masih ga boleh pake cadar karena orang tuanya belum menerima, bahkan ia bersikeras sampai orang tuanya ga ridho sama dia. Ini tindakan kurang tepat. Boleh bawa kaidah ushul fikih dikit ”daf’ul mafasid muqoddamun ala jalbil masholih” (mencegah kejelekan didahulukan dari mendatangkan kebaikan) dan juga berbakti pada orang tua hukumnya wajib sedangkan cadar hukumnya sunnah
atau contoh lain dikampus yang dilarang pakai cadar, tetapi ia tetap bersikeras sampai dikeluarkan dari kampus (padahal ortunya mengutus ia di (jogja misalnya) untuk belajar dan menunaikan amanat orang tua)
akan tetapi ingat cadar adalah sunnah yang setiap muslimah berusaha dan berazzam ingin menerapkannya, kelak dan suatu saat… saat tidak ada lagi penghalang sebenar-benar penghalang, karena siapa lagi yang melestarikan sunnah rosul di muka bumi, jangan sampai ia musnah dan tidak dikenal dalam ajaran islam
sebenernya bisa juga sih menerapkannya, misalnya sekali-kali pake cadar terus lepas lagi, pas ada pertemuan yang banyak cowok2nya ato pas naik motor… sekali lebih baik daripada tidak sama sekali, oya ga mesti pake cadarnya A’isyah, pake slayer gitu juga bisa… dengan niat menerapkan sunnah rosul
mudah2han perlahan-lahan bisa mengantarkan anda kepuncak kemuliaan wanita

– trus Menikah (padahal ga ada kata menikah ditulisan diatas.. maksudnya langsung 2 d pointˆˆ), ini buat temen2 yang dah pada lulus, biasanya yang kepikir dua menikah dan mencari kerja…
Buat saudaraku yang sudah tidak tahan…. karena beratnya… cepatlah, serius, bergerak, jangan tunggu2… mumpung masih ga jauh suasana kampus.. isnyaAlloh gampang nyari yang sesuai kriteria, ntar dah kerja susah lho.. wanita di kantor dah pada istri orang..
Kalo ga satu angkatan (lebih dikenal), lintas angkatan melirik kebawah (katanya cari daun muda), lintas fakultas, lintas universitas asal jangan lintas planet atau lintas spesies (wah…??? bahkan jangan lintas jenis kelamin), kalo ga silahkan hubungi temen2 yang sudah menikah (ustadz ato murobbi juga) untuk bisa dicarikan yang sesuai kriteria trus ta’aruf (saling kenal), kalo pas n coucok… monggo…
Buat yang dah ada calon atau dah kepincut (misalnya sama temen satu angkatan atau temen ketemu dulu kampus), segera ungkapkan… kenapa?? inysaAlloh sebelum kedahuluan orang hehe, atau nanti terpendam lama jadi penyakit yang katanya virus merah jambu, segera… dan segera…. kerena si dia diciptakan dengan malu yang membungkus hati, jangan harap atau kecil kemungkinan si dia yang mengungkapkan duluan…, ungkapkan stelah itu tempuh jalan depan jangan lewat jalan belakang karena anda pejantan, hadapi orang tuanya, temui bapaknya… ”pak, saya bermaksud….”, oya tentunya setelah kata ”iya: dari si dia
Buat saudaraku yang belum mau menikah n pikirannya belum terganggu… go ahead.. berbaktilah dulu kepada orang tua, nyari modal dulu biar persiapannya mangtabs
Buat saudariku… memang pekerjaan yang paling membosankan dan meletihkan adalah menunggu (masih mending jelas nunggu apa, tapi kalo ga jelas apa yang di tungguˆˆ), tapi ini bukan ujung dari segalanya, jika dah ada calon atau pernah kena virus merah jambu atau juga pernah saling salah tingkah waktu ketemu atau lagi saling nambah menunduk ketika ketemu… Alhamdulillah, jika tidak sabar menunggu (dah tidak sabar banget sampe kebawa mimpi)…. segera… dan segera…. hubungi teman yang bisa mengungkapkan luapan hati anda kepadanya (karena bisa jadi si dia belum berani menungkapkan karena belum boleh/mampu menikah, atau dia anaknya plehgmatis, atau dia belum tersentuh hatinya secara menyeluruh dan membutuhkan sedikit getaran lagi)
Memang berat melawan rasa malu, tetapi ini adalah contoh dari para shohabiyah (sahabat rosul wanita), jika si dia sholeh anda bisa bilang tolong merahasiakan ini jika ia tidak berkenan dan tidak disebar, cukup anda, dia dan Alloh yang tahu (maaf.. maaf mungkin ini wanitanya yang ke ge-er an, salah persepsi dengan kebaikan laki-laki.. maap lagi maap lagi buat saudariku tapi memang dihadist wanita lebih mudah Ge-er kata rosul).. nah tapi kalo berkenan??? Monggo…
Buat saudariku yang belum ada getaran-getaran ( hati2 bukan getaran2 mahluk halus, maksudnya mahluk kasar semacam manusia), jangan berkecil hati, teladani salaf (pendahulu) dan ibu kita hafsoh Rodiallohu anha, minta di carikan jodoh lewat bapaknya umar rodhiallohu anhu, dia tidak malu dan hasilnya… yap.. manusia paling mulia yang ia dapatkan.. anda juga begitu, minta dicarikan ortu, paman, bibi, kakak, adik atau temen (inget temen yang dah menikah, kalo belum trus dia dapet… ntar ”afwan ukti… dia kok sama saya.. gimana gitu”.. ujung2nya: ”maafkan aku mencintainya”, begitu juga buat saudaraku)

MasyaAlloh ga terasa mengetik2 tombol, waktu sudah habis, mau ngurus syarat yudisium sebenernya tulisan ini di buat sembari nunggu dosen karena sekarang lagi stase muter-muter (ngoyak2 TTD dosen), inysaAlloh saya lanjutkan jika ada kesempatan karena pengen nulis banyak catatan dari tulisan pengantar
Mohon maaf jika ada kata salah, tulisan ini dibuat insyaAlloh tidak ada persiapan, bukan tulisan ilmiah yang dilengkapi catatan kaki, tidak melihat sumber2nya, jadi kalo ada kesalahan tolong dikoreksi
Semoga yang setetes ini bisa melaut dengan ilmu yang ada pada kalian
Semoga yang setitik ini bisa menghitam dengan kesabaran yang ada pada kalian
Semoga Alloh mengikhlaskan niat saya… amin
Wa ahiru da’wana anilhamdulillahi robbil ’alamin

bagian II

Bismillah

Alhamdulillah, ada waktu luang lagi untuk melanjutkan catatan ringan ini…

Semoga bisa bermanfaat buat temen2..

Semoga Alloh meluruskan niat saya yang banyak mengharap pujian manusia…
Allohummma Khollish niyyati…

Oya  biar ga lupa ni tulisan yang jadi poin catatan ringan saya….

mawar di puncak jurang

 

MAWAR
mewakili sosok wanita yang indah, merupakan mahluk terindah yang Alloh ciptakan bagi laki-laki, sekaligus fitnah (ujian) terbesar bagi laki-laki. jika laki-laki ditanya apakah pemandangan yang terindah diatas tanah di bawah langit? jawabanya InsyaAlloh sama.. memandang wanita
mengapa bunga mawar? kita sudah tahu semua mawar itu berduri yang sejatinya merupakan pelindung mawar tersebut, begitu juga wanita sebenarnya punya pelindung, yak.. tepat adalah hijab atau jilbab,
ringkasnya hijab dan jilbab adalah kemuliaan wanita, kewajiban syari’at yang tidak ada tawar-menawar lagi. perumpamaan yang sudah ma’ruf (terkenal), barang yang mahal dan langka pasti di bungkus rapi tidak sembarangan orang yang menyentuh atau melihatnya, tentu banyak orang yang ingin mencarinya pastikan anda (saudariku) adalah sebagaimana perumpumaan tersebut

PUNCAK JURANG
Sesuatu di puncak jurang susah di gapai, perlu perjuangan dan berpeluh-peluh untuk mengapainya..
Jadilah anda saudariku…..
sebagaimana di puncak jurang, tidak mudah digapai sembarangan orang, butuh keseriusan, curahan pikiran, kebulatan tekad untuk agar anda bisa didapatkan…
Begitu juga anda saudaraku…
jangan jangan memetik disembarang tempat… dipastikan itu kurang berharga… anda telah dinantikan dengan harap cemas di suatu sudut dunia oleh dia pasangan anda yang telah termaktub di lauhil mahfuz
dakilah jurang, walaupun sampai berdarah-darah jika anda memang ingin sesuatu yang berharga…
anda laki-laki… harus bergerak. Menjemputnya, mencari karunia Alloh yang telah ditakdirkan…
buat saudariku… lihat perjuangnnya untuk mendapatkan anda karena itu adalah permisalan besarnya pembuktian
Alhamdulillah, semoga bermanfaat.

ni dia catatan berikutnya…

–       Disitu ada tulisan puncak jurang, sebenernya tu bermaksud mengambarkan perjuangan laki untuk mendapatkan wanita, bagi saudariku yang hendak mengatakan “iya” sebelumya lihat dulu bener2 perjuangan laki2 itu untuk mendapatkan anda… karena itu adalah permisalan besarnya pembuktian cinta kepada anda, atau jangan-jangan laki2  itu maju  Cuma modal jenggot doank (hehe gitu kata ustadz2). Kenapa dilihat… karena “finnikahi mitsqun gholidzo” nikah itu adalah perkara yang besar.. banyak hal yang harus dipikirkan (temen2 dah pada tau semua apa kan..) tentu saja perjuangannya itu di jalan yang benar tidak perjuangan berbau TTM (ta’aruf tapi Mesra… hoho)

Mungkin salah satu contoh perjuangan… mahasiswa, masih kuliah, bisa menyisihkan waktu nyari duit (bisnis kecil2an) nabung buat nikah, meyakinkan ortu bahwa dia bisa menikah sambil kuliah, melawan bisik2 tekanan keluarga dan masyarakat tentang sisi negatif nikah saat itu ( misalnya “belum punya pekerjaan berani ngawini anak orang…, mau di kasih makan apa…? makan cinta??? Makan tuh cinta???” dll), berhadapan dengan gagah bermodal iman kepada bapak si Dia, mencari2 waktu disela kuliah mempersiapkan pernikahan.. ini dia InsyaAlloh perjuangan yang patut di terima dengan kata “iya”, ini benar2 salah satu cara pembuktian cinta karena PEMBUKTIAN CINTA SESUNGGUHNYA ADALAH PERNIKAHAN. Jika anda saudariku ingin pembuktian cinta dari si dia, pastikan si dia tidak lah berbicara kepada anda kecuali pernikahan… mm itu salah satu contoh, masih banyak contoh perjuangan lainya saudariku lebih tahu..

Oya tentang TTM (ta’aruf Tapi mesra), beberapa saudara banyak yang terjebak dalam hal ini, semoga temen2 tidak terjebak juga.. apaan kira2 TTM…  dua sejoli yang sudah sedang proses atau saling “oke” tapi setelahnya kiranya seperti  layaknya pasangan sudah jadi,  saling sms “sayangku- pangeranku”, sering ketemu tanpa mahrom (NB: bukan muhrim, itu artinya orang yang berihrom) atau terlalu sering kasi hadiah. Hendaknya kita sama2 saling mengingatkan bahwa ta’aruf adalah awal dari dermaga bahtera rumah tangga, mengapa hendak dimulai dengan perserikatan maksiat kepada Alloh?? Bagaimana dengan selanjutnya nantinya??. .Sebaiknya untuk menghindari TTM, keduanya menggunakan wasilah ketika berhubungan (bisa mak comblang, kak comblang, ustadz  comblang… eit.. tentunya yang dah menikah)

–       Trus ada kata2 “anda telah dinantikan dengan harap cemas di suatu sudut dunia”. Ada syair arab yang terkenal, “ laki2 tidak akan dewasa sampai ibunya meninggal dan wanita tidak akan tenang sampai ia menikah”.ya… wanita memang sejatinya menunggu. Termasuk harap cemas wanita  disini adalah menanti kapan ya hari H-nya???, padahal si dia sudah menjanjikan akan menikahi. Dia hanya berkata “saya ingin engkau jadi istri saya, nanti kau akan nikahi KELAK”.  nah ini salah satu permasalahan cinta yang ingin sedikit saya bahas yaitu =Mencintai tapi belum mampu menikahi = , bolehkah berkata seperti itu??  Kata2 seperti ini biasanya diucapkan oleh laki2 yang segera ingin maju duluan (ta’aruf) untuk menutup pintu, tetapi untuk sementara ia belum bisa menikahi. Gimana ya?? Bolehkah?? Hal ini sebenarnya kembali lagi pada permasalahan “ berapa lamakah batasan waktu antara ta’aruf dan nikah??”, jawabannya adalah…….. (ziiing….ziiing kayak nunggu jawaban yang menegangkan. Hoho afwan berle’)…= insyaAlloh tidak ada batasan waktu antara ta’aruf dengan nikah= , contoh fiqhnya insyaAlloh bapak yang menjodohkan anaknya yang masih bayi dan di nikahkah setelah besar…

Wah kalo begitu, bisa dunk kita (laki2) bersegera, segera bergerak… ibaratnya diikat dulu dengan kata ta’aruf ntar baru dinikahi. Miasalnya kena virus MJ (merah jambu) semester satu kuliah, trus ngajak nikah, ta’aruf, nikahnya ntar dah lulus atau dah kerja, ntar dari pada si dia kedahuluan orang apalagi dia ngetop, banyak yang ngincar, persaingan beraaat maz… sebenarnya ini boleh saja, khan ga ada batasan waktu, akan tetapi yang perlu diperhatikan bisakah saling menjaga diri selama itu (4-5 tahun) tidak TTM (padahal hati sangat2 lemah dengan virus MJ, ga kuku… beraaaat ), bisakah selama itu dia tidak berpaling ke lain hati, jangan2 ini akan membuat wanitanya menggantung…. dimana akarnya tidak menghujam ketanah dan dahannya tidak menjulang ke langit (mulai mellow^^). Jadi kalo tidak bisa menghindari hal ini, Alangkah baiknya ia menjadi pemuda yang fokus kuliah dan amanat ortu, fokus meningkatkan kualitas diri, fokus menuntut ilmu agama, karena jika memang jodoh tak kan gunung lari di kejar hehe. Tetapi jika saudaraku bisa menjaga semuanya SEBENAR2 menjaga, kenapa tidak… segera ya maz…

–       Kemudian terakhir..,  sebelum mendaki puncak perhatikan kondisi puncak dengan baik sebelum didaki (sebenernya maksudnya Cuma mau berbagi tentang bagaimana kriteria memilih pasangan, tapi saya ngalor ngidul dulu… hehe maapkan diriku). insyaAlloh temen2 sudah pandai tentang bagaimana kriteria pasangan yang baik, sudah sering ikut kajian, dah sering baca2 buku pernikahan, hanya saja saya ingin sekedar berbagi dan menekankan beberapa point penting. Karena saya laki2, ini dia kriteria memilih wanita dgn cukup  ringkas, InsyaAlloh..

1.Agamanya, tentu saja ini tolak ukur terbesar sesuai hadist, bisa kita lihat dari semangatnya menuntut ilmu agama, hapalan alquran dan hadist dll

2.Ahlaknya, ini juga sangaat penting, karena ada juga yang agamanya bagus tetapi ahlaknya jelek, ia tidak bisa menerapkan agamanya, ahlaknya rusak karena kesombongan memiliki ilmu agama (allohu musta’an). Dua poin ini yang penting dalam modal rumah tangga.. bagi yang sudah merasakan (menikah)… benarkan??? Benar banget.. khusus dua ini tidak ada tawar menawar deh..

3.Kecantikan, nah ini dia yang saya ingin benar2 tekankan,  banyak qita laki2 yang susaaaah dan beraaaat hatinya untuk mengimani bahwa “kecantikan bukan sumber kebahagian berumah tangga”, tetapi tetap aja nyarinya ato tolak ukurnya cantik-bodi tubuh dulu. Sebenernya sah-sah saja, akan tetapi jangan qita jadikan tolak ukur sampai lupa dua poin diatas. Dan juga lihat2 dulu siapa diri qita (qita ngaca dulu… hehe qita cakep ga?? Ato duitnya banyak ga??). memang berat mengimaninya saudaraku… jika masih terasa berat ,lihatlah para artis yang katanya cantik2 tapi banyak yang diceraikan. Kecantikan-bodi tidak bertahan lama, mungkin umur 30-40 dia sudah (maap.. sudah jadi ibu2) selebihnya ahlaknya dan agamanya yang berperan. sering2lah juga berbincang2 dengan yang  sudah menikah apa yang penting dalam pernikahan nanti, Jika anda bertanya kepada yang sudah menikah, InsyaAlloh mereka menjawab “ menikmatinya cantiknya seminggu atau sebulan pertama, setelahnya anda fokus menikmati agama, ahlak dan khidmat-pengabdian-perhatiannya”. Dan perlu qita ingat, bahwa jika pernikahan bukan sekedar “menikmati” tetapi banyak tujuan mulianya.

Jika anda saudaraku sudah ridho dengan agama dan ahlak seseorang walaupun tidak cantik, maka “peduli amat kata orang”, lihat cerita pujangga di zaman khalifah ma’mun (insyaAlloh kalo ga lupa), di mana syair2nya tentang pujaan hatinya menggelegar diseluruh baghdad, didendangkan oleh para penyair karena saking bagusnya, menggugah hati khalifah, kiranya wanita ini cantik nan jelita ternyata ketika dilihat…wuih jelek… ditanyalah pujangga tadi, pujangga menjawab “mata paduka tidak sama dengan mataku yang melihatnya”. Semoga anda dijalan yang benar karena cukup sedikit wanita cantik yang tidak sombong (ahlaknya kurang bagus), kata orang “cantik biasanya sombong, minimal ia banyak maunya, manja dll”

Buat saudariku, cantik bukan hanya cantik fisik, ingat pula wanita diciptakan dengan  kecantikan oleh Alloh. Lagipula cantik subjektif. sekali lagi bagi yang sudah menikah mereka baru tersadar makna kecantikan sebenarnya (nyindir diri sendiri nih…), agama dan ahlak… agama dan ahlak…  ini adalah kecantikan yang sesungguhnya,  hiasi  diri anda dengan hal ini saudariku, ditambah bumbu “sifat lembut”, tidak ada laki2 yang menolak kelembutan wanita, kelembutan membuat laki2 ingin membelai, sayang dan ingin memanjakan (bayangin kalo wanitanya jutek bin gualak… gimana mau belai??). jika anda memiliki sifat dasar tidak lembut maka “innal hilma bit tahallum” (sesungguhnya lembut dengan dilembut-lembutkan), hiasi wajah dengan murah senyum (asal jangan keseringan apalagi pas sendiri hehe ato depan lawan jenis ntar…), belajar untuk berbakti kepada suami anda kelak. Ini dia surat seorang ibu kepada anak perempuannya yang akan menikah “jadilah budak bagi suamimu, setelahnya ia akan jadi budakmu selamanya” (maksudnya tentu bukan budak beneran ^^, tapi wanita yang benar2 membuat rumahnya menjadi surga bagi laki2 misalnya rapi, bersih, tenang, segala hal tentang rumah beres, akan membuat laki2 sangaaaat sayang kepadanya). Jika qita ingat hadist tentang wanita ideal “jika dilihat menyenangkanmu (ga mesti cantik banget kan), jika diperintah menaatimu, jika berpergian dia menjaga dirinya dan hartamu”.  So,  Bagi saudariku yang tidak dikarunia Alloh wajah yang cantik banget, insyaAlloh jangan khawatir, bagaimana kalo diberikan karunia karunia kecantikan oleh Alloh, maka jadilah anda bidadari dunia, sungguh beruntung yangg mendapatkan anda.Wah kayaknya saya dah banyak sok tahu… padahal saudariku lebih tahu tentang makna kecantikan yang sesungguhnyya… afwan Cuma sekedar berbagi…

Oya ini ada bocoran muktamar terbuka para laki2 tentang wanita, wanita tu ada tiga macam:

1.Wanita cantik, ni semua laki2 rata2 bilang dia cantik tapi kadang bisa bosen kalo dilihat

2.Wanita maniez, ini dia yang menggugah… dia tidak cantik2 amat, ga semua laki2 muttafaqun alaih atas kecantikannya, tetapi dia istimewa…  tak lelah mata memandang, semakin di lihat semakin sejuk, membuat laki2 penasaran, ada sesuatu yang sulit di ungkapkan, biasanya wanita ini punya suatu innerbeauty apa itu ya??? Dan inilah keadilan Alloh, semua wanita bisa menjadi seperti ini..

3.Wanita cantik sekaligus maniez… ni langka bin ajaib bin hampir punah (masa’ sih), ga juga kok.. ada juga wanita seperti ini, biasanya wanita yang diberi kecantikan sekaligus ahlak yang mulia masyaAlloh…

Pintar bin cerdas, ini penting untuk mendidik anak kita kelak, minimal gen ama DNAnya dah pinter n cerdas, ntar kalo dah tua gitu, jarang yang tanya hartamu berapa?? Jabatanmu apa?, tapi tanyanya pasti anak2mu gimana?? Apalagi ibu2 kalo dah ngumpul…wuih insyaAlloh pasti saling membanggakan anaknya…

Qona’ah, dah jelas..penting banget juga…biar ga banyak nuntut.. ini insyaAlloh temen2 dah pada ngerti

Keturunan dan harta, sebenernya ini juga pilihan, tetapi insyaAlloh kurang baik laki2 yang memilih wanita karena ini saja, dalam pernikahan nanti =harta suami milik suami dan istri sedang harta istri adalah harta istri= jadi suami kudu harus minta izin istri buat pake hartanya, syukur2 istrinya drmawan kepada suami…

Mmmh apa lagi ya, minta masukannya temen2….  bisa pinter masak juga, keibuan, sederhana dll, sekali lagi mohon maaf ini hanya sharing..

masyaAlloh dah malam, ngantukk, semoga ini bermanfaat bagi teman2. sekian dulu tulisan ini, semoga Alloh memberi taufik kepada saya untuk bisa menulis lagi. Maaf ini Cuma catatan ringan, bukan tulisan ilmiah yang dilengkapi catatan kaki, tidak melihat sumber2nya, jadi kalo ada kesalahan tolong dikoreksi. Mohon maaf jika ada kata salah
Semoga yang setetes ini bisa melaut dengan ilmu yang ada pada kalian
Semoga yang setitik ini bisa menghitam dengan kesabaran yang ada pada kalian
Wa ahiru da’wana anilhamdulillahi robbil ’alamin

oya, buat temen2 yang mau dishare, silahkan.

 

selsai diposting,
Raehanul Bahraen, Mataram, 11 Dzulqo’dah 1423 H

 

Leave a Reply