Home / Adab / # Penjelasan Makna Doa dan Dzikir Sehari- Hari (4)

# Penjelasan Makna Doa dan Dzikir Sehari- Hari (4)

11. Doa Ketika Marah

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Penjelasan ringkas:

Dalam hadits dijelaskan jika membaca doa ini, kemarahan kita akan hilang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧﻲ ﻷﻋﻠﻢُ ﻛَﻠِﻤَﺔً ﻟَﻮْ ﻗﺎﻟَﻬَﺎ ﻟﺬﻫﺐَ ﻋﻨﻪُ ﻣﺎ ﻳﺠﺪُ، ﻟَﻮْ ﻗﺎﻝَ : ﺃﻋﻮﺫُ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟﻴﻢِ، ﺫﻫﺐ ﻋَﻨْﻪُ ﻣﺎ ﻳَﺠﺪُ
Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bukan berarti kita tidak boleh marah sama sekali, akan tetapi jika mengambil tindakan dan keputusan di saat marah memuncak terkadang tindakan dan keputusan yang kita ambil tidak tepat atau bahkan merugikan diri kita sendiri. Barulah menyesal muncul ketika kita sudah tenang dan kemudian kita bertanya-tanya sendiri “mengapa saya gegabah bahkan konyol ketika marah tadi?”.  Masih ada cara lainnya untuk meredam marah dan emosi semisal langsung diam ketika marah, merubah posisi dari lebih rendah misalnya duduk,  berwudhu atau mandi dan bisa juga segera shalat.
12. Bacaan Ketika Takut
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ
Laa ilaaha illallaah.
Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. (HR. Bukhari & Muslim)
Penjelasan ringkas:
Hadita dari doa dan bacaan ini sebagai berikut, Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﺰﻋﺎً ﻳﻘﻮﻝ :  ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ
“Jika masuk rasa takut pada kalian, maka ucapkanlah ‘laa ilaha illallah'”.
Makna dari “faza’ ” (فزع) dalam hadits adalah rasa takut yang sangat atau panik. Ini yang membuat seseorag tidak bisa berpikir jernih sehingga bisa bersikap dan mencari tindakan terbaik ketika muncul rasa takut tersebut. Dengan memohon kepada Allah dan mengingat-Nya, maka semoga rasa takut dan panik itu hilang terlebih kita mengingat semua yang Allah takdirkan dan terjadi kepada kita  adalah yang terbaik bagi kita sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditakutkan.
13. Bacaan ketika Kagum/Terheran Terhadap Sesuatu 
سُبْحَانَ اللَّهِ
Subhaanallaah.
Artinya: Maha Suci Allah. (HR. Bukhari & Muslim)
Atau bacaan ringkas lainnya:
اَللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar.
Artinya: Allah Maha Besar. (HR. Bukhari)
Penjelasan ringkas:
Ketika kagum atau terheran kita membaca bacaan ini agar segera teringat dengan kebesaran Allah. Jangan sampai kita lalai dengan sesuatu yang kita kagumi di dunia ini sehingga kita lupa bahwa Allah yang menciptakannya. Kita kagum dengan apa yang kita lihat di dunia kemudian kita menjadi cinta dunia yang terlihat indah kemudian kitapun lupa kampung akhirat kita yang kekal selamanya. Semoga ini tidak terjadi pada kita karena dunia ini tidak ada apa-apanya dan sangat jauh jika dibandingkan dengan akhirat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,
 ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﺇِﻻَّ ﻣِﺜْﻞُ ﻣَﺎ ﻳَﺠْﻌَﻞُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺇِﺻْﺒَﻌَﻪُ ﻫَﺬِﻩِ – ﻭَﺃَﺷَﺎﺭَ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑِﺎﻟﺴَّﺒَّﺎﺑَﺔِ – ﻓِﻰ ﺍﻟْﻴَﻢِّ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺑِﻢَ ﻳَﺮْﺟِﻊُ
“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang mencelupkan jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”. [HR Muslim].
14. Doa Kepada Orang Yang Berbuat Baik Kepada kita
جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
Jazaakallaahu khairan.
Artinnya: Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. (HR.Tirmidzi)
Penjelasan ringkas:
Ini adalah  adab yang mulia, selain kita ucapkan terima kasih atas kebaikan orang kepada kita, kita juga mendoakan agar kebaikannya dibalas oleh Allah. Sebagaimana dalam hadits berikut.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
ﻣَﻦْ ﺻُﻨِﻊَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣَﻌْﺮُﻭﻑٌ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟِﻔَﺎﻋِﻠِﻪِ: ﺟَﺰَﺍﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ؛ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺑْﻠَﻎَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺜَّﻨَﺎﺀ
“Barang siapa yang diberi suatu kebaikan kepadanya, lalu ia mengucapkan kepada orang yang memberi kebaikan tersebut:

“ azakallahu khairan ”,

maka sesungguhnya hal itu sudah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR. at-Tirmidzi)
Catatan penting bagi yang belum belajat bahasa Arab, dalam doa ini ada “dhamir” atau kata ganti, sehingga perlu diubah jika orang yang kita tujukan berbeda dengan rincian sebagai berikut:
“Jazaakallahu khaira” (untuk satu orang laki-laki)

“Jazaakillahu khaira” (Untuk satu orang perempuan)

“Jazaakumallahu khaira” (Untuk dua orang)

“Jazakumullahu khaira”  (Untuk jamak)

“Jazaakunnallahu khaira” (untuk jamak perempuan)
Adab Islam sangat mulia, dianjurkan bagi yang didoakan untuk mendoakan kembali doa yang sama. Jika kita berbuat kebaikan dan didoakan, maka kita juga menjawab dengan doa berikut:
وَ أنت فجزاك الله خيرا
“Wa anta fazajakkallahu khaira”
Artinya: Dan engkau juga, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan
15. Doa keberkahan dan jawabannga
Jika kita ingin mendoakan keberkahan pada seseorang, maka salah satu doanya adalah:
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكَ
Baarakallaahu fiik
Artinya: Semoga Allah memberkahimu.
Maka jawabannya adalah:
وَفِيْكَ بَارَكَ اللَّهُ
Wa fiika baarakallaah.
Artinya: Semoga Allah juga memberkahimu. (HR. Ibnu Sunni, Hisnul Muslim)
Penjelasan ringkas:
Sering sekai kita akam didoakan atau mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan hidup. Inilah tujuan seorang muslim yaitu mencari keberkahan dan ridha Allah yang bisa membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Bukan semata-mata hanya banyaknya harta, semata-mata tingginya jabatan atau semata-mata banyaknya ilmu, tetapi bagaimana harta, jabatan dan ilmu tersebut bisa berkah dan mengantarkan pada kebahagiaan, karena sudah cukup banyak contoh orang yang hartanya banyak tetapi tidak bahagia.
Catatan juga untuk semua doa yang ada “dhamir” atau kata ganti dalam bahasa Arab, maka kata ganti diubah sesuai dengan objek bicara. Doa di atas diubah dhamir-nya sebagai berikut
“Baraakallahu fiika” (untuk satu orang laki-laki)

“Baraakallahu fiiki (Untuk satu orang perempuan)

“Baraakallahu fiikumaa (Untuk dua orang)

“Baraakallahu fiikum” (Untuk jamak)

“Baraakallahu fiikunna” (untuk jamak perempuan)

@Yogyakarta tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply