Home / Adab / Beberapa Catatan Dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam (Keempat)

Beberapa Catatan Dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam (Keempat)

LANJUTAN….

 

  1. Waktu imsak justru waktu terbaik untuk makan sahur

Karena imsak yaitu berhenti makan dengan niatan berhati-hati supaya tidak kelolosan tidak pernah diajarkan oleh islam alias bid’ah akan tetapi sudah tersebar keyakinan seperti ini bahkan dibuatkan berbarengan dengan jadwal sholat dan dibagi-bagikan.

 

Yang benar waktu berhenti makan adalah adzan sebagaiman hadist sebelumnya, dan waktu sahur terbaik adalah waktu menjelang subuh.

Anas radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhubahwasanya ia berkata,

“Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam , kemudian beliau Sholat [subuh], kemudian aku bertanya, “berapa lama antara adzan dan sahur?”, ia berkata, “sekitar [lama membaca] lima puluh ayat.” [HR. Al-Bukhari IV/118, Muslim no. 1097]

 

Berdasarkan hadist ini,  bukan termasuk makan sahur jika makan tengah malam. kemudian salah satu hikmahnya agar tidak terlalu lama menunggu waktu subuh sehingga tertidur kembali dan kelolosan sholat subuh.

 

  1. Siapkan kurma dan air untuk sahur

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نعم سحور المؤمن التمر

 

“sebaik-baik makanan sahur mukmin adalah kurma.” [HR. Abu Dawud II/303, Ibnu Hibban no.223, Al-baihaqiy IV/237, dishahihkan oleh penulis kiab shaum Nabi]

 

Kemudian sabda beliau,

تسحروا و لو بجرعة ماء

 

“Bersahurlah kalian walaupun dengan seteguk air” [HR. Abu Ya’la no. 3340, dihasankan oleh penulis kita karena mempunyai syawahid]

Dan ini tips, jika kita terbangun dan adzan mungkin satu menit lagi, segera tuang air digelas dan minum, jika adzan kemudian wadah gelas masih ditangan maka lanjutkanlah minum walapun telah berkumandang adzan.

 

10. Bekam saat berpuasa

Ulama berbeda pendapat mengenai hal ini, penulis kitab shaum Nabi memilih mebolehkan karena batalnya puasa dengan berbekam manshuk/terhapus dengan riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma,

“Bahwasanya Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallam  berbekam dalam keadaan berpuasa.” [HR. Al-Bukhari IV/100, lihat Nasikhul hadist wa mansukhuhu Ibnu Syahin]

Jika larangannya karena alasan bisa melemahkan tubuh maka larangannya karena alasan ini, bukan melarang secara mutlak. Wallahu a’lam

 

11. Boleh mencicipi makanan

Mencicipi dengan ujung lidah dan tidak sampai masuk ke tenggorokan dan anatomi lidah menunjukan indara pengecap sebagian besar di depan lidah.  Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

لا بأس أن يذوق الخل أو الشيئ ما لم يدخل حلقه و هو صائم

 

“Tidak mengapa mencicipi cuka atau yang lainnya selama tidak masuk ke tenggorokan sedang dia dalam keadaan berpuasa.” [HR. Al-Bukhari IV/154]

 

INSYAALLAH BERSAMBUNG…

Demikian semoga bermanfaat

 

@Pogung Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

Penyusun:   Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

Leave a Reply