Home / Bimbingan Islam / Berbuka Puasa Cinta Dan Bukan Koki Masakannya

Berbuka Puasa Cinta Dan Bukan Koki Masakannya

masakan

Pernahkah kalian berpuasa? Menahan makan dan minum, kemudian kalian berbuka, aduhai nikmatnya. Ya, kami juga berpuasa dari hal tadi, karena kami ingin sama-sama berbuka dengan nikmat, berbuka dengan wanita yang akan dicemburui oleh bidadari surga. Maka dikatakan kepada kami –insyaAllah- dalam surga dunia,

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu NIKAHI) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka MAKANLAH (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang SEDAP lagi BAIK akibatnya.” [An-Nisa: 4]

Kita sudah tahu kebahagiaan berbuka puasa dari khabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” [HR. Muslim, no.1151]

tentu kita bukan koki, yang sudah mencicipi (sebelum halalnya), sudah tidak berselera lagi dengan makanan yang dibuat. jangan sekali-kali meneguk madu cinta sebelum waktunya. Karena kaidah fiqhiyah ini berlaku untuk urusan dunia dan akhirat,

من استعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

“barangsiapa yang terburu-buru ingin mendapatkan sesuatu, maka diberi hukuman dengan tidak mendapatkannya”

 

Jangan terburu-buru jika memang belum waktunya. Nanti engkau tidak mendapatkannya. Sebagaimana seorang ahli waris ingin segera mendapat warisan maka ia terburu-buru dan membunuh. Maka syari’at menghukumnya tidak mendapat warisan sedikitpun.

 

Jika engkau bersabar, kemudian jika tiba saatnya.Barulah terasa kenikmatan tiada bandingannya. Kenikmatan yang tidak pernah dirasa sebelumnya.

Engkau bukanlah koki, tetapi PELANGGAN SPESIAL yang datang tepat pada waktunya

Duhai anda yang sedang berpuasa, tahanlah sebelum halalnya dan insyaAllah kelak..

selamat berbuka….

 

@Pogung Dalangan, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:   Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

Leave a Reply