Home / Aqidah / Diet Ketat dan Naik-turunnya Keimanan

Diet Ketat dan Naik-turunnya Keimanan

diet

Terkadang seseorang imannya naik-turun karena memang ada yang menyebabkan naiknya dan turunnya.

Misalnya:

seseorang yang hendak diet agar langsing, maka keimanannya bertambah dengan sering-sering membaca motivasi berdiet, sering ketemu komunitas orang diet. Sedangkan keimanannya berkurang jika ia sering ketemu makanan enak.

Begitu juga dengan keimanan akan akhirat, maka ia juga ada yang membuatnya bertambah dan berkurang. Bertambah dengan amal ketaatan, membaca dan merenungi Al-Quran, berdoa, melakukan shalat, berkumpul dengan orang  shalih, menghadiri mejelis ilmu dan lainnya. Begitu juga bisa berkurang dengan kemaksiatan, bidah, syirik, dan lainnya. Silahkan merujuk buku-buku mengenai keimanan untuk lebih mendalami.

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata,

وَهُوَ قُوْلٌ وَفِعْلٌ وَيَزِيْدُ وَيَنْقُصُ

Iman itu terdiri dari ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.” [Sahih Al-Bukhari].

 

Abu Bakr al-Isma’ili rahimahullah berkata,

وَيَقُوْلُوْنَ إِنَّ الإِيْمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَمَعْرِفَةٌ، يَزِيْدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ، مَنْ كَثُرَتْ طَاعَتُهُ أَزْيَدُ إِيْمَانًا مِمَّنْ هُوَ دُوْنَهُ فِي الطَّاعَةِ

Mereka -para imam ahli hadits- mengatakan bahwa iman itu terdiri dari ucapan dan perbuatan dan pengetahuan. Ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang akibat kemaksiatan. Barangsiapa yang banyak ketaatannya maka lebih bertambah imannya daripada orang yang ketaatannya berada di bawahnya.” [I’tiqad A’immat al-Hadits hal. 63, Darul ‘Ashimah, cet.I, 1412 H,Syamilah]

 

semua orang tahu bahwa keimanan adalah sumber kebahagiaan

Allah ta’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan, dan dia adalah seorang yang beriman, maka Kami akan memberikan kehidupan yang baik, dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik, dari pada apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An Nahl : 97)

@Perpus FK UGM, Yogyakarta

penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

silahkan like fanspage FB , subscribe facebook dan   follow twitter

 

One Comment

  1. rosma says:

    jazaakallahu khairan u share ilmunya.

Leave a Reply