Bimbingan IslamFaidah Ringkas

Tidur Siang Tidak Bisa Menggantikan Tidur Malam

[Rubrik: Faidah Ringkas]

Di antara kekuasaan Allah Ta’ala adalah Ia menjadikan waktu itu berputar sehingga manusia bisa menggunakannya untuk beraktivitas lalu beristirahat dari aktivitasnya kemudian beraktivitas kembali, demikian seterusnya. Waktu siang dan waktu malam yang dipergilirkan oleh Allah adalah dua waktu utama yang dipergunakan oleh manusia. Allah berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS Ar Rum: 23)

Berdasarkan sunnatullah (aturan Allah), waktu malam adalah waktu utama untuk tidur beristirahat, sementara waktu siang adalah waktu utama untuk mencari nafkah dan penghidupan. Barang siapa yang mengubah tatanan ini maka dia akan ditimpa berbagai macam gangguan. Dalam ayat yang lain Allah berfirman,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا. وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا. وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًا

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS An-Naba’: 9-11)

Dari sudut pandang medis pun demikian, tubuh kita memiliki jam internal yang bekerja secara otomatis di mana organ-organ tubuh itu punya jam kerjanya masing-masing. Hal ini perlu diperhatikan agar metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan prima.

Pada waktu malam, perubahan hormon tubuh akan mengirimkan sinyal pada otak bahwa sudah saatnya tubuh beristirahat. Pada waktu inilah hati atau liver akan bekerja optimal untuk membuang semua racun hasil metabolisme dan melakukan regenerasi sel-sel pada organnya, karenanya sangat disarankan beristirahat pada waktu ini.

Seseorang yang seharusnya menjadikan malam hari sebagai waktu istirahat namun dia gunakan sebagai waktu bekerja maka dia akan merasakan gangguan, apakah itu gangguan kesehatan atau gangguan pikiran. Tubuhnya tidak akan segar meskipun waktu tidurnya pada siang hari lebih banyak. Dia tetap tidak akan merasakan kenikmatan tidur sebagaimana yang dirasakannya ketika tidur di malam hari.

Seandainya ada seseorang yang hanya tidur 2 jam di waktu malam, lalu dia tidur di siang hari 5 jam sebagai ganti kekurangan di malam hari, tetap saja dia masih merasa kurang. Hal ini terjadi karena dia mengubah pola dan aturan, seharusnya waktu istirahatnya di malam hari namun dia ganti ke siang hari.

Artikel www.muslimafiyah.com
Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK. (Alumnus Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *