Home / Aqidah / Jangan Pernah Mencela Angin dan Masa/Waktu

Jangan Pernah Mencela Angin dan Masa/Waktu

#IndonesiaBertahid

-Bro, pernah denger gak yang komentar gini:
“Angin sialan, gak tahu waktu, tiba-tiba aja kenceng, mata gue sampe kelilipan”

“Hujan ini memang kagak pengertian, turun mendadak, gue jadi gak bisa berangkat, mana hari ini ujian lagi”

“Sial amat siang ini, super panas dah, gak bisa ngapa-ngapain gue, cuma depan kipas angin aja bisanya”

-Bukan apa-apa bro, ni dibahas dalam pelajaran TAUHID, yaitu “larangan mencela masa dan waktu”

-Ini termasuk yang mengurangi TAUHID kita, kalo pengen bercita-cita masuk surga tanpa hisab dan adzab, ni Tauhid perlu dijaga bener

-Nah, kalau TAUHID berkurang dan tidak dijaga dengan ilmu dan amal, bisa buyar harapan salah satu cita-cita tertinggi kita: masuk surga tanpa hisab

-Kenapa sih dilarang, gini bro, angin dan masa adalah perbuatan Allah dan Allah sendiri yang menekankan untuk hal ini dalam sebuah hadits

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ

Janganlah kamu mencaci maki angin.”(HR. Tirmidzi, shahih)

-Mencela dan memakinya sama saja memaki perbuatan Allah yang menciptakan dan mengarahkan angin serta masa

-Sebenarnya semua takdir dan kejadian di semesta ini adalah perbuatan Allah, akan tetapi khusus angin dan masa sering jadi “sasaran umpatan dan makian” manusia yang kurang berilmu, dan termasuk kebiasaan orang Arab dahulunya mencela (masa) waktu dan dikaitkan dengan musibah

-Memang kelihatannya sepele bro, tapi kadang hal-hal sepele memang bisa berakibat fatal. Sepele bagi yang tidak berilmu dan tidak tahu

-Nah, yuk dakwahkan terus TAUHID kepada orang-orang terdekat kita dan keluarga tercinta, agat sama-sama bisa masuk surga tanpa hisab dan adzab, kemudian dakwah ke masyarakat

@Pesawat Lion Air Yogyakarta – Jakarta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

One Comment

  1. abdurrohman says:

    terimakasih ustad atas pencerahannya.. mudah-mudahan dapat istiqomah dalam berdakwah melalui dunia internet tauhid

Leave a Reply